Beradaptasi dengan Perbedaan

Dua hari yang lalu saya menonton tayangan TED tentang kenapa kita perlu mendengar seseorang yang berbeda pendapat dengan kita? Tayangan lengkapnya dapat di cek di youtube berikut TED-Why it's worth listening to people you disagree with | Zachary R. Wood

Cerita bermula ketika Zachary mengalami masa anak-anak yang kurang menyenangkan. Mulai dari hubungan dengan ibunya yang menderita schizophrenia dan stereotip teman-temannya bahwa sebagai orang kulit hitam dia lebih cocok sebagai pemain  basket padahal kecintaannya adalah membaca, menulis dan berbicara. Namun kejadian masa kecil hingga remaja tersebut merupakan titik kali pertama beliau belajar untuk mendengar seseorang yang berbeda pendapat dengannya sekalipun dari seorang ibu yang menderita mental illness atau orang yang punya stereotip terhadap dirinya.

Berbicara tentang perbedaan ini, saya jadi teringat salah satu mata kuliah yang paling berkesan saat kuliah S2 yaitu Intercultural Competence. Mata kuliah ini secara umum mengajarkan bagaimana kita tidak iritasi dengan perbedaan. Selama mata kuliah ini, kami dibentuk menjadi kelompok-kelompok yang masing-masing terdiri dari 10 warganegara. Kelompok tersebut diberi case tentang skandal Volks Wagen dan masing-masing anggota kelompok memiliki peran masing-masing. Ada yang sebagai CEO, CFO, PR dan lain-lain. Kelompok tersebut tidak hanya terdiri dari satu jurusan. Namun ada jurusan International Komunikasi, International Busines, MBA dan masing-masing mengajukan diri untuk posisi yang diinginkan sesuai background pendidikan atau keahlian masing-masing.

Saat itu saya memilih sebagai CFO. Saya kemudian membuat analasis laporan keuangan VW dan beberapa skenario untuk merecovery perfomansi keuangan setelah skandal tersebut.  Setelah diskusi kelompok tuntas, beberapa hari kemudian tim kita di challange oleh 2 orang profesor tentang pendekatan yang kita gunakan untuk menyelesaikan masalah VW. Diskusi tersebut adalah salah satu diskusi kelompok ter ''alot'' yang pernah  saya hadapi. Dikelompok saya ada orang Arab, Libia, Mexico, Canada, Belanda, Bangladesh, Vietnam, Sudan, China dan saya sendiri Indonesia.

Awalnya, saya berencana untuk memilih posisi aman saja. Namun ide teman saya yang Mexico dan Belanda, membuat saya memutuskan untuk bicara. Saya gk mau kelompok ini fail, karena mengumpulkan 10 orang susah sekali untuk repair. Namun dibalik itu, saya bersyukur satu kelompok dengan teman saya yang berasal dari Mexico tersebut karena ke vokal-anya semua anggota jadi bicara haha. Saya gk kebayang kalau ada teman yang dari Amerika yang sekelompok dengan kami, which is dunia mengenal dua negara ini jarang akur. Mungkin diskusinya bisa heboh lagi :D.

Btw, kelompok diskusi yang beragam ini adalah kondisi sehari-hari yang saya hadapi selama masa perkuliahan. Bahkan dikampus saya komposisi penilaian tugas adalah 80% dari tugas kelompok, 20% dari tugas Individu. Untuk beberapa kelompok, I was very lucky'' seperti kelompok saat membahas kasus VW dan kelompok saat membahas kasus Shell pada mata kuliah Board Invitation. Namun untuk beberapa kelompok, our group was very damn..hihihi. Bahkan ada satu mata kuliah yang kita baru lulus setelah repair yang ke-3 kali. Padahal maximal repair itu hanya 2 kali, untuk yang ketiga kali kamipun harus mengajukan permohonan ke exam board.

Lalu apa yang membuat kita sulit beradaptasi dan mendengar pendapat orang yang berbeda dengan kita? Sebuah jurnal yang di tulis oleh LaRay M Barna (1994) Stumbling Block in Intercutural Competence, disebutkan beberapa hal yang menghambat seorang berkomunikasi dengan orang yang memiliki latar belakang kehidupan yang berbeda:
  1. Mengasumsikan bahwa semua orang itu sama (Assumtion of similarity). Sederhananya, karena menganggap seseorang itu sama dengan kita membuat kita cendrung memperlakukan seseorang sesuai style kita. Sedangkan orang yang bersangkutan belum tentu bisa menerima.
  2. Perbedaan bahasa (Languange differences). Ini pastinya dong yaa. Orang yang bahasa ibunya bahasa inggris, dengan kita yang belajar bahasa inggris setelah dewasa tidak akan mendapatkan '''feel'' seperti orang yang bahasa ibunya bahasa inggris tersebut walaupun saat itu kita sama-sama ngomong pakai bahasa inggris. Apalagi ketika bahasanya benar-benar beda. Kita aja kadang sulit nyambung dan mengerti bahasa melayu walaupun satu rumpun. Beberapa pilihan kata yang seolah sedikit kasar untuk kita, sama orang Malaysia biasa aja dan sebaliknya. Itulah kenapa ketika menulis thesis/jurnal/tugas yang berbahasa inggris, kita membutuhkan native sebagai proof reader.
  3. Salah inteprestasi bahasa non verbal (Nonverbal Misintepretation). Saya ingat ketika teman saya yang Iran bercerita tentang pengalamannya saat berada di kuala lumpur. Dia salah menggunakan bahasa non verbal yang bagi orang melayu itu  maknanya genit dan kurang sopan hahaha.
  4. Stereotype. Nah ini salah satu hal-hal yang harus hati-hati menempatkannya. Jika salah dapat menyebakan perpecahan antar kelompok/suku/negara. Misal kita melabeli orang dari negara X, cendrung kasar. Lalu saat bertemu dengan orang dari negara tersebut, langsung ilfeel. Atau bisa jadi saat komunikasi awal biasa saja, namun ketika yang bersangkutan melakukan kesalah kita langsung menyangkut pautkan dengan stereotip yang melekat kepada kelompok/negaranya.
  5. Tedency to evaluate. Bahasa lainnya suka nge Judge sebelum melihat segala sesuatunya secara menyeluruh.
  6. High Axienty. Kecemasan secara berlebihan dapat menghambat seseorang bias dalam mengkomunikasikan pendapatnya ataupun memahami orang lain.
Hal diatas dapat menyebabkan kita berbeda pandangan dengan orang lain. Lalu bagaimana caranya bersedia mendengar pendapat orang berbeda dengan kita? Salah satunya, hindari ke-6 hal diatas, buang ego dan  yakini bahwa bisa jadi penyebab kita berbeda dengan mereka bukan karena mereka tidak suka namun karena ada sesuatu yang belum kita ketahui.

Ada ucapan yang sangat menarik disampaikan Zachary dalam video tersebut:" We get stronger, not weaker by enganging the ideas and people we diasgree with''

Saya akui saat sekolah S2 di Belanda cukup babak belur. Namun selama kuliah saya belajar menerima perbedaan dan mendengar perbedaan. Menekan ego untuk tidak merasa pendapat saya paling benar atau saya paling penting. Juga belajar untuk tidak melabeli diri sendiri sebagai orang asia yang cendrung menerima dan malas berdebat. Kalau memang pendapat tersebut harus disampaikan, silahkan sampaikan.

Oh ya salah satu penyebab kenapa saya pernah punya kelompok parah banget sampai repair hingga 3 kali, menurut saya karena anggota kelompok saya itu homogen secara karakter. Kami semua tipikal ngomongnya irit dan takut menyinggung perasaan orang lain. Saya pikir, untuk menggerakan kelompok ini butuh teman saya yang orang India, senang ngomong tapi malas nulis hahaha atau teman saya yang Jerman/Belanda yang ngomong celometan tanpa tendeng aling-aling.  Perbedaan itu justru yang akan membuat kelompok hidup.

