Tampilkan postingan dengan label NaRa Note. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NaRa Note. Tampilkan semua postingan

Celotehan Na.Ra

Tiap hari ada saja kata-kata baru yang di ucapakan Na.Ra. Kemaren Rania memasukan barang yang akan dibawa ke sekolah. Lalu bilang...

''Ibu, kau sudah bawa semua perawatan aku di Tas" Ibu langsung berpikir keras, perawatan apa. Lalu Rania menunjukan krayon, gunting, kain flanel...oyoo maksudnya PERALATAN :D

Di lain waktu Rania sedang mencari-cari rautan. Lalu Rania bilang, '' Ibu Semrawutan aku dimana sih bu?''

Semrawutan?Hoo maksudnya Rautan :D

Belum lagi kl Rania bertanya ''Ibu kursi perbuatan dari apa ibu''. ''Makanan ini perbuatan dari apa ibu'' dan kalimat lain yang menggunakan kata perbuatan...maksudnya adalah Buatan apa? wkkww...jadi kursi buatan dari apa...

Suatu hari kita pulang berbelanja dari Istana Buah. Nadhira meminta Ice Cream tapi tidak ibu izinkan  Akhirnya Nadhira marah, pukul-pukul ibu dengan tangan mungilnya. Lalu Rania dengan gaya seperti orang besar membujuk Nadhira. Pertama-tama, di tawari dulu mainan, bantuan.lalu saat Nadhira agak tenang Rania memberi kan nasehat. "Nadhira mau tidak dapat piala?" "Kalau mau Nadhira minta maaf dulu sama ibu"...ucap Rania. Ibu berpikir pikir apa ya piala yang dimaksud Rania? Aha ketemu maksudnya Pahala.

Saling menasehati ini kadang terjadi bergantian. Pernah suatu kali ibu sedikit cerewet ke Rania karna  memegang botol minuman tidak hati-hati sehingga akhirnya tumpah. 

''Rania, inikan tempat botolnya besar kelihatan..kok bisa jatuh. Udah ibu bilang habis minum tutup botolnya di rapatin''

Melihat ibu begitu Nadhira langsung menasehati ibu

''Ibu jangan marah dulu, Rania gk sengaja ibu, Ibu harus sabar dulu'' dengan nada khas Nadhira yang halus dan mendayu dayu dan dengan expresi mata yang bulat hitam :)

Masyaallah Tabarakallah. Si lima tahun yang sudah bisa membedakan yang baik dan tidak. Walaupun kadang random :D


27 Januari 2026 14.00

*Mengisi waktu luang di kantor






Weekend bersama Na.Ra





Weekend ini kita kembali menghabiskan waktu bertiga saja. Pekan ini Ayah ada kegiatan Jakarta, Jambi kemudian lanjut Palu.

Mengawali pagi ini dengan membuat craft dari kain flanel, membuat buku yang di hias dengan pita pita. Terdengar manis..tetapi dalam prosesnya ada saja perseteruan kecil. Entah karna saling pinjam lem, gunting, rebutan bahan. Apapun itu buat ibu selalu menjadi pemandangam yang menyenangkan ketika melihat Na.Ra membenamkan diri dengan kegiatan kerajinan. Pagi ini kita berhasil membuat buku berwarna ungu dan kuning yang kita hias dengan pita dan pompom.

Setelah mandi kemudin kita berangkat les piano. Ibu menunggu sambil ngemil buah dan kopi yang ibu beli di Indomaret.

Di hari sabtu, kita ke playground di Bukit Kencana. Na.Ra bermain hingga malam hari. Seusai makan, kita langsung pulang. Seperti biasa, Na.Ra sudah terlelap di mobil dalam perjalanan pulang.

Di hari minggunya kita ganti Playground ke Funtopia. Lalu kita mencoba makan di Oharang. Untuk pertama kalinya Na.Ra mencoba masak sendiri BBQ. Tapi yang dimakan hanya semangka dan kentang. :)
Perjalan pulang, hujan cukup lebat. Na.Ra tidur di mobil yang di bjat seperti camping car. Tidur beralas bantal dan selimut sambil menikmati hujan rintik dari kaca jendela. Sementara ibu menyetir sambil menikmati malam dan hujan. Saat menyetir ketika hujan, ibu kadang berkontemplasi. Saat melihat para pejuang nafkah yang kehujanan. Alhamdulillah, kita masih bisa berteduh dan menggunakan weekend untuk bisa beristirahat :). Banyak-banyak bersyukur ya Nak. Allah begitu banyak memberi kita kelapangan :)

25 Januari 2026

Alhamdulillah

Long weekend juga kesempatan ibu mengganti waktu tidur, sesekali ibu bisa tidur siang bareng Na.Ra😃

 Minggu ini adalah long weekend..

