Tampilkan postingan dengan label Umroh&Haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umroh&Haji. Tampilkan semua postingan

[Daily Note] 11 Juli 2017- Berharap Bisa Haji :)


Jam 00: 10, masih di depan laptop dan si suami yang juga lagi sibuk di hadapan saya.
Sejak di Belanda, meja belajar kita berhadap hadapan..dan kita biasa tidur jam 1 an,bangun lagi jam 3 subuh. Habis itu tidur lagi dan baru bangun jam 9 wkwkwk. Ritme hidup cukup tergantung dengan musim.

Uda lagi sibuk nyiapan draft disertasi, setoran tulisan ke koran, dan proposal Incle. Sedang kan saya sibuk menyelesaikan menyiapkan tugas tugas kelompok serta proposal yang ingin saya selesaikan sebelum berangkat Haji Insya Allah.

Oh ya, dua hari kami di kasih tahu dari penyelenggara haji Amsterdam, kalau ada dua orang yang mengundurkan diri. Dan Alhamdulillah, rezeki juga sedang ada, insya allah akan kami ambil tawaran ini.

Semoga semua urusan ke Baitullah berjalan lancar.

Kajuit,
11 Juli 2017

Berhaji dari Belanda


Well, dari banyak nya hal baik yang terjadi di Belanda, Top of the Topnya adalah dikasih kemudahan oleh Allah berhaji dari Belanda.

Btw, sebenarnya ini cerita dari 3 tahun yang lalu. Karena ditunda-tunda, saya agak lupa beberapa hal  terkait administrasinya. Jika mau mengetahui lebih dalam tentang berangkat haji dari Belanda bisa kulik-kulik dua blog teman saya Monika dan Yossay :D Dijelasin lengkap banget bagaimana persiapan haji dari Belanda.

Bicara tentang Haji bukan hal yang ujuk-ujuk terfikirkan oleh saya setelah sampai di Belanda. Tepat beberapa bulan sebelum berangkat sekolah, saya menyisihkan sebagian tabungan untuk mendaftar haji reguler. Pengennya berangkat segera tapi uang tidak cukup untuk Haji Plus hehe. Galau, uang untuk mendapatkan porsi haji tersebut juga bisa di gunakan buat Umroh. Umroh bisa berangkat langsung namun haji nunggu tahun 2031.

Saya masih ingat ketika memastikan petugas Bank nya berkali-kali ''Benaran kan mba ini bisa di batalkan?'' Kenapa saya tanya begitu? Bukan karna saya tidak yakin, karena saya masih punya harapan gk mesti nunggu tahun 2031, kalau uang cukup untuk berangkat haji plus, saya akan berangkat :D. Bermimpi gk apa-apa kan ya guysss..wkwk.

Gk lama setelah itu saya mendapat pengumuman bahwa lulus seleksi beasiswa. Dan masih sempat lo, saya ngitung-ngitung berapa beasiswa yang bisa saya tabung kalau-kalau ada kesempatan Haji sepulang dari Belanda. Tetiba saya teringat, salah satu Direktur HCM di kantor saya mengatakan bahwa dia berangkat haji dari Australia, saat sekolah S3. Loh, berarti bisa ya kita orang Indonesia berangkat haji dari negeri lain?

Sekitar 4 bulan sampai di Belanda, saya mulai mencari-cari informasi. Saya kemudian menemukan kontak dari Bapak Said Bajubair- salah satu pengurus EuroMuslim di Amsterdam bahwa pendaftaran sudah dibuka dan kuotanya sangat terbatas. Salah satu syaratnya adalah minimal memiliki masa berlaku Resident Permit (Verblijf) 6 bulan saat keberangkatan haji. Alhamdulillah karena masa studi saya 1,5 tahun, terhitung prediksi tanggal keberangkatan haji Verblijf saya masih ada 9 bulan lagi. Nah saya paham jika banyak  teman-teman S2 yang sulit berangkat haji karena Verblijf mereka hanya berlaku 1 tahun. Jika saat itu berangkat hajinya Agutus 2017, maka mahaiswa S2 dengan masa studi 1 tahun masa berlaku Verblijf nya adalah sampai Des 2017. Namun Masa berlalu Verblijf saya adalah sampai Juni 2018.

