[ Netherlands Story ] Heavy Snow, Red Warning !!!






Setelah melihat salju pertama yang turun di tahun ini tanggal 8 Des kemaren, esok hari harinya ketika ke Enschede saya jadi terkaget taget..hehe..wew hujan salju lebat (Subhanallah). Padahal ketika berangkat dari Groningen, saya kepedean gk bawa persiapan apa apa seperti payung, topi dan sepatu boot karna pendapat sebagian orang bahwa kalau Groningen gk salju di Belanda bagian lain juga gk akan salju. Karna Groningen ini paling utara dan riwayat dari tahun ke tahun Groningen saljunya lebih tebal dibanding tempat lain yang lebih ke tengah atau ke selatan. 

Tanggal 9 Dec kemaren, saya menghadiri undangan Mba kamia. Silaturahim dengan beberapa teman yang berangkat haji bersama di tahun ini. Alhamdulillah, tahun ini saya di beri Allah kesempatan berangkat haji dari Belanda. Mba Kamia tinggal di Enschede, Belanda bagian tengah yang berbatas 4 km ke Jerman. Singkat cerita, sepanjang perjalanan ternyata heavy snow. Saya takjub lo takjub hehehe..segala sesuatu yang berhubungan dengan alam bagi saya menarik. Seperti musim gugur, winter, musim semi, sesuatu yang belum pernah saya lihat karna terlahir dan besar di negara tropis.

Berkesan sekali buat saya perjalanan ke Enschede kemaren sambil melihat salju yang turun dari balik jendela kereta #eaaa. Sampai stasiun hujan saljunya semakin besar. Walaupun ini tahun ke-2 saya di Belanda, tapi seingat saya salju tahun kemaren tidak sehebat tahun ini. Bahkan suatu pagi setelah subuhan tahun lalu, saya tidak ngeh kalau malam itu akan turun salju. Pas buka jendela...waahh..putih semua. Dalam hati saya, apakah ini salju? apakah ini salju? Apakah ini Salju? sambil saya pegang pegang hahaha..(saya si gk apa-apa di bilang norak untuk hal yang begini. Jaim-jaim rugi, nanti balik ke Indo salju begini akan ngangenin haha)

Saya pertama kali melihat salju waktu di Jepang, dalam perjalanan ke sky resort di Hida Kanayama (mudah-mudahan gk salah spelling). Tapi kali ini lebih wow, karna sore hari saat pulang ke rumah saya masih melihat jalanan masih normal dan taman dekat rumah yang jadi favorit saya untuk duduk sejenak dan ngasih makan itik-itik di kolam kondisinya juga normal. Jadi ketika bagun pagi, melihat semuanya putihhhh se putih putihnya..mmm..no words, Allah menurunkan es yang sangat halus dari langitNya. Siapa yang gk kaget coba. Apalagi kan saju kalo turunnya gk gladak gluduk. Tapi ada juga salju turun bercampur bongkahan es dan air hujan, sehingga kita bisa dengar..oh lagi hujan karna kedengaran ada suara dari genteng dan pasti lihat ke jendela.  Sepertinya, salju yang pertama kali saya lihat tahun itu turun murni hanya salju karna tidak terdengar air/es yang turun ke genteng karna salju tekstur nya lembut. Wajar juga kan kaget ketika buka teras ada tumpukan es kira kira se tinggi 10 cm.

Ok, kembali ke topik. Jadi dalam perjalanan ke Enschede saya telat sampai di tempat mba Kamia. Ternyata beberapa teman telat karna storing. Alhamdulillah dari Groningen lancar. Saya telat, karna hujan saljunya terlalu kencang dan angin. Sehingga jalan sedikit menerobos hujan salju saja jaket saya langsung putih putih. Saya juga tidak akan bisa jalan kencang-kencang apalagi lari karna salju kalau di injak licin. Akhirnya, saya isi waktu dengan menikmati salju yan turun dari jendela stasiun dan halte bus dan mengabadikan beberapa moment.