Btw,  saya akan buat judul khusus tentang pengalaman saya menghadapi teman-teman kelompok saat kuliah. Ada yang menyenangkan ada juga anggota kelompok yang nyebalin sampai adu mulut..haha. Memang kultur belajar kita yang cenderung adem ayem dan sungkan mengungkapkan pendapat beda banget dengan kultur belajar di negara Eropa yang orang-orangnya berani mengeluarkan pendapat sekalipun apa yang ditanyakan terdengar konyol :D

Jakarta, 18 Juli 2019

Empat Hal yang saya lakukan jika balik ke Norwegia

Seperti yang saya jelaskan sebelumnya kalau jalan-jalan ke Norwegia ini rasanya gk cukup sekali dan gk bisa sebentar dalam sekali kunjungan. Apalagi tipikal saya, yang kalau melakukan perjalanan lebih senang santai dan menikmati. Saya udah gk memburu Iconic Place lagi buat preferensi foto-foto. haha Tapi lebih ingin blending dengan kehidupan sosial penduduk setempat. Hunting foto ketika melihat sesuatu yang beda dengan yang saya lihat sebelumnya.
Perjalanan 3 hari ke Norwey, rasanya gk cukup mengeksplor kota ini. In syaa allah kalau kembali, saya ingin melakukan hal berikut:
  1. Makan salmon sepuasnya. Bergen merupakan kota paling utara Norwegia yang berbatasan langsung dengan laut. Salah satu ciri khas kota ini adalah Salmon. Kabarnya Salmon banyak ditemukan di laut utara yang tingkat pencemarannya rendah. Secara kesuluruhan, Norwegia adalah penghasil Salmon kualitas terbaik dan terbesar di dunia. Ikan salmon selain kandungan gizinya banyak banget, cara pengelolaannya gampang banget dan baunya gk amis. Dikasih garam dan jeruk nipis aja udah enak. Nah waktu di Bergen, ketika mau hunting Salmon lagi hujan. Sehingga kurang leluasa mengeksplor pasar ikannya. Padahal ini aktivitas yang gk boleh terlewatkan kalau ke Bergen.
  2. Menginap di Flam. Flam ini merupakan salah satu kota yang dilewati ketika mengambil paket Norway in Nutshell. Pernah membayangkan kota yang diapit bukit dengan pohon khas nordic? Lembah yang cantik, hijau, rumah warna warni dan aliran sungai yang bening banget? Itulah Flam. Waktu ke Norwey kemaren, saya tidak bisa menginap karena tiketnya hanya berlaku untuk satu hari. Lebih enak kalau ingin mengeksplor Flam ini dengan tiket NIN yang di pesan mandiri. Jadi jadwal berangkat dari satu stasiun ke stasiun berikutnya kita bisa atur. Mau nginap seharian di satu kotapun bisa banget.
  3. Norway in Nuthshell (NIN). Kalau di suruh ikut paket NIN yang sama dengan yang saya naiki sebelumnya, gk masalah haha. Duhh kayaknya saya gk akan bosen-bosen. Cuma kalau memilih ni, saya pengen NIN yang dari ujung ke ujung Bergen-Oslo. Atau pilih paket NIN yang Nothern Lights alias pas aurora. Puncaknya kita akan naik kapal untuk menikmati Fjord dengan langit yang ber-aurora. Paket ini gk bisa dibuka setiap saat. Lengkapnya bisa cek diNorway in Nutshell
  4. Aurora. Oktober s.d Maret adalah waktu pilihan untuk melihat Aurora. Tempat terbaik untuk melihat Aurora adalah Tromso. Waktu ke Norway kemaren saya berangkatnya April. Karena aurora bisa dilihat jelas dalam rentang waktu tersebut, maka pastikan berangkat dengan perlengkapan musim dingin yang tebal. Karena di negara nordic saljunya sangat tebal. Saat saya berangkat kesana akhir April, di Belanda sudah memasuki musim semi. Tapi sepanjang perjalanan naik buss dari Voss, saljunya masih tebal banget.

Yogyakarta, 15 Juli 2019

Bergen, Norwegia!


Sudah tiga orang yang merekomendasikan untuk mengunjungi kota ini. Namun saya masih mikir-mikir, milih Swiss atau Norwegia. Terakhir seorang sahabat yang sudah menikah dengan warga negara Belanda, dan sudah"'tamat'' mengunjungi semua negara di Eropa bilang kalau disuruh kembali berulang-ulang mengunjungi negara Eropa, saya akan pilih Norwegia. Kata teman saya itu, alamnya dan bangunannya beda banget dengan negara Eropa yang lain. Memang sih, kalau negara-negara Eropa tipikal bangunannya agak mirip-mirip. Sedangkan negara Viking ini rumahnya kayu dan warna-warni adalah ciri khasnya.


Setelah menimbang-nimbang akhirnya untuk liburan musim semi saat itu, saya pilih Norwegia tepatnya di kota Bergen. Karena musim semi kali itu adalah musim semi terakhir yang saya lalui sebelum pulang ke Indonesia. Pertimbangannya pragmatis si😁, kalau negara Eropa lain apalagi Eropa barat, in syaa allah akan kembali (hahaha, geer amat ya). Entah itu mengikuti conference atau business trip. Jarang sekali orang Indonesia melakukan Business Trip ke Norwegia. Karena secara kerjasama B2B lebih banyak ke negara besar di Eropa Barat (Jerman, Prancis, Belanda) dan UK.

Btw, kenapa saya tidak mengunjungi Oslo? Karena saat lihat google map, Oslo ini seperti kota modern pada umumnya. Yang saya incer di Norwegia ini adalah alamnya. Yang katanya juara banget.
Akhirnya sayapun terbang dari bandara Elde, Groningen menuju Bergen, connecting di Kopenhagen Denmark. Jangan salah lo, Groningen walaupun kota paling utara Belanda punya Bandara hehe. Coba aja cek di Skyscanner penerbangan langsung dari Bandara sekecil dan sesepi Elde itu ada ke 7 Negara: UK, Spain, Portugal, Greece, Denmark, Germany dan Turkey. Sering banget ada promo pesawat Elde-London hanya 15 Euro aja. Enak juga bandara dekat, kesana tinggal naik bus biasa, gk buru-buru dan gk rempong harus pesan grup tiket atau daagkart untuk menghemat biaya perjalan kereta di Belanda yang lumayan mahal hehe.

Sebenarnya ada banyak tempat wisata yang bisa di kunjungi di Bergen. Namun buat saya yang berkesan ada 3:

1. Bryggen.
Coba aja masukan kata kunci Bergen di google image, pastinya kumpulan beberapa bangunan kayu berwarna warni akan keluar. Bangunan ini memang khasnya Bergen dan banyak menjadi merchandise kota Bergen.

Didepan Bryggen terdapat pelabuhan. Tidak jauh dari Bryggen ada pasar ikan. Bangunan di sekitar Bryggen ini banyak di sulap menjadipusat oleh-oleh dan cafe.
Di dekat Bryggen ini saya sempat mencoba Cinnamon Roll yang ternyata makanan khas kota Bergen. Usut punya usut ternyata Cinnamon Roll adalah makanan khas negara Skandinavia. Pantas aja di Bandara Bergen banyak poster yang bergambarkan cinnamon roll ini.

Pernah naik kereta keatas bukit yang curam? membayangkanya aja saya serem haha. Floybanen adalah kereta yang menghubungkan pusat kota dengan gunung Floyen. Panjang jalur keretanya 844 m dan perbedaan ketinggiannya 302 m (kata wikipedia lo ini). Kalau tahu dari awal mungkin saya gk naik hahaha. Bayangkan! Panjang jalurnya hanya 844 namun ketinggian mencapai 300 m. Itu kan artinya curam banget hahaha.

Stasiun awal Floybanen ini gk begitu jauh dari Bryggen. Ketika sampai di titik paling atas, kita bisa turun dan menikmati pemandangan dari salah satu titik tertinggi di kota tersebut. Namun catat ya jadwal terakhir kereta turunnya biar gk ketinggalan haha😂. Dititik paling atas juga ada restaurant ''all you can eat'' dengan menu khas Bergen. Dari atas gunung, kita bisa melihat perpaduan laut dan Fjord yang memang ciri khas kota Bergen.

Harga tiket naik Floybanen ini setara 200 ribu rupiah PP. Sepanjang perjalanan, kereta akan berenti di 5 stasiun. Pas kereta ini berenti distasiun yang curam banget, asli deh bikin dag dig dug . Serasa mau meluncur aja kebawah haha. Oh iya, ada penduduk yang tinggalnya di bukit juga lo Guys, walaupun sebagian penumpang kereta adalah wisatawan.

Kalau ke Norwey tidak naik NIN rugi haha. Digadang-gadang sebagai perjalanan kereta dengan view terbaik di Dunia. Norway in Nutshell bisa naik dari Oslo atau Bergen.

Ada beberapa pilihan paketnya. Cara beli tiket bisa online atau ke stasiun kereta. Nanti petugas akan menjelaskan rute-rutenya. Awalnya saya ingin ikut tur NIN ini hari kedua setelah sampai Bergen. Ternyata kita telat ke stasiun..haha. Petugas kereta menjelaskan kalau saya tetap memaksa naik, maka saya gk bisa naik Ferry yang ke Gudvangen. Karena gk keburu mendapatkan kereta terakhir yang balik ke Bergen.