Syarat berikutnya, jika wanita harus berangkat bersama suami. Ketentuan ini sangat tegas dari pengelola haji EuroMuslim. Saat itu suami saya baru saja menyelesaikan Risetnya di Leiden. Saya baru akan mengurus ijin tinggal suami agar bisa menginduk ke Residen Permit saya. Namun untuk mengurusnya pun tidak sederhana. Formulirnya banyak. Jawaban dari imigrasi Belandanya juga cukup lama. Seingat saya, formulirnya saya masukan Feb 2017, kartu Residen Permit tersebut jadi Juli 2017, tepat beberapa minggu sebelum berangkat haji. Itupun kartunya harus dijemput di kantor Imigrasi di Zwolle.

Karena disibukan dengan tugas kuliah dan persiapan thesis, akhirnya keinginan Haji tersebut tenggelam. Saya semakin pesimis bisa ikut, karena saat itu salah satu kakak ipar saya sedang di rawat di rumah sakit di Bandung. Perawatanya cukup lama. Sampai saat saya menuliskan tulisan ini, kakak ipar saya Alhamdulillah sudah sembuh dari penyakit TBC tulang :) dan sudah kembali melanjutkan studinya yang sempat tertunda.

Saya sempat mengira mungkin saya akan lebaran sendiri di Belanda. Ahh, gk apa-apa. Banyak teman yang gk pulang juga. Dan lebaran di Belanda pasti akan jadi kesan yang sangat mendalam bagi saya. Suasana sederhana tapi mengharukan setelah berjuang puasa di musim panas.

Saya juga gk tega, berlebaran hepi2 di Belanda bersama suami tapi keluarga suami lagi kesulitan. Tapi tidak disangka, seminggu sebelum lebaran suami ngasih kabar bahwa akan lebaran di Belanda. Saya tanya waktu itu, ''Uda Ilek gimana'' lalu si suami menjawab  pengobatannya akan di lanjutkan di Padang. Wahh, saya langsung buka info-info haji lagi. Saya berdoa semoga masih ada Kuota. Saya berdoa semoga tabungan kami cukup. Saya berdoa, semoga bisa berangkat haji lebih cepat dari tahun 2031

Beberapa hari setelah lebaran, saya nanya ke suami, mau berangkat haji gk? Suami dengan kilat jawab ''Hayuuk''. Saya kagetnya luar biasa. Karena suami saya ini kesibukan banyak banget, jadi banyak  ini itunya kalau diajak Umroh. Beliau yang dulu kurang antusias kalau bahasa-bahas Umroh dan Haji langsung menghubungi pak Said Bajuber. Dan qodararullah ada satu pasangan yang udah bayar DP tapi mundur berangkat haji.

Langsung saat itu kami Gercep, bayar DP. Pak Said justru menekankan kami untuk urus administrasi dulu. Seperti Residen Permit dan surat keterangan menikah dari Gementee Belanda. Untuk mengurus surat ini yang agak rumit dan butuh waktu lama, bisa berminggu-minggu. Namun Alhamdulillah ada alternatif kedua yaitu dengan menggunakan passport yang di halaman depannya, ada deklarasi yang di tanda tangani oleh Dubes RI di Belanda bahwa yang bersangkutan adalah istri dari si fulan sebagai bukti kita mahram. Kebetulan banget passport kami waktu memang sudah jatuh tempo :D, kurang dari 6 bulan. Sekalianlah waktu itu bikin passport baru.

