[Thesis Story] Metode Penelitian
Pertama Kali Bikin Rendang di Belanda
Dalam rangka mendukung diet
ketofasting..hehe..saya mulau kreatif mengolah makanan supaya gk bosan ketika
makan lemak lagi dan lemak lagi. Tapi kalau masaknya setiap waktu makan, maka
akan jadi tidak flexible dan lumayan banyak waktu saya di dapur. Tapi kalau
makanan di stok, sering timbul rasa bosan dan tentunya kurang fresh.
Satu satu nya makanan yang enak di stok lama
itu rendang. Yayy..hari ini saya bikin rendang. Tips nya dikasih bu Harce, ibu satu kamar dengan saya saat Haji 2017.
Bumbu yang dikasih sama si Ibu persis banget kayak bumbu gule. Bedanya adalah:
1) semua bahannya di blender, termasuk serai, lengkuas, daun jeruk; 2) Memakai
santan blok, Karena kan disini gk mungkin dapat santan segar. Ada Kara tapi mahal banget dibanding santan blok. Topsnya, supaya memasak rendang tidak lama santan blok nya di goreng
Caranya setelah bumbu halus di tumis, masukan santan blok dan masak hingga
kecoklatkan. Setelah kecoklatan masukan
santan biasa, garam, masukan daging/ayam. Kayaknya 30 menit jadi hehe, dimasak
dengan api kecil. Kalau lebih kering lagi, di tambahin saja jam memasaknya.
Tapi karna kali ini saya rendang supaya bisa di refill, saya masaknya setengah
jadi saja.
Alhamdulillah kata teman se kostan saya, rendangnya enaaaaak
banget..wkwkw.
Groningen, Oktober 2017
x
[Daily Notes] 13 Agustus 2017 : Musim Panas dan Waktu Bangun Pagi Yang Berantakan :D
[Daily Notes] 14 Juli 2017 l Thesis Poster dan Summer Holiday
[Daily Note] 12 Juli 2017-Main Bola
[Daily Note] 11 Juli 2017- Berharap Bisa Haji :)
[Daily Note] 20 Mei 2017-Kembali ke Groningen
Ada beberapa catatan penting selama naik Easyjet. Pertama, pastikan satu buah koper tidak lebih dari 32 Kg, jika lebih kita akan disuruh memindahkan sebagian barang ke tas lainya. Sekalipun sudah memesan bagasi untuk 2 lugage yang totalnya 40 kg. Menurut petugasnya, untuk alasan security satu tas hanya boleh beratnya 32 Kg. Dan tahukah tas saya beratnya berapa. 31,99 Kg hahaha..petugasnya langsung takjub begitu lihat angka timbangan tas saya. Wahhh... you made it! kalau tidak auto saya harus bongkar koper which is itu PR banget.
Satu lagi yang perlu di catat, naik Easyjet, semua cairan berapa mill pun harus di pisahkan dan dikeluarkan, jadi jangan lupa semua cairan di masukan dalam satu clutch sehingga mengeluarkannya gampang. Barang-barang seperti laptop dan surat-surat diletakan di posisi yang mudah di keluarkan dan dimasukan, jadi gk begitu rempong ketika dimasukan ke mesin scanning.
Kajuit, 20 Mei 2017
[Daily Notes] 20 January 2017- Written Exam selesai
Saturnuslaan,
Groningen
[Daily Notes] 11 January 2017: Kelas Pagi Di musim Dingin
[Daily Note] 10 January 2017-Jajan Cemilan
[Daily Notes] 8 January 2017 : Teman Satu Kost
Dia juga yang pertama kali ngetuk kamar saya pagi-pagi, sehari saya sampai di Groningen sambil bisik-bisik.
[ Daily Notes]- 7 January 2017: Salju Pertama
Ditulis dikamar, Saturnuslaa, saat suhu minus 2 derajat.
[ Daily Note ] 5 Januari 2016 -Landlord aka Bapak/Ibu Kost
Seabrek perturan ini dan susahnya buat cari rumah baru yang buat saya "pendiam" dan berbicara secukupnya, menahan diri. Disabar-sabarin karena nanti semester 2, saya kan ke UK. Disabar-sabarin dengan mengingat-ngingat kapan lagi saya belajar beda karakter, beda budaya, beda bahasa dan langsung bersinggungan dengan kehidupan sehari-hari saya.