Untung aja saya sabar nunggu besok haha. Karna pengalaman naik kapal mengelilingi Fjord itu ternyata pemandangan tiada duanya dan tidak boleh di skip!!

Untuk harga tiket, NIN ini memang mahal banget, kalau di kurskan sekitar 2,5 jt rupiah. Apalagi untuk NIN Bergen-Oslo yang jalurnya lebih panjang, 1 orangnya bisa 3,5 juta. Tapi banyak travel blogger yang bikin DIY NIN. Karena pada dasarnya NIN ini kan hanya perjalanan naik kereta+Bus+Naik kapal namun dikemas paketan. Saya sempat baca, ada travel blogger yang bikin DIY NIN dan bisa menghemat biaya setengahnya. Bonusnya malah bisa nginap di salah satu kota pemberhentian kereta. Ini cocok banget buat yang waktunya longgar untuk mengeksplor Norwegia.

In syaa allah saya akan tulis lebih detail tentang perjalanan naik NIN ini yaaa. Benar yang dikatakan teman saya, disuruh berkali-kali kesini, saya gk akan bosan hihi. Sepanjang perjalanan saya gk mau tidur sekejapun. Kamera juga gk akan bisa merepresentasikan ke indahan alamnya. Benar-benar beautiful lonely planet.

Yogyakarta, 14 Juli 2019

Seputar Bahan Makanan di Belanda

Orang Indonesia sering cari nasikan? hehe..
Anyway itulah saya di awal awal. Minggu pertama di Belanda saya diare karena dua hari pertama, saya hanya makan roti. Akhirnya dua teman saya yang baik hati, Bryan dan Bryan, yang udah punya rice cooker dan udah tahu toko indonesia mensuply saya nasi hehe. Lauknya? Kering kentang yang di bekalin mba Erna, teman kantor dan sambal roa yang beli online.

Untuk memasak awal kedatangan di Belanda cukup sulit. Karna saya tinggal dengan orang Belanda which is perlengkapan masaknya simple banget. Selain itu saya masih sungkan masak menu Indonesia, kwatir aromanya mereka belum bisa terima. Alhamdulillah nya, di Groningen ada seorang ibu, istri seorang mahasiswa Phd yang buka katering Indonesia. Berjasa banget si ibu untuk mahasiswa yang gk punya waktu banyak buat memasak😁, apalagi kalau jadwal exam.

Namun dalam waktu yang tidak begitu lama, saya udah bisa beradaptasi dengan makanan Belanda. Bisa di bilang, saya tipikal yang cepat banget beradaptasi dengan makanan walaupun kata orang-orang lidah orang Padang suka milih milih..hihihi. Mungkin karena saya udah kelamaan merantau, makanan apa aja bisa saya terima. Lama-lama, saya udah gk tergantung lagi sama nasi. Gk tergantung lagi menu Indonesia. Cukup nge grill salmon atau ikan dori dengan garlic, blackpepper, perasan jeruk dan garam rasanya udah nikmat banget. Kombinasi nya dengan salad sayur, bukan pakai mayones tapi pakai minyak zaitun, sedikit keju, garam, blackpepper dan rosemery. Saya semakin ketagihan lagi makanan ala-ala begini karena waktu persiapannya bentaaaar banget. Dapur gk kotor, piring gk banyak yang dicuci dan fresh. Karna, pas lapar baru masak.

Anw, ini makanan dan bahan makanan Belanda yang bikin saya kangen:
1. Salmon.
Di banding di Indonesia harganya jauh lebih murah. Salmon fresh bisa di beli di pasar tradisional tapi saya beli frozen salmon yang gk kalah enak. Dulu saya beli di toko Aldi, seharga 5 Euro isinya 4 Slice salmon tanpa tulang yang ukuran cukup besar.

2. Sayuran segar.
Kalau urusan buah dan sayur Belanda ini memang keren banget. Makan sayurpun semakin mudah karena banyak yang udah di iris dan udah di cuci, jadi tinggal dimakan. Tahu gk sayur yang paling saya kangen? Rucola haha. Apapun salad yang saya bikin harus pakai rucola.

3. Keju salad, saya lupa mereknya apa. Tampilannya keju putih berbentuk dadu direndam pakai minyak zaitun. Tempo hari saya kepengen banget bikin salad sayur ala-ala waktu di Belanda. Cari keju yang sama disini,harga 3xlipat😁.

4. Buah zaitun. Teman setia saya kalau makan salad. Awalnya si gk suka. Tapi lama-lama buah zaitun itu penggugah selera😁

5. Greek Yoghurt. Makanlah yoghurt sampai puas banget di Belanda😁. Greek yoghurt lo, yang di Indonesia mahal banget. 1 kg Greek Yoghurt hanya 1,6 Euro. Merek favorit saya Milsani.

6. Alpukat. Kalau lagi musim, alpukat 1 kg hanya 1 Euro. Yang saya herannya itukan buah tropis dan pasti import tapi kok ya bisa murah banget. Tapi belinya di pasar tradisional ya guys. Kalau di supermarket tetap mahal. Kualitas? baik yang dipasar tradisional atau supermarket dijamin bagus!

7. Roti-rotian
Roti di Belanda umumnya gk pakai pengawet. Supermarketnya tiap hari bikin baru. Karena ini makanan pokok, orang-orang Belanda biasanya belinya banyak dan dimasukin ke freezer. Saya pernah lihat ibu kos saya punya freezer setinggi kulkas dua pintu, isinya roti semua😁. Harga roti tawar mulai dari 50 sens. Pas balik ke Indo, saya malah menyesuaikan diri dengan roti tawar Indo.
You know why? Roti tawar di Indo manis wkwkw. Gaya amat ya😁. Ternyata teman saya juga ngerasaian yang sama, roti tawar yang katanya tawar seharusnya gk manis to😁.

Kalau yang suka roti, di Belanda atau di negara eropa surga banget guys. Patisserinya juara!!!. Bagelnya banyak pilihan. Tetapi tetep, pas pilih jangan lupa cek emulgatornya (Kode E) untuk melihat kehalalannya. Bisa di cek di website halal online, mana aja emulgator yang halal dan yang enggak.

8.Biji-bijian, kacang kacangan, buah kering dan granola yang dimakan pakai yoghurt.
Kalau urusan campuran makan untuk yoghurt di Belanda murah dan bervariasi guys! Yoghurt ini makanan yang paling praktis dan sehat banget.

9. Bahan-bahan tiramisu.
Tahu gk saya hobi bangeeet bikin tiramisu di Belanda. Simple banget cara bikinnya, waktu preparasinya paling 15-20 Menit jadi. Karena mascarpone, wipcream dan lady fingernya mudah banget didapat guys. Kalau bikin tiramisu di Belanda, saya gk pakai gula tapi madu. Biar kalau makan banyak gk bersalah amat😁.

Pokoknya segala sesuatu yang berbau roti, cake, bahan-bahannya mudah banget di dapat disana. Seumur hidup gk pernah sukses bikin cake, barulah ketika di Belanda berhasil😁. Dikit-dikit kerjaan saya bikin kue aja. Ada apel, wortel, pisang sisa..udah deh 1 jam kemudian jadi cake.

10. Satu lagi belanja bahan makanan yang suka di Belanda adalah ayam dan daging. Saya senang belanja di Nazar, supermarket halal. Dagingnya itu fresh banget. Kategori penyajiannya dagingnya rapi banget. Ada kategori steak, soup, daging giling, kalau ayam ada yang fillet, ada juga yang udah di marinade,dll. Saya senang banget beli ayam yang udah di marinade, tinggal masuk oven😁. Ayamnya fresh, bumbunya nendang, dan tidak pakai micin. Di marinade pakai bumbu halus yang orisinal.

Soal harga jangan ditanya. Harga 1 buah tempe, sama dengan 1/2 kg ayam yang di marinade. Jadi di Belanda, kalau ada yang makan tempe tiap hari adalah "orang kaya". Secara umum, harga daging dan ayam di Belanda jauh lebih murah dari Indonesia. 1Kg daging khas dalam paling harganya hanya 8 euro. Kalau ayam, beli 2,5 euro aja udah banyak😁

Sekian dulu ya, bahan bahan makanan yang saya senang belanja Di Belanda. Etapi kenapa jadi 10 ya..haha..jadi mirip line today aja.."10 hal yang harus kamu ketahui tentang berbelanja makanan di Belanda" hahaha..ya gk apa2lah, kebetulan.