Enschede, 8 December 2017

Malam hari saya kembali ke Groningen, setelah kekenyangan haha. Mba kamia membuat hidangan BBQ. Tapi simple dan bisa jadi ide buat menjamu tamu. Alat BBQ nya hanya di meja makan, gk perlu di taman terbuka. Pakai alat BBQ kecil. Jadi sambil dagingnya matang, sambil ngobrol. Bisa juga ya, kalau konsep makanannya di ganti dengan shabu shabu atau steam boat ala ala jepang korea hehehe. Buat yang belum pengalaman banget menjamu tamu kayak saya, ini bisa jadi ide hehe.

Sampai jam 8 malam di Groningen pun, saya tidak melihat sisa salju sedikitpun. Sepertinya daerah bagian tengah Belanda lebih dulu bersalju di banding utara tahun ini. Tapi kemudian saya mendapat info kalau besok red warning untuk hujan salju, hampir seluruh Belanda. Ternyata benar-benar red warning. Mulai dari jam 12 siang sampai lusanya. Waktu salju jam 12 siang itu saya masih sempat naik sepeda ke stasiun. Kenapa coba? hehehe..saya lupa check in ketika turun dari kereta.  Saya pikir mungkin check in sekarang masih bisa (karna masih hari minggu) karna kartu kereta saya berlangganan gratis akhir pekan (Weekend Vrij). Alhamdulillah bisa check in, mudah-mudahan gk apa-apa. Karna kalau lupa check in kena denda dan kalau 3 kali lupa check in kartu kita akan di blok. Sampai di rumah sayapun langsung mendaftarkan paket NS Extra untuk alarm kalau lupa check in.

Pulang dari stasiun saya pulang menghadang salju naik salju, waaahh dingin sekali. Tapi feeling of fantastic. Sampai saya dalam hati gk berhenti henti berucap "Allah, Indah sekali salju yang engkau" hehe. Buat orang tropis kayak saya memang indah. Apalagi malamnya masih salju lebat. Tirai jendela kamar saya buka lebar sehingga pool melihat salju yang turun. Beautiful! dikombinasikan dengan secangkir kopi panas dan JURNAL! hehe. Kombinasi salju dan kopi nya si pas. Tapi kalau dengan Jurnal?haha, bukannya lebih cocok di padupadankan dengan buku-buku kontemporer. Bagi-bagi saya si Indah-indah saja wkwkw apalagi kalau submit thesis sudah mendekati deadline, terasa indaah banget haha.

Esok paginya adalah hari Senin dan red warning masih berlangsung. Biasanya Senin itu saya kondisikan untuk menggarap thesis dengan fokus tinggi lagi. Benar-benar jam kerjanya buat "thesis". Tapi karna kemaren salju besar, saya alokasikan waktu..pagi ini saya mau main-main..hehehe. Saya mau mulai belajar nanti siang aja. Saya mau photo session haha di dekat pohon berbaris. Jalur sepeda saya lalui kalau ke kampus. Ternyata alhamdulillah, pilihan saya gk salah. Pemandangan yang saya dapat benar-benar seperti sureal!Saya gurantee, kamera saya gk bisa mewakili keindahan yang saya lihat saat itu. Apalagi video, karna kamera yang saya pakai untuk low light hasil videonya menurut saya kurang maximal. Tapi untuk pencahayaan yang normal, hasilnya videonya sangat bagus.



Saya pikir, saya mungkin terlihat sangat nyentrik: berhijab, bawa kamera dan tripod kecil. Tripod yang saya beli ini memang lebih kecil dari pada tripod saya yang hilang dari bagasi sepeda hehe. Walaupun saya sedih tripod itu diambil orang tapi saya senang menemukan tripod yang kecil, ringan dan kalau dilipat bisa muat ransel saya. Ukurannya besar sedikit dari payung lipat lah, kalau di buka tingginya lebih kurang 1,5 meter. Tapi saya semakin cuek, karna ada yang lebih awkward dari saya. Ngapain coba? Jogging di jalan yang bersalju..wkwk. Malah ada yang jumpa, salju lagi turun-turunya tetap jogging hehehe. Selama saya mengambil foto foto terseuby ada sekitar 3 orang ngajak saya ngobrol. Ada ibu ibu yang baru ngantar anaknya ke sekolah, kemudian ngajak saya ngobrol dan ngajak saya minum kopi..hehe tapi saya tolak dengan halus. Ada juga seorang bapak yang dia sendiri orang Belanda dan sudah lama tinggal di daerah itu tapi masih terkesima melihat salju yang menutupi pohon-pohon berbaris dan cerita dulu waktu saya kecil sungai ini area main ice skating saya kalau winter. Karena mereka excited melihat saya menfoto tumpukan salju di pohon-pohon, loteng, kicir angin..ahh saya semakin cuek aja photo dengan macam-macam gaya haha.