Kemaren malam, Sahide datang lagi ke kamar saya. Auto dong saya curiga peraturan baru apalagi ini hahaha. Tapi hari ini wajahnya beda..wajah simpati
''Diani kenapa saya gk pernah lihat kamu memasak? Kenapa di kamar terus? Kamu bisa makan roti?'' Tanya beliau. Saya surprise beliau bertanya begini. Batin saya ini kesempatan saya untuk berdiskusi langsung haha. Karena beliau Dutch typical, saya coba diskusi juga to the point juga
''Saya tidak bisa memasak sahide, karena setiap hari saya pulang dari kampus jam 6. Jam 7 sudah berlaku jam tenang. Sementara di rumah peraturannya tidak boleh memasak diatas jam 7 dan tidak boleh lebih dari satu jam. Saya pikir, hanya untuk menurunkan bahan dan perlatan masak saya ke lt.1 udah habis setengah jam sendiri''. ''Jadi saya berusaha berdamai dengan roti, Yoghurt, Kebab, makanan Instan yang bisa saya beli di luar dan katering 3 x seminggu dengan salah satu orang Indonesia'' Ucap saya lugas sambil senyum khas orang Indonesia.
''Kalau begitu kamu bisa informasikan jadwal kuliah kamu ke saya, sehingga saya paham jika kamu terpaksa memasak malam hari'' Ujar Sahide
Lalu saya sebutkan jadwal kuliah saya ini, ini. Saya juga banyak tugas kelompk yang bisa memungkinkan menelpon teman saya untuk berdiskusi. Tapi kemudian saya ucapkan.
''Saya juga mungkin tidak akan akan sempat memasak Sahide, tugas-tugas kuliah saya terlalu banyak'' Lanjut saya
Yang bikin saya suprise ketika beliau mengatakan.
''Saya senang dengan anak kost saya tahun ini. Orangnya chilly sekali. Bisa diajak kerjasama. Saya pernah terima anak kost yang suka membawa teman-teman nya kemamar dan bikin rumah saya kotor'' Cuma saya, jadi tidak lega menerima bayaran sewa dari kamu, jika tidak nyaman tinggal dirumah ini. Saya tahu, kontrak sewa nya 6 Bulan. Namun jika kamu mau pindah, kamu tidak perlu membayar sisa sewa''
Saya gk menyangka, dibalik sikapnya yang banyak aturan ini-itu ternyata ternyata dia memikirkan juga.
''It OK Sahide, not a big issue"' (Basa basi kita banget kan wkwkw)
''Mungkin karena kita berbeda budaya saja baru saling mengenal. Saya tahu di Belanda, orang berbicara apa adanya. Sedangan kebanyakan orang Indonesia akan berhati-hati berbicara. Dua bulan lagi saya juga akan pindak ke UK. Musim Exam ini, saya akan menghabiskan banyak energi jika memikirkan Housing. Jika kamu tidak keberatan, saya minta ijin masak nasi di lantai 3 "
Kalau bicara dengan orang Indonesia, saya gk akan mungkin se direct itu :D. Disini buang-buang waktu jika berbicara berputar2 hanya demi menjaga perasaan. Tapi yang saya rasakan, orang-orang di Belanda ini bicara langsung namun tidak kasar ko. Dia berusaha jujur dan jarang PHP wkwkw.
Setelah diskusi itu beliau mulai melunak. Saya diijinkan masak nasi di lt,3 namun di kamar tapi diruang pengering pakain karena atap ruangan ini lebih tinggi, saya dikasih tempat menyimpan bumbu, peralatan masak dan makanan di kulkas. Tapi sayakan tahu diri juga si, saya gk mungkin masak heboh disini. Karena belum tentu mereka cocok dengan aroma masakan saya..wkwk. Jadi solusinya, jika saya pengen banget masak masakan Indonesia, maka saya akan saya akan numpang masak tempat Sari dan Indah.
Momen masak bareng adalah momen yang paling menyenangkan buat saya. Karena kesempatan berbagi cerita tentang drama di perkuliahan masing-masing wkwkw.