Dalam waktu yang singkat itu, suami langsung mengurus Verblijf ke Zwolle. Kami langsung menghitung tabungan. Menukar rupiah ke Euro dengan teman-teman yang kebetulan lagi membutuhkan Euro. Dihitung-hitung mulai bayar DP sampai menyiapkan surat-surat efektif hanya 1 bulan.

Kadang-kadang saat itu saya rasa gk percaya aja hehehe. Padahal baru kemaren saya ngebatin gimana cara ngumpulin uang buat berangkat haji plus. Rasanya, secepat-cepatnya baru bisa 5 tahun. Tapi masyaallah, ini Allah kasih jalan bisa berangkat dengan persiapan kurang dua dari 2 bulan dengan biaya sepertiga Haji Plus. Sebagian teman juga agak sedikit kaget saya dadakan berangkat haji, namun masyaallah mereka membantu saya menyiapkan segala sesuatu mulai obat-obatan, kaus kaki, jilbab, hingga baju. Benar-benar terharu.

Again, jika banyak hal baik yang terjadi saat saya di Belanda maka yang paling manis itu adalah bisa berhaji dari Belanda. Masyaallah..tabarakallah.


25 November 2019
Mengisi 2WW

Persiapan Iktikaf di Masjidil Haram

Insyaallah ini tulisan terakhir saya untuk seri umroh akhir ramadhan tahun 2019 ini, khususnya tentang persiapan iktikaf. Sebelum saya nulis ini, saya juga sudah mampir ke puluhan blog dan youtube yang menjelaskan suasana akhir ramadhan (Semoga  blogger dan youtuber yang udah menyajikan konten yang bermanfaat itu di balas kebaikan oleh Allah swt). Sehingga saya mendapat gambaran  suasananya dan mempersiapkan diri.

Kalau di tulisan tentang umroh sebelumnya saya lebih banyak menuliskan tentang persiapan umroh akhir ramadhan, kali ini lebih spesifik persiapan iktikaf ! Pengalaman iktikaf di masjidil haram akan menjadi pengalaman yang gk akan terlupakan seumur hidup buat saya. Jika di Indonesia kita sering lalai, malah sering di ingetin dan di motivasi sama panitia ramadhan tapi kalau disini kita benar- benar berkompetisi hihihi.