Sore hari, saya penasaran melihat kondisi jalan terkini. Lalu saya pakai coat, jas hujan dan payung jalan kaki menelusuri jalan yang biasa saya lewati kalau ke Centrum. Niatnya si hanya sampai sebuah sekolahan. Tapi karna ramai saya jalan terus. Dan sepanjang jalan saya melihat banyak anak-anak bermain selucuran dan lemparan-leparan salju. Sampai tidak saya sadari saya berjalan lebih kurang saya berjalan 3 km. Pulang-pergi berati 6 km hihihi. Saya kira jalan-jalan akan menyeramkan karna orang-orang akan tetap di rumah dan karna jalur tersebut adalah sepeda, saya kira pasti sepiii banget. Ternyata banyak sekali yang masih bersepeda ditengah hujan salju dan gelap dan beberapa jalan kaki. Sepertinya karna bus tidak beroperasi normal sehingga jalan kaki dan bersepeda menjadi pilihan.

Mungkin tidak semua orang mau melakukan hal seperti saya. Berfoto disalju yang tebal dan dingin atau berjalan pakai payung ketika salju lagi lebat-lebatnya. Mungkin ada yang bilang, ish ngapain, cari gara-gara, sakit, tergelincir. Tapi jujur saya merasa bersyukur melakukan challenge tersebut karna buka fenomena yang ditemukan tiap hari. Tentu, keluar rumah baca doĆ” dulu. Dan sepanjang jalan niatkan berzikir. Saya memang penyuka alam. Kalau di suruh pilih jalan-jalan antara Paris dan Norwegia Saya akan pilih Norwegia sekalipun katanya paris itu ikon Eropa. Walaupun saya belum pernah ke Norwey, tapi saya suka menonton sebuah siaran di Natioanal Geographic menghadirkan scene negara-negara nordic: Lembah, sungai, perbukitan hijau dan udaranya yang adem. Mudah-mudahan sebelum pulang ada rezeki kesana.

Menyaksikan salju turun dari langit, pohon berbaris yang sering saya lewati memutiihhh kemudian melihat langit mulai gelap diganti nyala lampu di tiap rumah yang putih karna karna ditutupi salju, bagi saya  semua itu pemandangan yang cantik sekali. Saya gk mau baper-baperan melihat foto dan video yang saya ambil selama salju besar kemaren. Saya ingin ketika melihatnya beberapa tahun kemudian, yang terucap hanya rasa syukur..syukur..syukur karena diberi Allah kesempatan untuk perjalanan sejauh ini.


Groningen, 9 Dec 2017











[ Netherlands Story ] Salju Pertama di Tahun ini

Groningen, 9 Desember 2017

Saya tidak tahu persis, kapan tepat nya pertama kali turun salju di tahun ini tapi pertama kali yang bisa saya lihat kasat mata adalah tanggal 8 Des 2017. Saya pikir, salju tahun ini akan turun di Januari seperti tahun sebelumnya. Kebetulan beberapa hari yang lalu, saya cek cuaca hingga Januari, saya tidak melihat jadwal salju yag cukup tebal di Des, mmm atau mungkin saya salah lihat hehe.

Saat saya menulis ini, salju turun sedang tebal tebalnya. Bagi saya tumpukan es di pohon, loteng rumah dan jalan-jalan kelihat cantik sekali. Bahkan ketika bongkahan salju tersebut turun dari langit.terkesan bagus dan romantis dari balik jendela hihihi.

