Beberapa hari terkahir, Semarang di guyur hujan lebat dan angin. Udara membuat badan agak sumeng-sumeng. Hampir setiap sore menjemput Nadhira dan Rania di Daycarenya, disambut dengan hujan. Untuk kota Semarang yang cenderung panasnya dari pantai ini, hujan sesuatu yang sangat ibu sukai.
Hari ini Ayah sedang tidak ada dirumah, hanya Ibu, Nadhira dan Rania. Sepanjang jalan pulang kerumah, Ibu harus hati hati sekali menyetir karena terkadang Nadhira atau Rania tiba-tiba ingin duduk di pangku, sementara ibu masih harus fokus menyetir.
Sesampai dirumah, ternyata gas habis. Baru sekitar jam 7 an malam ibu minta tolong satpam untuk memasang gas. Rania dan Nadhira sudah mulai gelisah, lapar walaupun sudah makan Croffle dan minum susu. Bergegas ibu buat bubur dari semangkok nasi di Rice Cooker. Dingin-dingin seperti pasti enak sekali makan bubur. Bubur pun ibu buat sangat sederhana saja, cuma di tambah daun salam. Untuk protein ibu rencana mau merebus dua butir telur saja.
Baru saja ibu matikan kompor, Rania sudah sibuk nunjuk piring ''bu..bu..kan..kan..sambil nunjuk piring''. Karena Rania dan Nadhira sudah lapar sekali, akhirnya ibu sajikan bubur dulu tanpa menunggu telurnya matang. Baru saja bubur di taro di piring, sudah mau di sendok saja..padahal masih panas sekali. ''Ya Allah nak..pelan-pelan..masih panas''.
Tapi tiap diambil piring nya sebentar untuk ibu kipas..kalianpun menangis. Akhirnya bubur tersebut ibu pipihkan ke pinggir piring supaya cepat dingin dan ngajarin Nadhira dan Rania untuk makan yang dipinggir-pinggir dulu supaya gk terlalu panas.
Melihat kalian berdua makan dan suapan sendok yang gk berhenti, buat ibu terenyuh..dikasih bubur begini aja makannya sudah lahap sekali. Berkali-kali minta tambah sampai ibu korek-korek sisa bubur yang ada di pinggiran wajan.😁
Seketika ibu langsug membayangkan anak-anak yang kurang beruntung...yang mungkin harus menahan lapar..lalu seketika ada makanan seadanya disajikan ibu nya..merekapun makan dengan lahap tanpa Jeda.
Banyak-banyak bersyukur ya Nak,..Rania dan Nadhira cuma makan bubur putih karena gas habis..sehingga ibu tidak bisa menyiapakan makan malam di awal. Ada anak-anak lain yang mungkin hanya makan nasi bubur (tanpa protein), karena mungkin itu hanya bisa di sajikan orang tunya. Tapi percayalah, melihat anak anak makan lahap dari makanan di buat oleh tangan ibunya sendiri..ibu-ibu manapun didunia ini pasti akan merasa bahagia:)
Semarang,2 Maret 23
Ditulis dikantor jam 15,37..sedang hujan lebat