Sejak Nara lahir, bagi ibu tempat terbaik menikmati libur adalah di rumah. Hidup slow motion, memasak, memakai baju rumah, bermain bersama Nadhira Rania tanpa terburu buru. 

Sehari hari biasanya sedari pagi ibu sudah bertarung dengan waktu. Mulai memasak bekal untuk Nara dan ibu sendiri, menyiapkan baju2 nara untuk daycare, terburu buru menyetir jika meeting pagi. Dan sorenya, membeli beberapa kebutuhan rumah untuk mmembuat makan malam Na.Ra.


Sore ini, ibu begitu bersyukur 
Ibu senang melihat rumah rapi..
Ibu senang Na.Ra makannya bagus
Ibu senang saat Na.Ra belajar sambil bermain membuat jus bersama
Ibu senang Na.Ra bermain coret di buku...kita menggambir jari tangan dan kaki. Lalu kita buat karakter..ada ayah, ibu, rania, nadhira dan jari bayi..lalu kita kasih gambar2...
Ibu tidak akan lupa bagaimana Na.Ra tertawa terbahak bahak ketika kita menggabarkan macam2 karakter di jari..


Mulai dari ekspresi ""hoo""
Expresi senang
Expresi nangis
Expreai usil....wek wek ( sambil menjulurkan lidah)

Alhamdulillah...allahumma barik



Yogyakarta, 11 May 2024

Ditulis jam 22.09 saat Na.Ra sudah tidur lelap..k


Na.Ra dan Cacar

Hampir dua minggu ini ibu masuk kantor selang seling WFA-WFO. Ijin ke atasan untuk jaga Nadhira. Karena di Daycare Na.Ra peraturan libur penyakit cacar itu sangat ketat. Karena sekolah Na,Ra pernah punya pengalaman, anak-anak terserang cacar hingga 20 an orang. Apalagi disana juga ada bayi-bayi yang belum waktunya mendapat vaksin cacar. Sementara, Rania tetap ibu masukan daycare, selain supaya Rania punya aktivitas juga untuk megurangi kontak dengan Nadhira.

Awalnya, ketika mendengar virus cacar bagi ibu itu hal yang lumrah saja. Namun ketika melihat Kakak terkena cacar seluruh badan, hingga malam tidak bisa tidur..duh sedihnya luar biasa😖 Hari-hari muka Kakak lesu, bintil bintil seluruh badan hingga sulit makan. Ahamdulillah kalau siang Na.Ra tidak begitu rewel, sehingga masih mau bermain dan ibu bisa menyelesaiakan pekerjaan sambil menggendong Kakak.

Selama dua minggu ini rutinitas ibu, pagi mengantar Rania ke sekolah. Saat mengantar Rania, Nadhira ibu dudukan di bangku belakang dan biasanya masih tidur karena kita berangkat lebih pagi dari biasanya. Pulang kerumah Nadhira sarapan, mandi, bermain dan ibu sambi menyicil pekerjaan. Siang hari Nadhira tidur. Lalu jam setengah 4 kita jemput Rania.

Alhamdulillah, 2 minggu ini terlewati dan cacar sudah hampir 100 persen mengering. Yang bikin berdebar debar adalah Rania. Tapi setidak nya, kalaupun Rania terserang cacar, ibu sudah lebih aware kalau itu cacar.  Dan ibu berdoa daya tahan tubuh rania bagis, sekalipun terpapar virus ini..reaksinya tidak berat.

Jika di hitung hitung dengan akal, rasanya sulit sekali take care dua anak balita sambil mengurus rumah dan pekerjaan. Apalagi dua minggu ini Ayah banyak sekali keluar kota. Alhamdulillah semua bisa terlewati. Alhamdulillah ibu Is yang bantu-bantu ibu bersih-bersih rumah setiap sore, mau membantu ibu menjaga Nadhira dari siang hingga sore. Biasanya setiap rabu siang, ibu ada rapat offline yang tidak bisa di tinggal. jadi jam 1 ibu berangkat kekantor saat bu is datang dan saat itu kakak sudah tidur siang. Sorenya ibu pulang sambil jemput membawa Rania.