Tanggal 8 Des itu, saya baru sadar kalau turun salju setelah saya keluar dari perpustakaan pusat. Yang bule bule, pasti reaksinya biasa saja tapi saya takjubnya luar biasa wkwkw. Kalau orang lain jadi saya,  saat melihat salju turun mungkin sepedanya akan di tinggal dan kemudian pulang naik bus karna dingin dan menganggu pandangan, Eh, saya malah menikmati mengayuh sepeda 5 km dan membiarkan salju menempel ke jaket saya dan muka dan sekali kali ketelan heheh. Apalagi waktu itu senja menjelang malam dan salju turun, seperti...di film film kartun haha.

Dulu saya sering sekali search image google dan youtube, salju di negara ini, negara itu dan alhamdulillah kali ini merasakan langsung. 

Saat perjalan pulang kerumah tersebut yang saya rasakan..Speechless ! melihat sesuatu yang tidak saya lihat di kampung halaman saya yang tropis. Feeling blessing, dream comes true dan membuat saya flashback sepanjang mengayuh sepeda sekaligus membayangkan nanti ketika saya sudah tidak di Belanda.  I will do miss it..


[Usaha Mungil ] Marketplace Online Belanda vs Indonesia Vs Inggris

Pernah berbelanja online selain di indonesia, sepertinya menarik juga untuk di tuliskan. Kali ini saya akan ceritakan pengalaman saya selama berbelaja online di Belanda dan Inggris dan tentunya akan di bandingkan dengan Indonesia. Awalnya si tulisan ini saya rencanakan singkat-singkat saja hehe. Tapi setelah di tulis, lumayan banyaaaak yang ingin di tuliskan. Supaya lebih ringkas, saya coba tulisakan dalam 3 aspek: Siapa aja pemain di online market tersebut, kurir dan kualitas produk dan layanan.

Belanja Online di Indonesia

Sepertinya sebagian besar generasi ke kinian di indonesia, pasti kenal dengan Tokopedia, Bukalapak dan Lazada dong. Yes, ini memang tiga toko online ke sayangan saya hehe. Di Indonesia pertumbuhan market place online cukup fantastis. Awalnya di dominasi oleh Lazada tapi di waktu yang hampir bersamaan dan dalam waktu yang relatif singkat marketplace online baru bermunculan . Sebut saja, bukalapak, tokopedia, blibli, blanja, elevenia, mataharimall, shopee, zalora, bhineka. Ini baru market place yang menjual segala jenis barang lo..belum yang spesifik ke item tertentu sebut saja Hijub, Sociollo (untuk skincare dan cosmetic), Qlapa untuk barang-barang UKM.

Pertumbuhan transaksi e-commerce juga di dukung dengan semakin tingginya akses pemakai internet dan semakin bagusnya layanan jasa expedisi. Sebut saja JNE yang cabangnya ada dimana-mana. Bahkan sebagian cabang ada yang buka dari jam 7 pagi sampai jam 11 malam termasuk sabtu dan minggu. Tidak mau kalah, Pos Indonesia sebagai incumbent dalam jasa expedisipun mulai bertransformasi. Dulu, you knowlah..cabangnya dikit banget. Sekarang sepertinya post indonesia sudah di wara labakan seperti JNE. Selain itu, pertumbuhan jasa kurir barupun luar biasa cepatnya seperti Wahana,  dan si-Cepat yang dengar-dengar menawarkan harga yang lebih murah dan menguntungkan bagi pengiriman paket-paket berjumlah besar.

Di Indonesia, tidak semua toko fisik punya toko onlinenya. Menurut saya ini di picu karna  sebagian besar kita masih lebih nyaman jika berbelanja dengan melihat barangnya langsung. Apalagi kebijakan pengembalian barang yang tidak semudah seperti toko toko online yang ada di dua negara yang nanti akan saya ceritakan. Sehingga sebagai konsumen, saya  sendiripun akan sedikit hati hati untuk membeli barang di toko online karna tidak ada pihak perantara yang bisa mengamankan sistem pembayaran kalau terjadi apa apa dengan barang yang di pesan. Di Indonesia saya lebih prefer belanja online hanya di market place online seperti Buka Lapak, Tokped dan Lazada. Pertama, pengirimana barang bisa di tracking, ada perantara dalam pembayaran dan yang tidak kalah penting kalau tokonya "macam-macam'' saya bisa kasih review jelek dan pastinya jalur pengaduan ke admin pun sangat terbuka.