Namun hal yang subtantif adalah bagaimana kita bisa khusuk. Kalau ingin dapat tempat strategis,  misal yang jaraknya dekat dengan ka'bah maka datang lebih awal. Seperti dua ibu sekamar saya, selalu bisa tawaf, selalu dapat tempat yang dekat ka'bah karena habis subuh tidurnya 2,3 jam lalu jam 9 kembali ke masjid. Namun sebaiknya jangan memaksa diri dapat tempat strategis, jika datang nya mepet waktu sholat. Kalau saya pribadi memilih mundur, asal dapat tempat yang cukup dan longgar buat sholat sehingga gk gencet-gencetan. Tapi kadang-kadang gk bisa di prediksi juga, udah PW, eh tiba-tiba ada aja yang nyelip yang bikin rukuk dan sujud gk nyaman. Jangan heran lo ya, kalau masalah tempat ini menjadi isu perdebatan yang umum terjadi saat umroh akhir ramadhan..wkwkkw.
Persiapan dan apa saja yang saya lakukan saat iktikaf?
  1. Sajadah, jaket, kaos kaki, powerbank. Perlengkapan esensial banget, gk boleh tinggal.
  2.  Saya biasanya keluar dari hotel 1,5 -2 jam sebelum waktu sholat zuhur. Kira-kira jam 11.30 paling telat. Gate favorit saya adalah King Abdul Aziz dan King fahd. Kalau ingin dekat banget dengan Ka'bah yang di ground floor saya masuk dari King Abdul aziz, lalu turun lagi dengan eskalator. Gate King Abdul Aziz adalah gate yang paling cepat ditutup sama askar. Kalau bisa lebih awal lagi datangnya. Kalau udah ditutup, saya akan masuk dari gate King Fahd (Sebelah kirinya Gate King Abdu Aziz). Nah kalau masuk dari gate ini, saya dekatan sama lokasi tawaf lt.2 kelihatan bagian atas ka'bah.
  3. Dari hotel udah bawa bekal sampe sahur. Biasanya bekal saya nasi+lauk pauk+sayur, buah-buahan, thumbler yang berisi air panas. Untuk sayur dan buah, saya beli di pasar belakang hotel.
  4. Saat buka, ta'jil yang biasa dibagikan adalah kurma, yoghurt, roti. Kalau beruntung bisa dapat teh anget hihi. Biasanya saya lihat yang sering bersedekah teh ini adalah saudara kita yang muslim yang wajahnya mirip orang Sudan (Sudan atau enggak saya kurang yakin si hihi, yang jelas berkulit coklat dan berbahasa arab). Saya suka terharu dengan mereka hiks. Karena menenteng banyak termos yang berisi teh  dan kopi arab yang dibagi-bagikan saat buka. Dan mendapat teh anget itu, mood booster banget buat saya.
  5. Biasanya urutan aktivitas saya seperti ini: Habis sholat zuhur kalau tempat sudah aman (Tidak di usir askar dan gk gencet-gencetan) saya baca Alquran. Tapi kalau tempat udah gencet-gencetan, habis zuhur langsung pindah cari tempat baru. Diharapkan mencari tempat baru sesegera mungkin, karna kalau mendekati Asyar akan sangat sulit. Lalu dari Asyar-Magrib: zikir pagi petang, baca alquran. Nah, selepas magrib/berbuka orang akan banyak berpindah lagi karena petugas cleaning service akan membersihkan mesjid. Kadang saya nunggu sampai petugas CS selesai, kalau gk ada tempat menunggu dan di geser terus sama askar saya akan cari tempat baru.
  6. Saya gk makan berat sampai sholat taraweh: Jadi cuma makan kurma, teh, snack-snack. Setelah taraweh saya baru makan berat. Makan bekal yang saya bawa dari hotel atau beli makanan tambahan di food courtnya milenium tower.
  7. Setelah taraweh (Jam 11 malam) baru saya keluar masjid. Tempat favorit saya adalah Milenium Tower (dekat KFC). Biasanya saya beli Chai Tea The Sultan yang enak banget dan hanya 5 Riyal...wkwkw. The sultan ini lokasinya dekat pintu masuk mall, kelihatan aja dari luar. Buat saya, susu rempah ini ampuh banget menyembuhkan flu, badan meriang dan radang. Alahmdulillah bikin badan ringan dan segar. Biasanya selepas taraweh banyak orang-orang duduk menikmati kopi, teh atau makanan di area depan Milenium Tower ini.
  8. Jam 00:30, bersiap lagi ke masjid. Karena kalau 10 malam terakhir akan ada qiyamulail yang di mulai pukul 01.00
  9. Selesai qiyamulail jam 02.00, saya menuju Milenium Tower lagi nyari tempat lesehan untuk sahur. Oh iya, jeda taraweh ke subuh, kita diizinkan sama sekuriti mal di Milenium Tower untuk lesehan di lantai mal sembari menyantap makanan. Saya si biasanya gelar sajadah haha. Nah kalau udah mau subuh, sekuritinya nanti akan mengingatkan lagi, disuruh siap-siap sholat.
  10. Lalu gimana manajemen ke Toilet? hehe..mulai dari pertama keluar hotel jam 11.30 sampai sampai berbuka, saya gk pernah ke toilet. Memang gk terasa pengen pipis, bukan karena nahan. Nah habis berbuka karena udah minum air banyak, baru deh kerasa (Kadang-kadang). Selepas buka, saat area masjid dibersihkan dan kita disuruh pindah sama askar, saya keluar mesjid ke toilet dulu. Kadang di toilet masjid, kalau rame saya ke toilet mall hehe. Kadang mall di zamzam tower, kadang di milenium tower. Masalah ke Toilet gk perlu ditakutkan kok. Sering toiletnya kelihatan rame di luar, setelah masuk masih banyak yang kosong. Selain itu toilet masjid dan mall juga bersih-bersih.
