Suhu udara rasanya semakin dingin. Hari ini minus 1 derajat, mungkin realnya 5 derajat. Dikamar aja udah kayak pakai baju keluar, syal, sweater, penutup telinga, selengkap2 nya. Kemaren Cristine ngasih saya kaus kaki tebal dan hangat yang digunakan untuk dirumah. Angin juga semakin kencang. Kira2 35 km/jam kalo cek di
aplikasi.
Tapi ini belum separah dibanding saat kita balik dari Delfzil dari rumah Uwak Aisah,
tanggal 26 Desember. Anginnya bikin takuut, cek aplikasi waktu
itu kec. angin 50 km/jam dan teman teman juga udah mengingatkan red warning. Kalo musim dingin banget otak pun serasa ikut membeku. Mau duduk
di meja belajar dingin banget, maunya duduk dikasur sambil
kelumunan dengan selimut tebal tapi bukan posisi yang bagus buat belajar.
Target hari kemaren mau selesaikan SCM, gagal total. Mudah2an hari
ini SCM dan PDL ada kemajuan, hingga nanti berangkat ke Cambridge gk ada beban. Oh ya,selama semester pertama ini saya merasa kurang dalam
membaca. Masih disibukan dengan tugas tugas. Semester depan saya harus lebih
getol membaca. Mudah-mudahan juga selama di Inggris tidak banyak tugas
kelompok dan tidak disibukan dengan debat debat,sehingga kekurangan waktu untuk membaca. Di satu sisi bagus si banyak berdiskusi, tapi kadang jadi kurang berisi jika kurang membaca. Saya pikir percuma kalo lulus S2 masih sibuk dengan nilai nilai, seharusnya punya banyak
waktu lagi buat membaca dan membaca, kemudian di tuliskan.
Saya juga punya ketakutan dengan tugas INB, STM dan BRM karena anggota kelompoknya sama. Entah kenapa kali ini, saya dapat anggota kelompok yang semuanya Asia: Turki, China, Thailand dan Indonesia. Kadang butuh orang India atau Arab biar kelompok ini bukan jadi kelompok yang kalem alias pemalu. Karena tipe kita tipe-tipe jaga perasaan kalau mengungkapkan atau menyanggah sebuah ide. Kalau kalem oke lah ya, tapi kalau sensian...nah ini yang susah.
Saya juga punya ketakutan dengan tugas INB, STM dan BRM karena anggota kelompoknya sama. Entah kenapa kali ini, saya dapat anggota kelompok yang semuanya Asia: Turki, China, Thailand dan Indonesia. Kadang butuh orang India atau Arab biar kelompok ini bukan jadi kelompok yang kalem alias pemalu. Karena tipe kita tipe-tipe jaga perasaan kalau mengungkapkan atau menyanggah sebuah ide. Kalau kalem oke lah ya, tapi kalau sensian...nah ini yang susah.
Hubungan saya dengan anggota kelompok bisa dibilang kurang tulus haha. Sebenarnya dalam basa-basi informal si asik kita asik aja. Tapi kalo udah menyelesaikan tugas, kita seperti gk pernah sejalan diperparah dengan sifat diem. Sampai tiap hari curhatan saya ke teman, seringnya tentang kelompok saya ini. Apalagi teman saya yang '''teeeet'' yang itung-itungan dalam kontribusi. Masa, tugas 2000 kata di bagi rata masing-masing 500 kata. Ini kan gaya pembagian tugas anak SD. Kalau buat saya kontribusi per kata itu tidak necessarry tapi lebih ke kualitas Ide. Dalam jumlah kata aja saya berdebat terus. Apa iya ya, di negaranya standar kontribusi seseorang dalam kelompok belajar di nilai dari jumlah kata? Dan yang bikin sebel bin sebel lagi, kalau dia udah kontribusi lebih dari jatah kata-kata dia, dia seenaknya koar-koar di kelompok kalau yang paling berkontribusi. Tambah lagi tipikal yang sensian kalau tulisannya kita komen. Menurut saya most of his idea perlu di roasting lagi. Masih suka ngambil source dari web gk jelas, malah dari Pretzi. Tetapi tetap merasa berkontribusi paling banyak, dari jumlah kata.
Gk terhitung berapa kali kita berdebat. Kesimpulannya selalu saja berbeda dari kesimpulan kita bertiga. Padahal dia laki lo haha. Kalau di Indo mah, laki-laki sama perempuan agak jaim kalau berdebat. Padahal awalnya dia dan Elena adalah teman teman diawal perkuliahan saya. Beli roti dan kopi aja kita bareng. Tapi komunikasi agak sedikit sengit sejak satu kelompok😁. Jujur ni, saat punya kelompok ini baru terasa banget kalau lagi sekolah di luar haha. Disini mainnya langsung. Gk ada istilah setuju2 aja, gk berpastisipasi langsung di kick out. Usulin pendapat? Gk semudah itu di acc haha. Banyak drama perdebatan.
Groningen, 4 Januari 2017
*Habis sahur dan sholat subuh. Kelumunan dalam selimut. Suhu minus
1
Saturnuslaan 19,
Groningen,Netherlan