Oh ya, untuk tulisan selanjutnya saya akan cerita deh jajajan favorit saya di Belanda😁

Yogyakarta,14 Juli 2019

10 Hal yang Harus Kamu Ketahui ketika berbelanja di Belanda

Udah mirip judul line today belum? hihi Kali ini saya mau nulis hal yang singkat aja, gk perlu dianalisis sampai mateng hehehe. Tentang dunia perbelanjaan di Belanda.
  1. Harga sebotol susu segar di Belanda, jauh lebih murah dari harga air mineral dengan ukuran yang sama. Hati-hati juga beli air putih, kalau ada air kelihatan bening harga lebih murah biasanya air sparkling. Awal sampai di Schipol saya sampai salah beli 3 kali wkwkw.
  2. Cek buka tutup toko di Belanda. Beberapa hari dalam seminggu, jam tutup tokonya beda. Toko yang sama namun lokasi berbeda, bisa juga memiliki jam buka dan tutup toko yang berbeda. So guys, jangan lupa di cek!
  3. Jangka waktu pengembalian barang di Belanda (Baik berbelanja online atau offline kecuali untuk barang-barang groseri ya guys) adalah mulai 14 hari sampai 40 hari kalender dengan alasan apapun! termasuk ''change my mind'' selama barangnya belum rusak dan untuk baju price tagnya belum copot. Btw, selama di Belanda saya pernah balikin laptop yang saya beli online hanya setelah lihat langsung saya gk suka modelnya. Yang kebih ekstrim, saya pernah mengembalikan HP setelah 1 minggu di gunakan, karena HP saya yang hilang ditemukan akhirnya oleh driver bus. Uangpun di return 100%! haha.
  4. Setiap musim biasanya ada diskon. Namun diskon yang terbesar adalah akhir tahun :D. Benar-benar deh, pernah beli baju santai harganya lebih murah dari harga setangkup kebab wkwkkw.
  5. Ada gk si pasar tradisional? Adaa, tapi gk buka tiap hari. Di beberapa tempat ada yang satu kali seminggu, ada juga yang 3 kali seminggu. Harganya? Belanja 50 Euro udah bisa makan mewahhh untuk seminggu.
  6. Bahan masakan di Indonesia dapat di beli di Amazing Oriental atau di toko-toko Indonesia. Kalau di Groningen namanya Toko Melati. Kalau beli daging Halal? ada di toko halal yanga umumnya dimiliki orang turki. Di Groningen toko halalnya ada Isa dan Nazar.
  7. Kalau pengen beli sepeda bekas murce di Markplaats.nl. Bisa murah karena langsung beli ke pemilik dan tidak ada pajak. Tinggal pilih model dan merek. Kalau beli sepeda baru? haha..muhaaaaal. Semurah-murahnya mungkin 300 Euro untuk merek biasa-biasa aja. Sebagian orang lebih rela beli sepeda bekas harga 200 Euro asalkan mereknya Gazelle dari pada sepeda baru tapi merek biasa-biasa saja. Dengar-dengar sepeda onthel jaman dulu banyak yang merek Gazelle guys.
  8. Tempat belanja barang Branded di Belanda adalah di Roermond dan Bataviastad. Waktu yang banyak tawaran diskon adalah Black Friday dan Chrismast (haha, racuun).
  9. Semua sistem pembayaran sudah cashless tanpa minimun transaksi, ditoko mana aja. Bahkan di pasar tradisionalpun, penjualnya udah cashless.
  10. Jika di Indo untuk berbelaja online menggunakan VISA, Mastercard dll sebagai payment gateway tapi di Belanda transaksinya menggunakan IDEAL. Semua transaksi di Belanda pasti pakai IDEAL. Saya pernah mau beli jilbab di Ali Express walaupun website luar tapi pilihan pembayarannya ada IDEAL. Ideal nanti akan langsung memotong saldo rekening di tabungan.
Oke, segini dulu ya guys! Nanti akan saya sambung dengan 10 hal kategori yang laiinya
Jakarta, 11 Juli 2019.

Persiapan Iktikaf di Masjidil Haram

Insyaallah ini tulisan terakhir saya untuk seri umroh akhir ramadhan tahun 2019 ini, khususnya tentang persiapan iktikaf. Sebelum saya nulis ini, saya juga sudah mampir ke puluhan blog dan youtube yang menjelaskan suasana akhir ramadhan (Semoga  blogger dan youtuber yang udah menyajikan konten yang bermanfaat itu di balas kebaikan oleh Allah swt). Sehingga saya mendapat gambaran  suasananya dan mempersiapkan diri.

Kalau di tulisan tentang umroh sebelumnya saya lebih banyak menuliskan tentang persiapan umroh akhir ramadhan, kali ini lebih spesifik persiapan iktikaf ! Pengalaman iktikaf di masjidil haram akan menjadi pengalaman yang gk akan terlupakan seumur hidup buat saya. Jika di Indonesia kita sering lalai, malah sering di ingetin dan di motivasi sama panitia ramadhan tapi kalau disini kita benar- benar berkompetisi hihihi.