Selang dua minggu, ketika cacar Kakak sudah kering, ibu melihat bintik bintik kecil di badan Rania. Karna sudah paham itu ada cacar bukan gatal gatal di gigit serangga, Ibu langsung membawa Rania ke Dokter, dikasih antivirus dan beberapa lotion. Di hari ke 4, sejak ibu bawa ke dokter ahamdulillah cacar Rania tidak sebanyak Nadhira. Rania masih aktif, makan banyak, demam tidak selama Nadhira cuma suka garuk garuk :D. Rania kalau masalah garu garuk sangat maximal..ibu harus cek kuku Rania yang agak panjang.

Ya Allah, semoga anak-anak lekas sembuh. Beri perlindungan kepada Nadhira Rania. Beberapa hari ini hati ibu terasa pilu, melihat korban di P4lest1na. A mother heart is always hurting when her children sick. Ibu can not Imagine, how innocent people of P4lest1ne feel.


Semoga selalu sehat ya Nak.


Jumat 3 November 2023 16.07 WIB

Weekend :)






Quality Time Ber 3

Biasanya ayah Na.Ra kl dinas paling lama 3 hari, sekali kali memang mengambil hari sabtu atau minggu. Entah itu baru pulang hari sabtu, atau terpaksa berangkat minggu sore karena tidak ada pesawat pagi.
Kali ini, sabtu dan minggu Ayah tidak dirumah dan sudah dari selasa berangkat.

Sedari hari selasa, ibu sudah berfikir permainan apa ya yang bisa kita lakukan di akhir pekan bertiga saja. Karna untk mengawasi anak umur 3 tahun seorang diri, jika di bawa keluar tentu harus sangat hati hati. Tetapi jika Na. Ra dirumah saja, pasti akan sangat bosan..apalagi Rania yang lagi senang-senangnya dengan tayangan Niki dan Vlad. Terlalu banyak screen time membuat anak2 tidak fokus dan gampang tidak sabaran.


Akhir pekan pun datang, ibu sudah siapkan itenerary untuk dua hari😆. Hari sabtu kita bermain dirumah dan jalan jalan sekitar komplek pagi harinya, setelah itu kita lanjut ke taman Tirto Agung, lebih kurang 2 km dari rumah untuk beli balon. Ternyata banyak sekali permainan-permainan di Taman Tirto agung, Na.Ra mencoba bermain kelinci,menangkap ikan dan bermain bola bola. Di tutup dengan kita membeli air tebu murni. Lalu pulang, tidur siang dan sorenya isi dengan bermain lego. Walaupun ibu takut memabawa Na.Ra outdoor, alhamdulillah berjalan lancar. Rania pulang membawa balin baby shark dan Nadhira membawa balon bunga😁.


Hari minggunya, ibu ajak Na.Ra ke Kidzilla. Ini pertama kali pertama ibu mengajak Na.Ra ke mall sendirian. Mulai dari mencari parkir, naik elevator yang alhamdulillah elevator di DP cukup ramah anak😁.
Sampai di depan Kidzilla Na.Ra sudah tidak sabar untuk bermain. Terkahir ibu membawa Na.Ra sekini sekitar umur 2,5 tahun. Belum semua permainan Na.Ra mengerti. Kali ini ibu melihat Na.Ra lebih banyak menguasai permainan. Na.Ra juga sempat mengambil kelas aktivity yaitu menempel gambar berbentuk peta Indonesia. Kali ini, ibu juga membawa bekal makan siang buat Na.Ra. Rasanya ibu tidak mampu membawa Na.Ra makan siang ke tempat umum😁 Alhamdulillah keputusan membawa nasi dan snack, keputusan yang tepat. Setelah 1 jam bermain Na.Ra minta snack minum dan kita makan nasi dengan lauk sederhana yang ibu bikin. Alhamdulillah Na.Ra makannya lahap sekali.

2 jam berlalu, kita lalu pulang. Setelah beberapa lama tidak bermain disini, ibu perhatikan Na.Ra banyak perkembangan. Kakak sudah tidak takut seluncuran sendiri, sudah bisa bermain lego raksasa, bermain lempar bola, sudah mengerti aturan main seperti memakasi kaos kaki dan meletakan sendal pada tempatnya😁.

Sore kita sampai rumah, Na.Ra mandi dan makam malam. Jam 8 malam Na.Ra sudah tidur lelap.