  11. Nah, bagaimana kalau wudhu batal tapi gk pengen pipis, apalagi sedang berada di area dalam masjid dan tempat duduk gk ada yang jagain pula? Nah biasanya orang-orang pada berwudhu dekat keran air zamzam. Bisa juga diantisipasi dengan membawa botol spray. Waktu haji saya pernah mepraktekan ini karena di Belanda ada yang jual botol spray yang besar yang juga berfungsi sebagai kipas (biasanya botol ini digunain orang-orang saat summer). Nah saat Haji, botol spray ini adalah penyelamat saya kalau antri wudhu di Mina udah sadis hihihi. Pas umroh kemaren saya cari-cari toko online di Indonesia gk ada yang jual botol spray yang semprotannya besar. Banyaknya mirip botol parfum, yang  semprotannya halus banget jadi agak kurang sreg dipakai wudhu. Namun pernah suatu kali wudhu saya batal, sulit keluar barisan. Alhamdulillah ada orang Indonesia yang membawa botol spray, jadi saya bisa berwudhu ditempat saja.
  12. Siapkan sajadah yang hangat, karena area masjid dingin banget. Apalagi kalau kebagian di area masjid yang baru dibangun dan area-dekat saí, umumnya ber AC. Karena dingin maka bawa thumbler isi air hanget, buat saya wajib banget.
  13. Bawaan saya biasanya, satu buah backpack dan satu buah tas tenteng.
  14. Oh iya kalau ingin bersedekah bisa juga lo. Bisa ke petugas cleaning service masjid atau beli ta'jil dan dibagi-bagikan menjelang berbuka. Kalau saya melihat petugas cleaning service masjid, tugas fisiknya lumayan berat. Banyak banget dari kita yang belum sadar buang sampah pada tempatnya :) sehingga pekerjaan mereka double-double. Apalagi saat akhir ramadhan kemaren, di 10 malam terakhir sering banget hujan.  Berkah banget hujan di Makah..:D. Bisa lihat video ini 28th Ramadhan 1440 H-2019.  Nah perjuangan  mereka mengeringkan pelataran sholat masjid biar kita sholat nyaman akan lebih epic lagi, gercep banget pokonya, lari sana-lari sini hihi.
  15. Nah kalau yang ingin bersedekah dengan Ta'jil juga bisa lo. Kemaren pas umroh ada teman yang nitip sedekah.  Saya pernah belikan roti pie, mammoul (cookies khas arab yang isinya selai kurma), laban dan yoghurt. Gimana cara bagiinnya? Nah ini agak tricky ni..kalau pas saya gk sholat, kan gampang menjelang magrib saya tinggal tenteng ta'jilnya. In sya allah kurang dari 5 menit, belum sampai area masjid akan sold out :D. Nah bagaimana kalau sholat dan iktikaf dan saya berangkat jam 11 dari hotel? Karena biasanya kalau bawa makanan masih siang begitu, akan disita sama askarnya. Caranya, pertama saya akan titip askarnya untuk dibagi-bagikan saat buka. Atau saya sholat zuhurnya di Zamzam tower/Milenium Tower. Menjelang Asyar saya baru bergerak menuju masjid. Masalah tempat dapat atau enggak? Ahh gk perlu dipikirin, selama gigih keliling in syaa allah bakal dapat tempat. Setelah beberapa hari bakal dapat ''feel'' tempat yang kira-kira yang masih sepi dan jam-jam nya. Malah jadi mahir menganalisa pergerakan orang-orang hihi. Bagi yang berkesempatan umroh akhir ramadhan, bisa manfaatkan kesempatan bersedekah Ta''jil. Challenging banget pas bagiinya karena pasti bakal rebutan, namun percayalah kamu akan merasa bahagia :)
  16. Untuk sedekah tajil ini saya pernah bagikan di masjid Nabawi juga. Tetap kurang 5 menit habis. Kalau di masjid Nabawi, akan lebih mudah mendapat ta'jil. Semua akan berlomba-lomba memberi sedekah, malah kadang kita dipaksa agar mau nerima hehe. Namun di Masjidil haram, karena lebih rameeee, gk selalu kebagian tajil yang sepaket kayak di Nabawi (Ada kurma, roti, susu), kadang hanya dapat salah satu dan saya lebih tenang bawa bekal sendiri. Saking ramenya masjidil Harama, kalau ada yang tiba-tiba bagiin air zam-zam  menjelang buka rasanya senang banget..hihi karena saking antrinya di keran air zam zam. Nah bagiin zam-zam ini juga bisa jadi ladang pahala dan membantu orang-orang. Saya kebetulan waktu itu bawa tempat zam-zam yang 5 L yang bahannya dari plastik warna biru (Bpa Free-bisa beli di Bin Dawood). Awalnya buat konsumsi sendiri biar gk bolak-balik antri. Namun karena pas taraweh, saya dapat dibagian luar: udara agak panas, banyak yang kehauasan dan jarak ke kran zam-zam cukup jauh, akhirnya zam-zam tersebut bisa saya bagi-bagikan :)
Ide sedekah ini awalnya dari teman saya yang nitip :). Dan ada pelajaran yang menyentuh hati banget saya. Kadang kalau bersedekah di sini, kita sering tunda-tunda dan kadang sedikit perhitungan.
Namun pas disana, pengennya ta'jil yang kita bawa itu cepat di bagiin. Supaya saya jalannya lebih cepat tanpa tentengan. Dengan masjid seluas itu dan suhu udara yang setinggi itu (48derajat), cukup menguras tenaga menenteng2. Namun saya jadi mikir, wahh begini kalau harta kita bawa terus yaa.. akan ''memperberat'' kita. Enaknya di infakin dan disedekahin aja, biar gk jadi beban jadi kalau di hisab kelak gk lama-lama :).

