Hari ini saya
ingin menulis tentang landlord saya. Dia
memiliki tiga orang anak laki laki dan keturunan Belanda Turki. Nah, saya te tiba
pengen nulis karna dengar Sahide main dengan dua anak anaknya yang kecil,
Egehan dan Emirham terdengar lucuu sekali. Apalagi dengar ketawa Emirham yang
masih cadel dengan suara cempreng.
Saya tinggal dirumah ini dari 31 Agustus 16. Dapat informasi rumah ini dari
kamernet. Alhamdulillah harganya terjangkau untuk rumah yang berjarak 2 km saja
dari kampus. Rumahnya nyaman, bersih banget, toilet bersih, dapur bersih tapi
aturannya yang banyak hahaha. Misal ni, gk boleh masak lebih dari 1 jam, jam 7 malam keatas adalah jam tenang kalau akhir pekan jam tenang di
extend sd jam 10 pagi karna si landlord masih tidur, nyuci disarankan weeken atau diatas jam 7 malam karena tarif listrik lebih murah, gk boleh masak nasi dikamar harus di dapur karena uap rice cooker akan merusak plafon. Lalu kalau ada tamu, kami tidak boleh menggunakan dapur. Salah satu teman saya geleng-geleng pas saya ceritakan seabrek peraturan itu. Tapi housing adalah masalah besar digroningen setiap tahun ajaran baru. Seingat saya beberapa sekelas teman ada yang udah sampai di Groningen tapi belum dapat housing juga. Lalu di bantu oleh pihak kampus dengan mencari info kamar yang bisa disewa sementara di rumah-rumah mahasiswa dan dosen. Teman Vietnam saya, Dana, akhirnya di tempatkan di salah satu rumah dosen yang mengajar program S1.
Beberapa hari yang lalu, Sahide kekamar saya untuk memberi sebuah kontainer plastik. Saya kira kotak itu digunakan sebagai penambah space penyimpanan barang ternyata itu digunakan menarok sepatu. Bagi saya si kotak ini kebesaran kalau cuma buat naro sepatu saya yang cuma 2 buah wkwwk. Jadi bersamaan dengan kontainer tersebut, ada sebuah peraturan baru. Bahwa kami anak kost tidak boleh menaro sepatu langsung di lantai. Karena lantai kamarnya akan ada noda. Secara akal sehat, saya juga gk akan naro sepatu kotor dikamar begitu aja. Pasti akan saya alas dengan koran. Dan pasti saya taro di salah satu sudut dekat pintu, gk mungkin di tengah kamar diatas karpet wkww. Saya gk kebayang respon Cristine ketika menerima aturan baru itu :D. Secara Kristine sepatunya di kamar berjejer wwkw.
Seabrek perturan ini dan susahnya buat cari rumah baru yang buat saya "pendiam" dan berbicara secukupnya, menahan diri. Disabar-sabarin karena nanti semester 2, saya kan ke UK. Disabar-sabarin dengan mengingat-ngingat kapan lagi saya belajar beda karakter, beda budaya, beda bahasa dan langsung bersinggungan dengan kehidupan sehari-hari saya.
Kemaren malam, Sahide datang lagi ke kamar saya. Auto dong saya curiga peraturan baru apalagi ini hahaha. Tapi hari ini wajahnya beda..wajah simpati
''Diani kenapa saya gk pernah lihat kamu memasak? Kenapa di kamar terus? Kamu bisa makan roti?'' Tanya beliau. Saya surprise beliau bertanya begini. Batin saya ini kesempatan saya untuk berdiskusi langsung haha. Karena beliau Dutch typical, saya coba diskusi juga to the point juga
''Saya tidak bisa memasak sahide, karena setiap hari saya pulang dari kampus jam 6. Jam 7 sudah berlaku jam tenang. Sementara di rumah peraturannya tidak boleh memasak diatas jam 7 dan tidak boleh lebih dari satu jam. Saya pikir, hanya untuk menurunkan bahan dan perlatan masak saya ke lt.1 udah habis setengah jam sendiri''. ''Jadi saya berusaha berdamai dengan roti, Yoghurt, Kebab, makanan Instan yang bisa saya beli di luar dan katering 3 x seminggu dengan salah satu orang Indonesia'' Ucap saya lugas sambil senyum khas orang Indonesia.