Walaupun sempat ragu ragu menghandle Na.Ra sendiri di ruang publik, kesini-sini ibu baru tahu..bahwa di beberapa ilmu parenting memang disarankan bentul quality time seperti ini. Misal Ibu dengan anak2 saja, atau Ayah dengan anak2 saja tanpa intervensi siapapun. Bahwkan ibu ikut seminar psikologi di kantor ibu dengan tema kesehatan mental, psikologi sempat bilang..jika kita punya 5 anak terkadang barus ada alokasi waktu kita dengan satu satu anak saja. Tidak selalu berlima. Sehingga, antara kita dan satu satu anak itu ada komunikasi yang utuh, sepenuhnya, tidak terbagi bagi, tidak grasa grusu.

Nadira & Rania 3 Tahun



MasyaAllah Tabarakallah..
Semakin kesini, ibu semakin merasa waktu bersama Nadhira dan Rania beralu begitu cepat. Mungkin seiring dengan tumbuh kembang Na.Ra ketika memasuki usia Threenagers selalu ada hal hal baru yang ibu temukan. Tempo perubahannya begitu cepat. 

Tepat saat Na. Ra berumur 2 tahun, ibu pindah tugas ke Semarang. Keputusan ini bukan hal mudah untuk ibu pilih. Tapi selalu ada jalan dari Allah. Ayah bisa ikut kita ke Semarang. Alhamdulillah, Semarang-Jogja sudah ada Tol. Sehingga memudahkan mobilitas kita. Hari hari kita buat dinamis. Kadang ayah lebih banyak di Semarang. Kadang ibu lebih banyak di Jogja. Alhamdulillah selama 1 tahun ini tidak ada kendala. Pada hari kerja umumnya kita di Semarang, saat weekend, ataupun libur harpitnas atau saat ayah ada keperluan maka ibu akan ikut Ayah ke Jogja.

Sejak umur 2 tahun Na.Ra ibu masukan ke Daycare setiap hari di Shibyan yang berjarak 1 km saja dr kantor ibu. Pergi kita berangkat bersama, pulang ibu jemput. Kalau Ayah ada dirumah, beliau akan antar dan jemput kita.

Tidak terasa sekarang Na.Ra sudah 3 tahun. Perayaan sederhana saja. Karna pada dasarnya ulang tahun bukan untuk dipestakan. Tetapi untuk momentum bersyukur, momentum evaluasi. Dan walaupun sederhana. ibu  tetap senang mempersiapkan hiasan  untuk Na.Ra. Minimal background buat kita foto foto 😊. Biar Na.Ra kl lihat foto foto kelak, hoo itu saat Na.Ra ulang tahun😊. Ingin sekali ibu membelikan Na.Ra kue ultah yang lucu lucu. Tetapi karna belum ibu ijinkan makan gula dan coklat berlebihan, gantinya ibu potong2 kue spongecake..😁. Kue jajanan favorite Na.Ra


Ibu pikir dari pada beli kue ultah mahal dan hanya akan di colek2. Lebih baik kita belikan jajanan pasar, susun cantik cantik di nampah lalu bagi2 keteman2 Rania. Ibu juga membagikan kue bolu sarang semut kesukaan kita, yang ibu order dari kudus buat guru guru Rania.

Selamat ulang tahun ya Nak😊. Begitu banyak doa Ibu untuk Na.Ra, Doa sepanjang hayat😊

"Home made" Montessori

Sejujurnya ibu tidak begitu mendalami konsep Montessori dalam permainan edukasi anak anak. Tetapi sedari Na.Ra berumur masih beberapa bulan setiap ibu browsing karna kehabisan ide membuat permainan apalagi, pasti hasil browsingnya akan keluar montessori. Ringkasnya monstessori bentuk permainan edukasi, yang mengasah motorik halus dan kasar anak anak.



Dulu ibu pernah membelikan beberapa permainan edukasi, tapi saat itu Rania dan Nadhira terlalu kecil. Nah sekarang karna sudah semakin aktif dan sering menirukan kegiatan2 orang seperti memasak, mengepel, melap meja, cuci baju..ibu jadi kepikiran membuat beberapa ide permainan tapi bahan bahannya yg ada di rumah saja, dari bahan makanan yg ada di kulkas : pop corn, irisan wortel, playdough yang ibu buat dari sisa tepung dan pewarna makanan, dll.

Minggu kemaren kita bermain playdough, dan memasukan popcorn ke dalam botol dan alhamdulillah Na.Ra betah sekali. Selain karna hemat menggunakan bahan dan barang yg ada dirumah, bahan bahan yg digunakan juga lebih aman krn anak umur 2,5 tahun masih kadang suka penasaran jilat ini jilat itu😁. Jadi justru permainanan dari bahan bahan makanan dirumah justru lebih aman.