Selain itu sedekah disini nagih. Pertama kali bagiin tajil di masjid Nabawi,  baru keluar toko yang dekat masjid, roti yang saya beli udah habis, padahal sampai gate luar masjid aja belum. Amaze banget saya pokoknya. Akhirnya saya balik ke toko, beli roti pie lagi di  bagiin di teras masjid. Namun ada satu mba-mba yang udah gk kebagian padahal dia sudah mengulurkan tangan. Rasanya pengen balik ke toko lagi, beli roti lagi tapi jam menunjukan sudah jam 6 sore. Kalau tidak segera ke Masjid, bisa jadi udah sulit cari tempat sholat.

Nah, sekian dulu sharingnya, catatan random, semoga bermanfaat :)

Jakarta, 30 Juni 2019

Pengalaman Berlebaran di Masjidil Haram

Lanjut lagi yaaa, cerita umroh akhir ramadhan tahun ini..
Jika lebaran-lebaran sebelumnya saya lebih banyak haru-biru bisa bertemu keluarga besar di Padang dan Payakumbuh karena ketemunya cuma sekali setahun, lebaran kali ini, haru birunya karena berlebaran di masjidil haram.

Jika lebaran sebelumnya, hari-hari terakhir saya menghabiskan waktu untuk perjalanan mudik, menyiapkan oleh-oleh untuk saudara danmenata rumah, lebaran kali ini rasanya sederhana banget tapi berkesan. Malah gk ada kepikiran lebaran. Karena suasana 10 malam terakhir yang sangat meriah di masjidil haram.