Namun hal yang subtantif adalah bagaimana kita bisa khusuk. Kalau ingin dapat tempat strategis,  misal yang jaraknya dekat dengan ka'bah maka datang lebih awal. Seperti dua ibu sekamar saya, selalu bisa tawaf, selalu dapat tempat yang dekat ka'bah karena habis subuh tidurnya 2,3 jam lalu jam 9 kembali ke masjid. Namun sebaiknya jangan memaksa diri dapat tempat strategis, jika datang nya mepet waktu sholat. Kalau saya pribadi memilih mundur, asal dapat tempat yang cukup dan longgar buat sholat sehingga gk gencet-gencetan. Tapi kadang-kadang gk bisa di prediksi juga, udah PW, eh tiba-tiba ada aja yang nyelip yang bikin rukuk dan sujud gk nyaman. Jangan heran lo ya, kalau masalah tempat ini menjadi isu perdebatan yang umum terjadi saat umroh akhir ramadhan..wkwkkw.
Persiapan dan apa saja yang saya lakukan saat iktikaf?
  1. Sajadah, jaket, kaos kaki, powerbank. Perlengkapan esensial banget, gk boleh tinggal.
  2.  Saya biasanya keluar dari hotel 1,5 -2 jam sebelum waktu sholat zuhur. Kira-kira jam 11.30 paling telat. Gate favorit saya adalah King Abdul Aziz dan King fahd. Kalau ingin dekat banget dengan Ka'bah yang di ground floor saya masuk dari King Abdul aziz, lalu turun lagi dengan eskalator. Gate King Abdul Aziz adalah gate yang paling cepat ditutup sama askar. Kalau bisa lebih awal lagi datangnya. Kalau udah ditutup, saya akan masuk dari gate King Fahd (Sebelah kirinya Gate King Abdu Aziz). Nah kalau masuk dari gate ini, saya dekatan sama lokasi tawaf lt.2 kelihatan bagian atas ka'bah.
  3. Dari hotel udah bawa bekal sampe sahur. Biasanya bekal saya nasi+lauk pauk+sayur, buah-buahan, thumbler yang berisi air panas. Untuk sayur dan buah, saya beli di pasar belakang hotel.
  4. Saat buka, ta'jil yang biasa dibagikan adalah kurma, yoghurt, roti. Kalau beruntung bisa dapat teh anget hihi. Biasanya saya lihat yang sering bersedekah teh ini adalah saudara kita yang muslim yang wajahnya mirip orang Sudan (Sudan atau enggak saya kurang yakin si hihi, yang jelas berkulit coklat dan berbahasa arab). Saya suka terharu dengan mereka hiks. Karena menenteng banyak termos yang berisi teh  dan kopi arab yang dibagi-bagikan saat buka. Dan mendapat teh anget itu, mood booster banget buat saya.
  5. Biasanya urutan aktivitas saya seperti ini: Habis sholat zuhur kalau tempat sudah aman (Tidak di usir askar dan gk gencet-gencetan) saya baca Alquran. Tapi kalau tempat udah gencet-gencetan, habis zuhur langsung pindah cari tempat baru. Diharapkan mencari tempat baru sesegera mungkin, karna kalau mendekati Asyar akan sangat sulit. Lalu dari Asyar-Magrib: zikir pagi petang, baca alquran. Nah, selepas magrib/berbuka orang akan banyak berpindah lagi karena petugas cleaning service akan membersihkan mesjid. Kadang saya nunggu sampai petugas CS selesai, kalau gk ada tempat menunggu dan di geser terus sama askar saya akan cari tempat baru.
  6. Saya gk makan berat sampai sholat taraweh: Jadi cuma makan kurma, teh, snack-snack. Setelah taraweh saya baru makan berat. Makan bekal yang saya bawa dari hotel atau beli makanan tambahan di food courtnya milenium tower.
  7. Setelah taraweh (Jam 11 malam) baru saya keluar masjid. Tempat favorit saya adalah Milenium Tower (dekat KFC). Biasanya saya beli Chai Tea The Sultan yang enak banget dan hanya 5 Riyal...wkwkw. The sultan ini lokasinya dekat pintu masuk mall, kelihatan aja dari luar. Buat saya, susu rempah ini ampuh banget menyembuhkan flu, badan meriang dan radang. Alahmdulillah bikin badan ringan dan segar. Biasanya selepas taraweh banyak orang-orang duduk menikmati kopi, teh atau makanan di area depan Milenium Tower ini.
  8. Jam 00:30, bersiap lagi ke masjid. Karena kalau 10 malam terakhir akan ada qiyamulail yang di mulai pukul 01.00
  9. Selesai qiyamulail jam 02.00, saya menuju Milenium Tower lagi nyari tempat lesehan untuk sahur. Oh iya, jeda taraweh ke subuh, kita diizinkan sama sekuriti mal di Milenium Tower untuk lesehan di lantai mal sembari menyantap makanan. Saya si biasanya gelar sajadah haha. Nah kalau udah mau subuh, sekuritinya nanti akan mengingatkan lagi, disuruh siap-siap sholat.
  10. Lalu gimana manajemen ke Toilet? hehe..mulai dari pertama keluar hotel jam 11.30 sampai sampai berbuka, saya gk pernah ke toilet. Memang gk terasa pengen pipis, bukan karena nahan. Nah habis berbuka karena udah minum air banyak, baru deh kerasa (Kadang-kadang). Selepas buka, saat area masjid dibersihkan dan kita disuruh pindah sama askar, saya keluar mesjid ke toilet dulu. Kadang di toilet masjid, kalau rame saya ke toilet mall hehe. Kadang mall di zamzam tower, kadang di milenium tower. Masalah ke Toilet gk perlu ditakutkan kok. Sering toiletnya kelihatan rame di luar, setelah masuk masih banyak yang kosong. Selain itu toilet masjid dan mall juga bersih-bersih.
  11. Nah, bagaimana kalau wudhu batal tapi gk pengen pipis, apalagi sedang berada di area dalam masjid dan tempat duduk gk ada yang jagain pula? Nah biasanya orang-orang pada berwudhu dekat keran air zamzam. Bisa juga diantisipasi dengan membawa botol spray. Waktu haji saya pernah mepraktekan ini karena di Belanda ada yang jual botol spray yang besar yang juga berfungsi sebagai kipas (biasanya botol ini digunain orang-orang saat summer). Nah saat Haji, botol spray ini adalah penyelamat saya kalau antri wudhu di Mina udah sadis hihihi. Pas umroh kemaren saya cari-cari toko online di Indonesia gk ada yang jual botol spray yang semprotannya besar. Banyaknya mirip botol parfum, yang  semprotannya halus banget jadi agak kurang sreg dipakai wudhu. Namun pernah suatu kali wudhu saya batal, sulit keluar barisan. Alhamdulillah ada orang Indonesia yang membawa botol spray, jadi saya bisa berwudhu ditempat saja.
  12. Siapkan sajadah yang hangat, karena area masjid dingin banget. Apalagi kalau kebagian di area masjid yang baru dibangun dan area-dekat saí, umumnya ber AC. Karena dingin maka bawa thumbler isi air hanget, buat saya wajib banget.
  13. Bawaan saya biasanya, satu buah backpack dan satu buah tas tenteng.
  14. Oh iya kalau ingin bersedekah bisa juga lo. Bisa ke petugas cleaning service masjid atau beli ta'jil dan dibagi-bagikan menjelang berbuka. Kalau saya melihat petugas cleaning service masjid, tugas fisiknya lumayan berat. Banyak banget dari kita yang belum sadar buang sampah pada tempatnya :) sehingga pekerjaan mereka double-double. Apalagi saat akhir ramadhan kemaren, di 10 malam terakhir sering banget hujan.  Berkah banget hujan di Makah..:D. Bisa lihat video ini 28th Ramadhan 1440 H-2019.  Nah perjuangan  mereka mengeringkan pelataran sholat masjid biar kita sholat nyaman akan lebih epic lagi, gercep banget pokonya, lari sana-lari sini hihi.
  15. Nah kalau yang ingin bersedekah dengan Ta'jil juga bisa lo. Kemaren pas umroh ada teman yang nitip sedekah.  Saya pernah belikan roti pie, mammoul (cookies khas arab yang isinya selai kurma), laban dan yoghurt. Gimana cara bagiinnya? Nah ini agak tricky ni..kalau pas saya gk sholat, kan gampang menjelang magrib saya tinggal tenteng ta'jilnya. In sya allah kurang dari 5 menit, belum sampai area masjid akan sold out :D. Nah bagaimana kalau sholat dan iktikaf dan saya berangkat jam 11 dari hotel? Karena biasanya kalau bawa makanan masih siang begitu, akan disita sama askarnya. Caranya, pertama saya akan titip askarnya untuk dibagi-bagikan saat buka. Atau saya sholat zuhurnya di Zamzam tower/Milenium Tower. Menjelang Asyar saya baru bergerak menuju masjid. Masalah tempat dapat atau enggak? Ahh gk perlu dipikirin, selama gigih keliling in syaa allah bakal dapat tempat. Setelah beberapa hari bakal dapat ''feel'' tempat yang kira-kira yang masih sepi dan jam-jam nya. Malah jadi mahir menganalisa pergerakan orang-orang hihi. Bagi yang berkesempatan umroh akhir ramadhan, bisa manfaatkan kesempatan bersedekah Ta''jil. Challenging banget pas bagiinya karena pasti bakal rebutan, namun percayalah kamu akan merasa bahagia :)
  16. Untuk sedekah tajil ini saya pernah bagikan di masjid Nabawi juga. Tetap kurang 5 menit habis. Kalau di masjid Nabawi, akan lebih mudah mendapat ta'jil. Semua akan berlomba-lomba memberi sedekah, malah kadang kita dipaksa agar mau nerima hehe. Namun di Masjidil haram, karena lebih rameeee, gk selalu kebagian tajil yang sepaket kayak di Nabawi (Ada kurma, roti, susu), kadang hanya dapat salah satu dan saya lebih tenang bawa bekal sendiri. Saking ramenya masjidil Harama, kalau ada yang tiba-tiba bagiin air zam-zam  menjelang buka rasanya senang banget..hihi karena saking antrinya di keran air zam zam. Nah bagiin zam-zam ini juga bisa jadi ladang pahala dan membantu orang-orang. Saya kebetulan waktu itu bawa tempat zam-zam yang 5 L yang bahannya dari plastik warna biru (Bpa Free-bisa beli di Bin Dawood). Awalnya buat konsumsi sendiri biar gk bolak-balik antri. Namun karena pas taraweh, saya dapat dibagian luar: udara agak panas, banyak yang kehauasan dan jarak ke kran zam-zam cukup jauh, akhirnya zam-zam tersebut bisa saya bagi-bagikan :)
Ide sedekah ini awalnya dari teman saya yang nitip :). Dan ada pelajaran yang menyentuh hati banget saya. Kadang kalau bersedekah di sini, kita sering tunda-tunda dan kadang sedikit perhitungan.
Namun pas disana, pengennya ta'jil yang kita bawa itu cepat di bagiin. Supaya saya jalannya lebih cepat tanpa tentengan. Dengan masjid seluas itu dan suhu udara yang setinggi itu (48derajat), cukup menguras tenaga menenteng2. Namun saya jadi mikir, wahh begini kalau harta kita bawa terus yaa.. akan ''memperberat'' kita. Enaknya di infakin dan disedekahin aja, biar gk jadi beban jadi kalau di hisab kelak gk lama-lama :).

Selain itu sedekah disini nagih. Pertama kali bagiin tajil di masjid Nabawi,  baru keluar toko yang dekat masjid, roti yang saya beli udah habis, padahal sampai gate luar masjid aja belum. Amaze banget saya pokoknya. Akhirnya saya balik ke toko, beli roti pie lagi di  bagiin di teras masjid. Namun ada satu mba-mba yang udah gk kebagian padahal dia sudah mengulurkan tangan. Rasanya pengen balik ke toko lagi, beli roti lagi tapi jam menunjukan sudah jam 6 sore. Kalau tidak segera ke Masjid, bisa jadi udah sulit cari tempat sholat.