Sejauh ini, saya belum ada keluhan sebagai pembeli di toko online tersebut. Hanya saja masalah ke aslian barang dimana kita sebagai pembeli "picky" banget. Tapi karna ada review online, penjual pada umumnya tidak akan berani menjual barang tidak sesuai kriteria karna sekali dapat review tidak bagus maka tidak akan bisa di hapus. Kalau sebuah barang branded di jual dengan harga murah, sebagai pembeli kita sangat mudah menilai apakah produk yang asli atau KW. 

Tetapi ini gampang-gampang susah hehehe. Kenapa begitu? kadang sebagian pembeli memang sengaja cari produk KW. Sebagian mungkin karna ingin terlihat wow, sebagian karna desainnya lucu dan sesuai budget, sebagian malah beli gk ngerti dengan merek merek hehehe yang penting lucu. What everlah..apakah mereknya, Prada, Burberry, Guess, Fossil. Apapun mereknya, kalau tas KW bisa dibanderol dengan harga yang sama-sama hehe. Tapi kadang memang tas-tas KW itu bagus (sesuai harga) dan modenya lucu lucu, malah lebih lucu dari seri aslinya lebih tepatnya di seri tas aslinya malah gk ada model tersebut hahaha tapi lucu. Saya sendiri jujur, belum pernah beli barang KW di ol shop. Bagi saya produk-produk keluaran matahari department store sudah diatas rata-rata . Apalagi dulu saya gk ngerti merek dan barang mahal tersebut gk bisa ditemukan di kota saya..haha. Dan pastinya, saya lebih bangga pakai produk lokal yang menggunakan merek sendiri. 


 Nah pas di Belanda atau di Inggris, barang-barang yang biasanya di KW-in di Indonesia, produk aslinya sangat mudah ditemui disini dan tidak semua kategori barang mewah. Sebut sajalah Zara. Contoh lainnya Sneaker :D.  Sebelum ke Belanda, saya pernah beli Sktecher dengan harga 1,5 juta haha. Sumpah, saya belum pernah beli sepatu semahal itu karna memang saya buka penggila sneaker.  Ternyata setelah sampai di Belana, toko sneaker dimana-mana. Gk masalah harga aja, gk murah murah banget sih tapi sering sale, trusss yang bikin kita gila modelnya lucu lucu dan pilihan warnanya banyaaaak.

Belanja Online di Belanda

Kalau di Belanda, pasti pada tahu bol.com dong hehe. Apalagi buat mahasiswa, bisa beli buku baru dan pre-love dengan harga cukup murah. Bol itu sebenarnya marketplace online seperti Bukalapak, Tokped dan Lazada. Bedanya, Bol sendiri juga ikut menjual barang selain toko toko lain yang juga terdaftar sebagai tenant di bol.com. Lebih kurang mirip Amazon. Amazon kan jual barang-barang produksi sendiri tapi juga banyak toko toko lain yang juga berpastisipasi sebagai seller.

Aturan after sales servicenya mengikuti ketentuan Bol.com. Kalau BL dan Tokped beberapa aturan pengembalian barang misalnya, di atur oleh seller.  Ada seller yang menerima retour barang ada yang tidak. Standar untuk upload foto produk juga  mengunakan latar putih seperti di Amazon atau Lazada. Kalau BL dan Tokped, tampilan foto produk di serahkan ke seller masing-masing tanpa proses kurasi.