[Daily Note] 4 January 2017: Suhu Minus & Tugas Kelompok
Saya juga punya ketakutan dengan tugas INB, STM dan BRM karena anggota kelompoknya sama. Entah kenapa kali ini, saya dapat anggota kelompok yang semuanya Asia: Turki, China, Thailand dan Indonesia. Kadang butuh orang India atau Arab biar kelompok ini bukan jadi kelompok yang kalem alias pemalu. Karena tipe kita tipe-tipe jaga perasaan kalau mengungkapkan atau menyanggah sebuah ide. Kalau kalem oke lah ya, tapi kalau sensian...nah ini yang susah.
[ Daily Notes] 1 Jan 17- Kajian Tafsir &Tahsin di Leewenborg
Daily Note -1 Januari 2017 : New Day, New Year!
[Daily Note] 9 September 2016 : Hari-hari Pertama di Groningen
Pengalaman Puasa Musim Panas, 19 Jam
*Mengisi 2WW
Makanan Favorit Ketika Menjelajah :D
Lalu kenapa saya suka Kebab di Groningen? karena dagingnya royal haha. Kebab wrap atau yang biasa disebut Durum di Groningen itu terlihat ginuk-ginuk saking padatnya isi sayuran dan dagingnya. Soal rasa, persis kayak Kebab Turki. Hasil baca-baca, ternyata daging kebab yang ada di Belanda kebanyakan import dari Jerman which is di Jerman banyak banget diaspora Turki. Gk hanya di Groningen, di banyak tempat di Belanda kebabnya enak-enak. Saya juga punya tempat langganan beli kebab waktu di Leiden.
Semakin lama tinggal disebuah tempat pasti juga akan banyak menemukan makanan yang enak. Gk mesti warung-warung besar. Kadang makanan yang rasanya masih original justru di warung-warung kecil. Di antara tempat tersebut, waktu yang paling banyak saya habiskan memang di Belanda. Yang saya sebut diatas baru sebagian aja. Apalagi kalau bicara grocery nya, gk akan cukup waktu menulisnya. Kadang lucu aja si, pas awal nyampai di Belanda segala macam makanan Indonesia saya bawa. Namun ketika udah for good di Indonesia, saya rasanya pengen Jastip makanan Belanda :D. Selera bisa beruba.
Mèngisi 2WW
Beradaptasi dengan Perbedaan
- Mengasumsikan bahwa semua orang itu sama (Assumtion of similarity). Sederhananya, karena menganggap seseorang itu sama dengan kita membuat kita cendrung memperlakukan seseorang sesuai style kita. Sedangkan orang yang bersangkutan belum tentu bisa menerima.
- Perbedaan bahasa (Languange differences). Ini pastinya dong yaa. Orang yang bahasa ibunya bahasa inggris, dengan kita yang belajar bahasa inggris setelah dewasa tidak akan mendapatkan '''feel'' seperti orang yang bahasa ibunya bahasa inggris tersebut walaupun saat itu kita sama-sama ngomong pakai bahasa inggris. Apalagi ketika bahasanya benar-benar beda. Kita aja kadang sulit nyambung dan mengerti bahasa melayu walaupun satu rumpun. Beberapa pilihan kata yang seolah sedikit kasar untuk kita, sama orang Malaysia biasa aja dan sebaliknya. Itulah kenapa ketika menulis thesis/jurnal/tugas yang berbahasa inggris, kita membutuhkan native sebagai proof reader.
- Salah inteprestasi bahasa non verbal (Nonverbal Misintepretation). Saya ingat ketika teman saya yang Iran bercerita tentang pengalamannya saat berada di kuala lumpur. Dia salah menggunakan bahasa non verbal yang bagi orang melayu itu maknanya genit dan kurang sopan hahaha.
- Stereotype. Nah ini salah satu hal-hal yang harus hati-hati menempatkannya. Jika salah dapat menyebakan perpecahan antar kelompok/suku/negara. Misal kita melabeli orang dari negara X, cendrung kasar. Lalu saat bertemu dengan orang dari negara tersebut, langsung ilfeel. Atau bisa jadi saat komunikasi awal biasa saja, namun ketika yang bersangkutan melakukan kesalah kita langsung menyangkut pautkan dengan stereotip yang melekat kepada kelompok/negaranya.
- Tedency to evaluate. Bahasa lainnya suka nge Judge sebelum melihat segala sesuatunya secara menyeluruh.
- High Axienty. Kecemasan secara berlebihan dapat menghambat seseorang bias dalam mengkomunikasikan pendapatnya ataupun memahami orang lain.