Nah, sekian dulu sharingnya, catatan random, semoga bermanfaat :)

Jakarta, 30 Juni 2019

Hari Kamis adalah Hari Belanja di Groningen!

Kita flashback lagi yaa tentang Belanda..
Btw, ada hal menarik yang ingin saya tuliskan tentang pertokoan dan perkantoran di Belanda, bagaimana jam operasionalnya? Sebelum saya sampai Belanda, saya kira Belanda dan negara-negara Eropa lainnya ''modern'' banget. Definisi modern buat saya waktu itu, bakal banyak pusat-pusat perbelanjaan yang megah. Mungkin mirip singapore. Ternyata, saya tidak menemukan mall-mall yang megah seperti di Jakarta. Bentukannya lebih seperti komplek pertokoan atau istilahnya disebut Centrum.  Gk akan ada pusat perbelanjaan yang buka SETIAP HARI sampai jam 10 malam.  Apalagi hari minggu, toko-toko baru buka mulai jam 12 siang. Kecuali pertokoan di Amsterdam mungkin ya, karena daerah turis.

Dibanyak kota di Belanda, kalau toko-toko untuk fashion, paling jam 7 malam udah tutup. Sedangkan tipe-tipe mini market, ada juga yang buka sampai jam 10 namun itu hanya mini market dekat stasiun atau Centrum. Yang menarik adalah hanya hari kamis, seantero Belanda, toko-toko jam operasionalnya lebih lama dari hari biasanya
Kecuali Amsterdam, berikut jadwal buka tutup toko di Belanda:
  1. Senin-Rabu, jumát-Sabtu :jam 10.00 sd 18.00
  2. Kamis : 10.00-21.00
  3. Minggu : 12.00-17.00
Untuk mini market se jenis AH, ALDI, LIDL bukanya bervariasi namun umumnya buka dari jam 8.00 sd 18.00/20.00. Ada si beberapa toko yang dekat dengan Centrum buka sampai jam 10 malam. Namun khusus minggu, tetap mulai buka jam 12 siang. Dan setiap hari kamis, mini market yang tututpnya biasanya lebih awal jam 6 sore akan buka lebih lama.

Awal-awal nyampe Belanda, saya agak kagok dikit. Pertama, yang udah buka jam 7 pagi hanya kantin kampus atau coffe shop di dekat kampus atau stasiun. Bila berjalan-jalan ke centrum jam 6 sore, rata-rata toko udah tutup.  Kagoknya karena, kita kan orang Indonesia rata-rata morning person. Habis subuh, pasar dan toko jajajan untuk beli sarapan udah buka. Apalagi minggu pagi dan hari minggu pagi adalah hari bahagia banget buat jogging dan cari sarapan. Nah ini minggu pagi sampai jam 12 malah tutup.

Sampai sekarang saya belum tahu kenapa tiap hari kamis di tetapkan di Belanda jam operasional lebih lama. Bahkan termasuk perkantoran :D. Bisa di cek buka tutup Bank dan Kantor Gementee, pasti kamis operasionalnya lebih lama. Bank ING kalau hari kamis buka sampai jam 8 malam begitu juga Gementee. Karena jam buka tutup kantor dan toko yang bervariasi setiap toko/kantor setiap harinya, maka saya WAJIB ngecek google Biasanya jam buka tutup yang ditampilkan di google sudah update kok gk perlu buka website resminya. Beda banget dengan jadwal buka tutup kantor/toko di Indonesia hihi..pernah saya keliling hampir 1 jam mencari jasa pengiriman, di google katanya udah buka jam 9 pagi. Namun reaalisasinya baru buka jam 10/11 pagi hihi

Namun di balik itu, dengan jam buka tutup toko dan perkantoran demikian, kita diajarkan hidup efektif dan merencanakan agenda karena jam operasionalnya udah fix. Gk perlu juga sering-sering ke pasar /mall cuma buat beli cuci mata,  saya biasanya menjadikan hari kamis untuk berbelanja beberapa kebutuhan kalau memang butuh. Begitu juga untuk mengurus administrasi di Bank atau Gementee, kalau gk ke kejar hari biasa, saya akan datang hari kamis agak sorean. Oh iya khusus untuk ke gementee, jika datang di bawah jam 11 pagi maka bisa langsung go show. Namun jika diatas itu, maka harus buat appoitment dulu lewat website.

Selain efektif dan membuat saya sebagai pelanggan lebih disiplin, sebenarnya juga efektif lo buat si Penjual. Bahkan saya mikir, kenapa hari kamis yang bukanya lebih lama..apa mungkin berawal dari sebuah riset atau berawal dari sebuah peraturan pemerintah bahwa tiap hari senin, selasa, rabu, minggu pagi daya beli orang rendah sehingga toko-toko tidak perlu membuang-buang biaya operasional seperti biaya karwayawan, listrik.

Kadang saya mikir...apa benar ya pelanggan itu harus di manjakan ya? Atau sebenarnya hanya butuh informasi yang pasti? Seperti kepastian dalam hal kecil aja yaitu dalam jam operasional. Apalagi kepastian after sales service. Disadari atau tidak, banyak penjual memberikan harga-harga manis  diawal atas produk yang mereka jual istilah harga promo. Namun kelimpungan menjawab pertanyaan pelanggan bagaimana prosedur restitusi? bagaimana kalau barangnya rusak? Bagaimana kalau pelanggan berubah pikiran, gk jadi beli tipe yang A, pengennya Tipe B karena mungkin setelah dirumah baru kepikiran ternyata warna si B lebih unyu-unyu, pengen balikin barang yang dibeli tanpa alasan rusak lo hanya karena ''change my mind''? Saat saya di Belanda, semuanya bisa dan begitu mudah :D. Jadi sekalipun sering Belanja, saya juga sering balikin barang lo di Belanda. Bahkan Handphone yang udah saya gunakan seminggu, kemudian saya balikin karena seminggu kemudian HP yang hilang tersebut ditemukan di stasiun bus dan uang sayapun balik 100%, alasannya? Hanya ''change my mind''! hehe

Setelah ini saya akan cerita pengalaman saya balikin barang seperti HP,Laptop, JBL Headset hanya karena Change my mind! :D tanpa ribet sedikit pun.
Jakarta,
28 Juni 2019

Pengalaman Berlebaran di Masjidil Haram

Lanjut lagi yaaa, cerita umroh akhir ramadhan tahun ini..
Jika lebaran-lebaran sebelumnya saya lebih banyak haru-biru bisa bertemu keluarga besar di Padang dan Payakumbuh karena ketemunya cuma sekali setahun, lebaran kali ini, haru birunya karena berlebaran di masjidil haram.

Jika lebaran sebelumnya, hari-hari terakhir saya menghabiskan waktu untuk perjalanan mudik, menyiapkan oleh-oleh untuk saudara danmenata rumah, lebaran kali ini rasanya sederhana banget tapi berkesan. Malah gk ada kepikiran lebaran. Karena suasana 10 malam terakhir yang sangat meriah di masjidil haram.

Lebaran kali ini, di Mekah jatuh pada tanggal 4 Juni sedangkan di Indonesia tanggal 5 Juni. Pada tanggal 3 Juni, malam 29 Ramadhan saya tetap menyiapkan bekal ke masjid seperti biasa. Hari itu rasanya sedih banget, wah Ramadhan bakal berakhir. Benaran! Jika sebelumnya saya banyak baca caption/status/meme tentang sedihnya ramadhan meninggalkan kita, kali itulah saya benar-benar merasakan sedihnya tidak hanya sebatas caption/status/meme.

Seusai sholat magrib, lain dari biasanya saya mendengar ceramah berbahasa arab. Namun karena tanggal 29 Ramadhan itu saya agak demam, saya memilih istirahat di dinding masjid hampir ketiduran karena habis minum obat. Waktu saya tersentak, seorang wanita arab mengatakan kepada saya ''Eid MUbarak'' sambil menjabat tangan saya. Saya tebak sepertinya ceramah yang berbahasa arab tersebut isinya itu.

Saya langsung nyamperin suami yang lagi membaca Al-quran di shaf laki-laki.
''Uda, besok itu sudah lebaran'' ucap saya.
Suami pun terkejut dan expresi data ''ee..udah lebaran besok?''
hehe..ternyata expresi kami sama. Antara senang dan sedih. 