Hampir semua toko fisik di Belanda punya toko onlinennya. Bahkan toko asia yang cukup populer disini, Amazing Oriental juga ada versi onlineya. Hal yang menarik di Belanda, semua toko baik versi toko fisik ataupun toko online menerapkan kebijakan after sales service yang sama. Rata-rata jangka waktu pengembalian barang 28 hari setelah pembelian, malah ada yang lebih.  Misalnya, akhir November yang lalu saya beli winter coat dan bisa di retour s.d tanggal 21 Januari 2018...hehehe. Buat saya pribadi, sebagai pelanggan merasa aman dan terlindungi kalau berbelanja di sini. Bahkan beberapa kali saya beli barang yang saya masih ragu cocok atau tidak buat saya, tapi saya senang warnanya. Saya beli karna stoknya tinggal satu, ketika sampai di rumah..beberapa hari, saya pandang-pandang, saya coba apakah benar-benar nyaman di pakai atau tidak, kemudian saya berubah pikiran karna bahannya mudah kerut akhirnya saya balikin..hehe dengan syarat label jangan sampai copot. Saat pengembalian pun, kita tidak akan ditanya sedikitpun kenapa dikembalik kan. dan senyum  kasirnya tetap seramah saat kita membeli.

Untuk expedisi, di Belanda cukup bagus menurut saya di Banding Inggris sekalipun. Karna jasa pengiriman barang sudah di handle beberapa toko yang kerjasama dengan Post.nl. Seperti supermarket  JUMBO dan AH yang cabangnya ada dimanana-mana. Atau di toko toko buku dan alat tulis seperti Primera dan Cigo. Jadi kita bisa kirim barang kapan dan dimanapun selama toko-toko tersebut buka. 

Selain itu, kita juga bisa pick up paket kita di beberapa toko tersebut. Biasanya saat melakukan order online kita yang akan pilih expedisinya tentang berapa hari barang tersebut ingin terima dan jam berapa akan di delivery ke rumah. Kalau kita seharian tidak di rumah, bisa di ambil di beberapa supermarket dan pertokoan yang sudah kerjasam dengan Post.nl tersebut. Saya pernah beli laptop online, karna seharian tidak dirumah. Lalu saya pilih opsi di delivery ke supermarket JUMBO yang paling dekat dengan rumah. Setelah sampai rumah jam 9 malam, karna toko masih buka, paket laptop pun saya ambil.

Oh ya satu lagi, web jual beli online yang terkenal di Belanda adalah Markplaats. Markplaast ini lebih mirip OLX sebenarnya.  Ada yang ingin jual barang yang udah gk di pakai, trus tawar-tawaran trus serah terima barang dan uang. Biasanya si penjual dan pembeli janjian di stasiun atau di tempat umum lainnya  untuk penyerahan barang. Markplaat ini paling sering di gunakan untuk jual beli sepeda 2nd hand dengan harg yang jauh lebih murah dari pada beli di toko. Kalau belanja di Markplaat ini, tidak bisa terburu-buru dan bukan untuk barang kebutuhan mendesak. Karna kita ada proses balas-balasan pesan dengan si pembeli.

Oh ya, saya pernah beli mesin jahit Singer hihihi..padahal belum saya pakai sampai sekarang dan saya memang belum lancar menjahit. Tapi karna harganya murah, di banding harga di Indonesia akhirnya saya beli.  Nanti aja kalau thesis udah lewat masa-masa kritis baru mesinnya di otak atik.


Belanja Online di Inggris.


Sama dengan di Belanda, rata-rata toko fisik di Inggris juga ada toko onlinenya. Yang berbeda sedikit adalah, disini pengguna Ebay aktif sekali. Selama di Belanda saya jarang mendengar orang Belanja di Ebay hehe. Iseng-iseng saya coba bandingkan, ternyata Ebay di UK barang yang di jual banyak sekali.  E bay memang terkenal dengan sistem Bid nya terutama untuk barang-barang yang pre-love. Biasanya pada ngincer, Brand New With Tag.  Barangnya baru, masih ada labelnya. Biasanya yang di sasar barang-barang midle up class.