Sabtu dan minggu ini karena Ayah tidak dirumah, ayah sedang sibuk menyusun jawaban materi gugatan salah satu lembaga yang meng hire Ayah. Weekend ini kita menghabiskan hari dengan berbagai macam Pretend Play. Main dokter-dokteran, main playdough, bermain air, bermain masak-masakan. 

Untuk Nadhira, bermain masak-masakan gk ada bosan-bosannya. Sampai sebelum tidur pun mainan kompor2an. teflon dan sendok tetap di bawa ke tempat tidur..mata kakak udah 5 watt tapi masih masih semangat ngaduk-ngaduk makanan di kompor, sekali-kali dicicipi😆..ending nya tertidur dengan memeang teflon.😂😂

Kl Rania? Rania sekarang-sekarang ini lebih betah bermain gambar-gambar dan flash card. Tetap girang ketika ibu tata bahan-bahan untuk kegiatan motessori kita, tapi paling sejam Rania udah minta ganti mainan lain. Paling senang sekarang main Flash Card, selalu berbinar-binar ketika bisa menyebutkan sebuah gambar tanpa ibu pandu😀


Semarang, 5 Maret 2023
Ditulis saat Nadhira dan Rania tidur siang


Nadhira, Rania dan Semangkok Bubur

Beberapa hari terkahir, Semarang di guyur hujan lebat dan angin. Udara membuat badan agak sumeng-sumeng. Hampir setiap sore menjemput Nadhira dan Rania di Daycarenya, disambut dengan hujan. Untuk kota Semarang yang cenderung panasnya dari pantai ini, hujan sesuatu yang sangat ibu sukai. 

Hari ini Ayah sedang tidak ada dirumah, hanya Ibu, Nadhira dan Rania. Sepanjang jalan pulang kerumah, Ibu harus hati hati sekali menyetir karena terkadang Nadhira atau Rania tiba-tiba ingin duduk di pangku, sementara ibu masih harus fokus menyetir.

Sesampai dirumah, ternyata gas habis. Baru sekitar jam 7 an malam ibu minta tolong satpam untuk memasang gas. Rania dan Nadhira sudah mulai gelisah, lapar walaupun sudah makan Croffle dan minum susu. Bergegas ibu buat bubur dari semangkok nasi di Rice Cooker. Dingin-dingin seperti pasti enak sekali makan bubur. Bubur pun ibu buat sangat sederhana saja, cuma di tambah daun salam.  Untuk protein ibu rencana mau merebus dua butir telur saja.

Baru saja ibu matikan kompor, Rania sudah sibuk nunjuk piring ''bu..bu..kan..kan..sambil nunjuk piring''. Karena Rania dan Nadhira  sudah lapar sekali, akhirnya ibu sajikan bubur dulu tanpa menunggu telurnya matang. Baru saja bubur di taro di piring, sudah mau di sendok saja..padahal masih panas sekali. ''Ya Allah nak..pelan-pelan..masih panas''. 

Tapi tiap diambil piring nya sebentar untuk ibu kipas..kalianpun menangis. Akhirnya bubur tersebut ibu pipihkan ke pinggir piring supaya cepat dingin dan ngajarin Nadhira dan Rania untuk makan yang dipinggir-pinggir dulu supaya gk terlalu panas.

Melihat kalian berdua makan dan suapan sendok yang gk berhenti, buat ibu terenyuh..dikasih bubur begini aja makannya sudah lahap sekali. Berkali-kali minta tambah sampai ibu korek-korek sisa bubur yang ada di pinggiran wajan.😁

Seketika ibu langsug membayangkan anak-anak yang kurang beruntung...yang mungkin harus menahan lapar..lalu seketika ada makanan seadanya disajikan ibu nya..merekapun makan dengan lahap tanpa Jeda. 

Banyak-banyak bersyukur ya Nak,..Rania dan Nadhira cuma makan bubur putih karena gas habis..sehingga ibu tidak bisa menyiapakan makan malam di awal. Ada anak-anak lain yang mungkin hanya makan nasi bubur (tanpa protein), karena mungkin itu hanya bisa di sajikan orang tunya. Tapi percayalah, melihat anak anak makan lahap dari makanan di buat oleh tangan ibunya sendiri..ibu-ibu manapun didunia ini pasti akan merasa bahagia:)


Semarang,2 Maret 23

Ditulis dikantor jam 15,37..sedang hujan lebat