Senang karena menyongsong hari kemenangan, sedih karena masa-masa menunggu berbuka, menunggu tarawih, qiyamulail dan sahur serta hari-hari yang banyak disibukan dengan berzikir, bertafakur dan membaca alquran di masjid akan berlalu. Dan tidak lama setelah syawal akan kembali ke Indonesia, kembali dengan rutinitas.

Sayapun langsung balik ke hotel untuk mandi dan ganti baju. Saya mendengar pengalaman beberapa orang kalau sholat Ied, masjidil haram penuh. Paling tidak harus kembali lagi ke masjid jam 12 malam karena banyak pintu masuk yang akan ditutup.

Balik ke hotel setelah Isya, setelah mandi dan berganti baju, jam 11.30 malam saya balik lagi ke masjid. Rencana malam itu saya langsung tawaf mumpung agak sepi. Alhamdulillah bisa tawaf. Lagi-lagi, rasanya haru biru banget bisa tawaf pada malam menjelang ied. Pukul 01.00 malam, tawaf selesai saya langsung mencari tempat yang saat itu masih longgar lalu mengisi waktu membaca alquran, qiyamulail. Sekitar jam 2.30 saya mulai mengantuk dan mulai curi-curi tidur sambil menunggu subuh.

Kali ini lebaran berkesan banget. Kalau kata ibu-ibu sekamar saya, benar-benar berasa hari kemenangan. Karena 10 malam terkahir kita banyak menghabiskan waktu di masjid, tidur hanya satu atau dua jam. Tapi tahu gk energi yang Allah kasih saat ramadhan itu luar biasa. Bayangin ya, gk akan pernah merasa bosan menunggu waktu sholat berikutnya. Saya yang biasanya harus tidur minimal 7 jam kalau gk badan akan pegal-pegal dan mood gk bagus namun saat iktikaf tidurnya kepotong-potong tapi tetap lelap. Tertidur 20 menit aja rasanya udah lelap, rasa tidur udah lama banget tapi pas ngecek jam eh baru 20 menit. Ini gk pengalaman saya aja tapi juga pengalaman ibu-ibu ditempat saya. Jadi jangan takut kehabisan energi saat iktikaf dan tentunya tetap makan yang sehat-sehat supaya Allah lihat ikhtiar kita biar tetap fit selama iktikaf.

Sebagai penutup, seperti beberapa tulisan yang saya baca di pintu majid Nabawi, saat di Madinah
''May Allah Accept Our Worship'', semoga Allah menerima ibadah kita..

Tulisan yang sebenarnya udah sering kita dengar sehari-hari, namun kali itu mengena banget ke hati.
Rasanya kalimat itu menjelaskan, seberapa banyaknya ibadah kita belum tentu diterima Allah, belum tentu Allah ridho, jangan merasa paling wow karena secara kuantitatif.. bisa aja terlintas fikiran bahwa ibadah kita lebih banyak dari teman-teman kita yang mungkin lagi rempong nyiapin lebaran :(
Semoga kita tidak berhenti berharap mendapat ridho Allah. Semoga kita bisa menjaga ke ikhlasan hati beribadah, Lillahitaála!
Sekian dulu, in syaa allah akan saya lanjutkan dengan pengalaman iktikaf di masjidil haram dan apa saja yang perlu dipersiapakan :)
Jakarta, 23 Juni 2019

Pindah Ke Movenpick Hotel, Hajar Tower

Ijin saya lanjutkan lagi ya, pengalaman umroh akhir ramadhan tahun ini (2019).Seperti yang saya tuliskan di catatan sebelumnya, di Mekkah, jarak antara hotel kami dan masjidil haram cukup jauh. Sedangkan hotel-hotel di ring 1, masjidil haram harganya masih puluhan juta di 10 malam terakhir. Contoh hotel hotel ring 1 masjidil haram adalah hotel yang berada di zam zam Tower, Alsofwa Tower, Hajar Tower, Millenium Tower dan deretan Hotel yang sederet dengan hotel Intercontinental.

Karna memutuskan ikut sekamar ber 7, saya mulai cari hotel-hotel yang tersedia saat syawal. Mudah-mudahan harganya lebih terjangkau. Rencananya, kami mau minta ijin kepada tour leader setelah iktikaf selesai (Syawal) untuk mencari hotel yang lebih dekat dengan masjidil haram. Selain untuk beritirahat juga karena saya berharap lebih sering tawaf karena jaraknya lebih dekat. Karena pas iktikaf bawaan tas dan tentengan cukup banyak, ada bekal buka, sajadah tebal, jaket dan bekal sahur sehingga bawaan tasnya cukup berat untuk dibawa tawaf.

Ternyata saat tanggal 1 syawal, harga hotel yang belasan bahkan puluhan juta permalam turun drastis. Raffles yang saat 10 malam terkahir sudah 80 juta/kamar, saat syawal turun menjadi 5 jutaan per kamar. Bahkan hotel-hotel yang jaraknya 600 sd 700 m, ada yang dibawah 1 juta seperti Hilton dan Elaf. Setelah mempertimbangkan beberapa opsi, akhirnya pilihan jatuh ke Hotel Movenpick di Hajar Tower dengan harga 1,7 jt/Malam, setara bintang 5.

MasyaAllah..tabarakallah..rasanya senang banget, atas izin Allah bisa menginap di hotel yang dekat dengan masjidil haram dan dari kaca jendela bisa Indahnya masjidil haram. Dan sebenarnya saya juga bersyukur sebelumnya dapat hotel yang agak jauh dari masjid saat 10 malam terakhir, sehingga saya lebih banyak menghabiskan waktu di masjid dari pada tergoda tidur di hotel. Apalagi di dekat hotel banyak toko-toko bahkan dekat pasar sayur, mudah banget membeli kebutuhan sehari-hari tanpa antri lama seperti di Bin Dawood atau Hypermart Abraj.

Kalau review hotel Movenpick, bisa lihat di aplikasi-aplikasi pemesanan tiket. Bagusss banget. Kamarnya luas. Ada pantry kecil (kompor dan cerek listrik). Pilihan makan breakfastnya masih standar untuk sekelas hotel bintang 5 dan di dominasi makanan timur tengah.


Oh iya masih terkait hotel, sedikit flash back saat Haji 2017, saya menginap di hotel Fairmont di Zamzam Tower. Dibanding Movenpick, sama-sama bintang 5, pilihan makanan di fairmont lebih bervariasi dan berlimpah ruah. Beberapa ada menu Indonesia seperti bubur ayam dan soto ayam. Pilihan dessertnya saja bikin bingung yang makan haha. Untuk ngambil semua pilihan makanan sedikit-sedikit, cuma buat icip-icip saja sudah kenyang. Apalagi kalau masing-masing di ambil satu porsi :D. Masyaallah, pokoknya di manjaain banget sama travel haji nya..hehe untuk memulihkan energi setelah rangkaian ibadah haji selesai. In syaa allah ya :) nanti saya akan share pengalaman Haji 2017, saat saya masih sekolah di Belanda.


Jakarta, 23 Juni 2019

Berkunjung ke YES DELFT Business Incubator, Netherland

Dalam rangka mengumpulkan data untuk thesis, saya mengunjungi YES DELFT incubator untuk ikut dalam kegiatan Info Session. YES DELFT adalah inkubator terbaik di Belanda. Kegiatan info session ini di tujukan untuk umum, namun yang hadir waktu itu umumnya orang-orang yang sudah memiliki ide dan berencana untuk mendaftar di Yes Delft Incubator. Jangan kwatir bahasa pengantar yang digunakan adalah Inggris. Sekalipun nanti yang akan nanya-nanya orang sesama orang Belanda, komunikasinya tetap bahasa inggris. Karna inkubator ini berorientasi global. Talent yang diterima tidak hanya dari Belanda. Bahkan untuk start-up di bidang robotic, jika talent berasal luar negeri maka biaya perjalanan dari negaranya ke Belanda akan di biayai. Karena Robotic salah satu bidang yang lagi gencar2nya dilakukan pemerintahan Belanda saat itu.

Kegiatan info session ini di lead oleh Manager Talent. Kita diajak berkeliling ruangan Incubator yang konsepnya kayak cafe dan nyaman banget ala ala kantor google, lalu melihat prototype product, melihat kantor-kantor start-up dan terakhir akan ada sesi tanya jawab. Anw, sebuah start-up bisa lulus seleksi untuk bergabung di YES DELFT adalah satu hal yang prestisius. Dan proses seleksinya pun sangat ketat. Jika lulus, start-up tersebut akan mendapatkan kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan dukungan bisnis, pendanaan, networking.