''Kalau begitu kamu bisa informasikan jadwal kuliah kamu ke saya, sehingga saya paham jika kamu terpaksa memasak malam hari'' Ujar Sahide
Lalu saya sebutkan jadwal kuliah saya ini, ini. Saya juga banyak tugas kelompk yang bisa memungkinkan menelpon teman saya untuk berdiskusi. Tapi kemudian saya ucapkan.
''Saya juga mungkin tidak akan akan sempat memasak Sahide, tugas-tugas kuliah saya terlalu banyak'' Lanjut saya
Yang bikin saya suprise ketika beliau mengatakan.
''Saya senang dengan anak kost saya tahun ini. Orangnya chilly sekali. Bisa diajak kerjasama. Saya pernah terima anak kost yang suka membawa teman-teman nya kemamar dan bikin rumah saya kotor'' Cuma saya, jadi tidak lega menerima bayaran sewa dari kamu, jika tidak nyaman tinggal dirumah ini. Saya tahu, kontrak sewa nya 6 Bulan. Namun jika kamu mau pindah, kamu tidak perlu membayar sisa sewa''
Saya gk menyangka, dibalik sikapnya yang banyak aturan ini-itu ternyata ternyata dia memikirkan juga.
''It OK Sahide, not a big issue"' (Basa basi kita banget kan wkwkw)
''Mungkin karena kita berbeda budaya saja baru saling mengenal. Saya tahu di Belanda, orang berbicara apa adanya. Sedangan kebanyakan orang Indonesia akan berhati-hati berbicara. Dua bulan lagi saya juga akan pindak ke UK. Musim Exam ini, saya akan menghabiskan banyak energi jika memikirkan Housing. Jika kamu tidak keberatan, saya minta ijin masak nasi di lantai 3 "
Kalau bicara dengan orang Indonesia, saya gk akan mungkin se direct itu :D. Disini buang-buang waktu jika berbicara berputar2 hanya demi menjaga perasaan. Tapi yang saya rasakan, orang-orang di Belanda ini bicara langsung namun tidak kasar ko. Dia berusaha jujur dan jarang PHP wkwkw.
Setelah diskusi itu beliau mulai melunak. Saya diijinkan masak nasi di lt,3 namun di kamar tapi diruang pengering pakain karena atap ruangan ini lebih tinggi, saya dikasih tempat menyimpan bumbu, peralatan masak dan makanan di kulkas. Tapi sayakan tahu diri juga si, saya gk mungkin masak heboh disini. Karena belum tentu mereka cocok dengan aroma masakan saya..wkwk. Jadi solusinya, jika saya pengen banget masak masakan Indonesia, maka saya akan saya akan numpang masak tempat Sari dan Indah.
Momen masak bareng adalah momen yang paling menyenangkan buat saya. Karena kesempatan berbagi cerita tentang drama di perkuliahan masing-masing wkwkw.
Seabrek perturan ini dan susahnya buat cari rumah baru yang buat saya "pendiam" dan berbicara secukupnya, menahan diri. Disabar-sabarin karena nanti semester 2, saya kan ke UK. Disabar-sabarin dengan mengingat-ngingat kapan lagi saya belajar beda karakter, beda budaya, beda bahasa dan langsung bersinggungan dengan kehidupan sehari-hari saya.