Oh ya, di Inggris khususnya di tempat saya pernah tinggal di kota Cambridge akan banyak ditemui toko toko charity shop yang menjual barang-barang 2nd hand. Biasanya sering di gunakan mahasiswa untuk perlengkapan kost an- hehe. Kayak beli lemari, meja strikaan. Tidak hanya menjual perkakas rumah, tapi juga menjual barang-barang fashion, buku buku, barang-barang vintage. Banyak saya lihat yang berburu tas dan sepatu boot dengan harga sangat miring dan kualitas masih bagus.  Toko-toko charity ini di kelola oleh beberapa saya besar di Inggris seperti: Cancer Research, British Heart Foundation, Scope-kalau gk salah scope ini untuk anak anak penyandang cacat, ada juga di kelola oleh yayasan penderita buta dan tuli. Kalau ingin iseng-iseng lihat, bisa jalan di sepanjang Burleigh Street. Toko-tokonya di kelola sangat profesional. Saya tahu awal nya karna salah masuk toko hehe karna saya pikir butik..hehe.  Sungguh, toko toko charity di sepanjang jalan Burleigh Street tersebut tidak terlihat seperti toko lusuh malah kayak factoty outlet dan rame pengunjung. Barang yang di jualpun beraneka ragam, yang paling banyak itu hiasan rumah, buku buku yang bisa dibanderol 1 ponds dapat 3, sepatu boot kulit dan mainan anak-anak.

Kalau masalah jasa pengiriman, Belanda tetap lebih nyaman (menurut saya loh yaa). Apa mungkin karna saya tinggal di pinggir kota Cambridge ya. Jadi gk begitu banyak titik pengiriman barang seperti di Belanda yang sudah kerjasama dengan beberapa jaringan supermarket. Kalau kita tidak dirumah, biasanya paket dititip di tetangga. Kalau tetangga kiri kanan rumahnya juga kosong, maka kita ambil sendiri ke kantor post pusat di kota (nahh, bagian ini yang malas, jauh hehe) atau minta di re-delivery sesuai hari dan jam kita di rumah (berarti kita nunggu lagi). Lalu saya tidak memilih, jam berapa barang tersebut akan disampai dirumah, pagi siang, malam.

Kalau di Belanda, yang teknis2 begini lebih effektif.  Pertama, diawal kita bisa pilih kelompok waktu delivery nya dan di informasikan max paket tersebut akan di terima jam berapa. Kalau tidak ada pilihan jam spesifik dan kita tidak di rumah biasanya akan dititip di tetangga. Menariknya, kalau rumah dekat oko toko yang kerjasama dengan Post.nl, kita bisa pilih opsi di pick up di toko. Dan beberapa toko online, memberikan jasa kirim gratis jika  alamat pengiriman ke alamat toko toko yang ber kerja sama dengan post tersebut. Dulu pernah di bahas di kelas  saya mata kuliah Supply Chain, karna memang cost terbesar dari biaya expedisi itu ketika diantar dari rumah ke rumah satu persatu. Tapi kalau di pool di satu tempat, si toko bisa me -reduce biaya kirim dan malah dikasih cuma cuma  ke pelanggan alias gratis.

Kalau kualitas barang, Belanda dan Inggris sama. Tabu menjual barang-barang KW. Mereka sangat tegas dalam pencatutan merek dagang yang sudah dipatentkan atau terdaftar. Contoh saja, install Ms. Office di window. Kalau di indonesia, katanya bisa ditemukan bajakannya. Disini, minta tolong sama teman yang mahir IT, sangat mudah bagi mereka. Tapi dengar-dengar (sy belum megalaminya), kalau laptop kita rusak dan ketika di perbaiki ketahuan kalau kita memakai software bajakan maka toko reparasinya tidak akan bersedia memperbaiki, malah bisa di laporkan. Coba saya crosscek lagi infonya ya..wkwkw..kalau tidak salah ingat informasi ini saya dapat saat pre-departure.

Rata-rata batas waktu pengembalian (retour) barang, Inggris dan Belanda sama. Di Inggris itu, saya senang melihat supermarket Tesco nya sih wkwkw. Kalau yang dekat kost saya dulu, kompleknya luas banget. Bisa order online dan sangat flexible, langsung barang sampai kerumah esok paginya. Karna mereka langsung yang mengirimkan bukan dikirim melalui pos. Kalau di Belanda, saya belum pernah dengar orang beli produk produk segar secara online dan minta di delivery.

Demikian ya, hasil perbandingan random saya tentang pengalaman Belanja di Indonesia, Inggris dan Belanda. Kalau ada yang lupa saya tulisakan maka akan saya tulis di part two. hehe