Saya catat beberapa pendapat saya tentang Ikubator ini secara random yaa:
  1. Talent yang bisa bergabung dalam proses inkubasi tidak dibatasi dari negara manapun. Saat info session, saya mendapat info ada talent yang berasal dari China yang tergabung di YES DELFT. Dan ada juga seorang peserta yang berwarga negara India yang berminat bergabung di YES DELFT.
  2. Bahasa sehari-hari yang digunakan adalah Bahasa Inggris
  3.  YES DELFT tidak memberikan pendanaan kepada Talent, namun menghubungkan talent dengan calon investor. Siapa saja investor yang sudah bekerja sama dapat di cek pada website https://www.yesdelft.com. Justru inilah kekutan YES DELFT, jaringannya sangat luas dan kuat baik dengan pemerintah atau private sector.
  4. Fokus area talent yang bisa bergabung dalam proses inkubasi YES DELFT adalah bidang-bidang yang Hitect. Saat info session, Manager talentnya mengatakan tidak menerima Pizza Delivery App kecuali App yang bisa memiliki dampak sosial seperti app untuk menolong pengungsi.  Untuk saat ini YES DELFT fokus mengembangkan start-up di bidang: Artificial Inteligent, Aviation (Bidang baru saat ini, yang saat saya wawancara 2018 belum ada), Blockchain, Cleantech, Biotech, Conplex Tech, Edutech (Bidang baru juga), Medtech dan Robotic. Saat melakukan menghandiri info session ini, kami diperkenalkan dengan beberapa start-up salah sebuah start-up yang sedang merancang alat transportasi berbentuk kapsul yang kecepatan up to 1500 km/jam. Wow, amaze banget kan. Bahasa saya, start-up yang masuk ke DELFT ini ide-idenya agak imaginer..hihi
Sekilas saya lihat, fokus area antara start-up yang di bina di Inkubator YES DELFT dan Indonesia sangat berbeda. Di Indonesia, sedang gencar-gencarnya start-up yang berbasis App. Pengembangan start-up yang berbasis technologi seperti yang saya sebut diatas masih belum mendapat perhatian atau  memang sangat sedikit pelaku start-up yang bergerak dibidang tersebut. Untuk pertimbangan percepatan alih technologi, memungkinkan gk ya di inkubator di Indonesia menerima start-up asing untuk di kembangkan? Mungkin akan menjadi pro dan kontra. Namun tidak memungkinkan lo, dibuatkan skema yang bisa menguntungkan Inkubator di Indonesia atau start-up asing tersebut.

Mudah-mudahan Inkubator di Indonesia, dapat memperluas sebaran pusat-pusat riset yang ada di Indonesia. Selama ini hal-hal yang berbau technologi tinggi mungkin hanya dikembangkan di beberapa institusi pemerintah dan perguruan tinggi. Pelaku start-up dapat menemukan inkubator yang dapat mesupport usaha mereka di fase awal lebih mudah, baik inkubator yang di support oleh pemerintah, perguruan ataupun di support oleh perusahaan swasta dan BUMN.
Jakarta, 20 Juni 2019

Talk with my Pakistan-British Friend: Jiwa Kewirausahaan Anak Muda di Negara Berkembang vs di Negara Maju

Flasback lagi, waktu kuliah di Inggris.
Sewaktu double degree di UK, saya punya seorang teman British keturunan pakistan. Wajahnya pakistan, tapi ngomongnya British banget. Berhijab dan lagi mencari jati diri hihi. Pertemuan kami tidak sengaja terjadi disebuah supermarket dekat rumah. Saya senyum..eh ternyata ada kasir yang berhijab. Dia juga senyum ke saya, karena memang kawasan tempat tinggal saya di Barhill, Cambridge jarang pendatang.

Secara tidak sadar, ternyata kita sering satu bus. Karena setiap ketemu dandanya formal, saya kira beliau sudah dewasa. Ternyata suatu waktu saya ketemu dia di kampus dan kita saling lihat-lihatan..saya mikir pernah ketemu dimana yaa. Kemudian kita sama-sama ingat..ya Ampun ternyata kita sering satu bus, tinggal tetanggaan dan pernah ketemu di Tesco. Selanjutnya kita sering ketemu  di tempat sholat kampus. Kemudian saya baru tahu kalau dia masih muda banget, belum lulus S1 hihi. Jauh banget usianya dari saya.

Suatu hari setelah sholat zuhur beliau bertanya ke saya, kamu mau gk kerja part time? Supermarket tempat saya bekerja lagi butuh orang. Wow, selama jadi student saya belum kebayang part time. Pertama karna susah banget cari part time di Belanda karna alasan bahasa dan buadaya Kedua, saya dikampus juga masih ngos ngosan, masih butuh banyak waktu ngejar ketertinggalan.

Namun tawaran tersebut menjadi menarik buat saya, ketika beasiswa saya yang berbentuk Euro harus di konversi ke Ponds untuk biaya hidup selama satu semester di Inggris hihi. Beliau mau bantuin saya mengantarkan berkas. Kemudian saya baru ingat, ternyata visa saya shorterm student karna hanya satu semester sehinggan tidak diperbolehkan mencari pekerjaan sampingan.

Sejak itu kami jadi sering ketemu. Pulang bareng naik bus jika pulang larut malam. Ibunya juga baik, adik yang baru umur 9 tahun pernah ngajarin saya bikin kue :D. Sejak itu saya behasil bikin bolu dan jadi hobi setelahnya.

Suatu hari saya sempat tanya-tanya ke teman saya itu, kamu bekerja sejak umur berapa? Dia bilang dia pertama kali kerja di sebuah toko baju dekat rumah saat umur 16 tahun, ngambil shift malam karena siang sekolah full. Wow batin saya. Beliau kerja part time bukan karena tuntutan ekonomi keluarga lo, karna tergolong keluarga mampu. Cuma dia ingin bekerja supaya bisa beli semua kebutuhannya. Lalu teman saya menunjukan kasur ini, iphone, macbook hasil jerih payah saya, katanya dengan bangga.

Lalu saya bertanya, kalau kelak lulus kamu ingin bekerja di mana? Dia jawab belum tahu..saya mengerti si. Karena di sini orang bisa cukup penghasilannya hanya dengan punya 2 atau 3 partime, tidak perlu bekerja di perusahaan bonafide. Berkerja di perusahaan besar tersebut sebagian karna faktor idealisme dan prestise.

Iseng-iseng saya nanya lagi, kamu kan tinggal di negara yang saya bilang ''serba cukup'', kamu kepikiran gk si buka usaha kecil kecilan? Membuka usaha yang bisa memberikan pekerjaan untuk orang lain.

Lalu dia menjawab : '' Tidak'', kalau pun saya ingin memberikan impact sosial saya memilih menjadi volunteer dinegara berkembang seperti Africa, membantu orang-orang disana dalam sebuah kegiatan sosial.

Memang definisi enteprenuership itu luas banget. Pedangan kaki lima yang berani buka usaha belum tentu punya jiwa kewirausahaan kuat. Saya pernah dengar celetukan seseorang, di Indonesia ini banyak enteprenuer by kepepet, the power of kepepet. hihihi. Udah gk dapat pekerjaan tetap, baru keipikiran buka usaha.

Namun sadar gk si, kesini-kesininya pilihan profesi anak muda ketika mau buka usaha baru atau istilah kerennya start-up menjadi pilihan yang keren banget. Berjualan atau berbisnis bukan lagi identik dengan butuh uang tapi lebih ke ''passion''. Kalau di bandingkan dengan kondisi saat ini, tentu saya akan bilang..anak anak muda di negara saya jiwa enteprenuershipnya lebih kuat dibanding Inggris. Usaha apa saja bisa kita temukan, fashion, kuliner, IT, logistis yang di rintis anak-anak muda.
Namun kemudian saya berfikir kembali, jangan-jangan Inggris sebelum jadi negara semaju ini puluhan tahun yang lalu anak mudanya juga semangat dan gregetnya seperti anak Indonesia zaman sekarang.

Secara individu mungkin saat ini, anak mudanya udah gk termotivasi membuka usaha. Namun secara agregat sebagai sebuah negara, sebenarnya mereka sudah melewati fase tersebut. Usaha-usaha kecil tersebut udah di rintis dari dulu-dulu. Nah sekaranglah baru perusahaan tersebut membesar, sehingga seolah tidak ada lagi usaha-usaha kecil.

Jakarta, 17 June 2019
*Rehat kantor habis Asyar