Kemaren malam, Sahide datang lagi ke kamar saya. Auto dong saya curiga peraturan baru apalagi ini hahaha. Tapi hari ini wajahnya beda..wajah simpati
''Diani kenapa saya gk pernah lihat kamu memasak? Kenapa di kamar terus? Kamu bisa makan roti?'' Tanya beliau. Saya surprise beliau bertanya begini. Batin saya ini kesempatan saya untuk berdiskusi langsung haha. Karena beliau Dutch typical, saya coba diskusi juga to the point juga
''Saya tidak bisa memasak sahide, karena setiap hari saya pulang dari kampus jam 6. Jam 7 sudah berlaku jam tenang. Sementara di rumah peraturannya tidak boleh memasak diatas jam 7 dan tidak boleh lebih dari satu jam. Saya pikir, hanya untuk menurunkan bahan dan perlatan masak saya ke lt.1 udah habis setengah jam sendiri''. ''Jadi saya berusaha berdamai dengan roti, Yoghurt, Kebab, makanan Instan yang bisa saya beli di luar dan katering 3 x seminggu dengan salah satu orang Indonesia'' Ucap saya lugas sambil senyum khas orang Indonesia.
''Kalau begitu kamu bisa informasikan jadwal kuliah kamu ke saya, sehingga saya paham jika kamu terpaksa memasak malam hari'' Ujar Sahide
Lalu saya sebutkan jadwal kuliah saya ini, ini. Saya juga banyak tugas kelompk yang bisa memungkinkan menelpon teman saya untuk berdiskusi. Tapi kemudian saya ucapkan.
''Saya juga mungkin tidak akan akan sempat memasak Sahide, tugas-tugas kuliah saya terlalu banyak'' Lanjut saya
Yang bikin saya suprise ketika beliau mengatakan.
''Saya senang dengan anak kost saya tahun ini. Orangnya chilly sekali. Bisa diajak kerjasama. Saya pernah terima anak kost yang suka membawa teman-teman nya kemamar dan bikin rumah saya kotor'' Cuma saya, jadi tidak lega menerima bayaran sewa dari kamu, jika tidak nyaman tinggal dirumah ini. Saya tahu, kontrak sewa nya 6 Bulan. Namun jika kamu mau pindah, kamu tidak perlu membayar sisa sewa''
Saya gk menyangka, dibalik sikapnya yang banyak aturan ini-itu ternyata ternyata dia memikirkan juga.
''It OK Sahide, not a big issue"' (Basa basi kita banget kan wkwkw)
''Mungkin karena kita berbeda budaya saja baru saling mengenal. Saya tahu di Belanda, orang berbicara apa adanya. Sedangan kebanyakan orang Indonesia akan berhati-hati berbicara. Dua bulan lagi saya juga akan pindak ke UK. Musim Exam ini, saya akan menghabiskan banyak energi jika memikirkan Housing. Jika kamu tidak keberatan, saya minta ijin masak nasi di lantai 3 "
Kalau bicara dengan orang Indonesia, saya gk akan mungkin se direct itu :D. Disini buang-buang waktu jika berbicara berputar2 hanya demi menjaga perasaan. Tapi yang saya rasakan, orang-orang di Belanda ini bicara langsung namun tidak kasar ko. Dia berusaha jujur dan jarang PHP wkwkw.
Setelah diskusi itu beliau mulai melunak. Saya diijinkan masak nasi di lt,3 namun di kamar tapi diruang pengering pakain karena atap ruangan ini lebih tinggi, saya dikasih tempat menyimpan bumbu, peralatan masak dan makanan di kulkas. Tapi sayakan tahu diri juga si, saya gk mungkin masak heboh disini. Karena belum tentu mereka cocok dengan aroma masakan saya..wkwk. Jadi solusinya, jika saya pengen banget masak masakan Indonesia, maka saya akan saya akan numpang masak tempat Sari dan Indah.
Momen masak bareng adalah momen yang paling menyenangkan buat saya. Karena kesempatan berbagi cerita tentang drama di perkuliahan masing-masing wkwkw.
Gk terasa ternyata saya udah bulan terakhir aja disini. Akhir
bulan ini Insyaallah saya ke UK. Ikut exchange, ngambil konsentrasi khusus
Digital Marketing and Entrepreneurship. Rencana mau nyewa rumah salah seorang
diaspora Indonesia disana. Semoga cocok.
Saturnusalaan
Groningen,Netherland
Minus7