Lebaran kali ini, di Mekah jatuh pada tanggal 4 Juni sedangkan di Indonesia tanggal 5 Juni. Pada tanggal 3 Juni, malam 29 Ramadhan saya tetap menyiapkan bekal ke masjid seperti biasa. Hari itu rasanya sedih banget, wah Ramadhan bakal berakhir. Benaran! Jika sebelumnya saya banyak baca caption/status/meme tentang sedihnya ramadhan meninggalkan kita, kali itulah saya benar-benar merasakan sedihnya tidak hanya sebatas caption/status/meme.

Seusai sholat magrib, lain dari biasanya saya mendengar ceramah berbahasa arab. Namun karena tanggal 29 Ramadhan itu saya agak demam, saya memilih istirahat di dinding masjid hampir ketiduran karena habis minum obat. Waktu saya tersentak, seorang wanita arab mengatakan kepada saya ''Eid MUbarak'' sambil menjabat tangan saya. Saya tebak sepertinya ceramah yang berbahasa arab tersebut isinya itu.

Saya langsung nyamperin suami yang lagi membaca Al-quran di shaf laki-laki.
''Uda, besok itu sudah lebaran'' ucap saya.
Suami pun terkejut dan expresi data ''ee..udah lebaran besok?''
hehe..ternyata expresi kami sama. Antara senang dan sedih. 

Senang karena menyongsong hari kemenangan, sedih karena masa-masa menunggu berbuka, menunggu tarawih, qiyamulail dan sahur serta hari-hari yang banyak disibukan dengan berzikir, bertafakur dan membaca alquran di masjid akan berlalu. Dan tidak lama setelah syawal akan kembali ke Indonesia, kembali dengan rutinitas.

Sayapun langsung balik ke hotel untuk mandi dan ganti baju. Saya mendengar pengalaman beberapa orang kalau sholat Ied, masjidil haram penuh. Paling tidak harus kembali lagi ke masjid jam 12 malam karena banyak pintu masuk yang akan ditutup.

Balik ke hotel setelah Isya, setelah mandi dan berganti baju, jam 11.30 malam saya balik lagi ke masjid. Rencana malam itu saya langsung tawaf mumpung agak sepi. Alhamdulillah bisa tawaf. Lagi-lagi, rasanya haru biru banget bisa tawaf pada malam menjelang ied. Pukul 01.00 malam, tawaf selesai saya langsung mencari tempat yang saat itu masih longgar lalu mengisi waktu membaca alquran, qiyamulail. Sekitar jam 2.30 saya mulai mengantuk dan mulai curi-curi tidur sambil menunggu subuh.

Kali ini lebaran berkesan banget. Kalau kata ibu-ibu sekamar saya, benar-benar berasa hari kemenangan. Karena 10 malam terkahir kita banyak menghabiskan waktu di masjid, tidur hanya satu atau dua jam. Tapi tahu gk energi yang Allah kasih saat ramadhan itu luar biasa. Bayangin ya, gk akan pernah merasa bosan menunggu waktu sholat berikutnya. Saya yang biasanya harus tidur minimal 7 jam kalau gk badan akan pegal-pegal dan mood gk bagus namun saat iktikaf tidurnya kepotong-potong tapi tetap lelap. Tertidur 20 menit aja rasanya udah lelap, rasa tidur udah lama banget tapi pas ngecek jam eh baru 20 menit. Ini gk pengalaman saya aja tapi juga pengalaman ibu-ibu ditempat saya. Jadi jangan takut kehabisan energi saat iktikaf dan tentunya tetap makan yang sehat-sehat supaya Allah lihat ikhtiar kita biar tetap fit selama iktikaf.

Sebagai penutup, seperti beberapa tulisan yang saya baca di pintu majid Nabawi, saat di Madinah
''May Allah Accept Our Worship'', semoga Allah menerima ibadah kita..

Tulisan yang sebenarnya udah sering kita dengar sehari-hari, namun kali itu mengena banget ke hati.
Rasanya kalimat itu menjelaskan, seberapa banyaknya ibadah kita belum tentu diterima Allah, belum tentu Allah ridho, jangan merasa paling wow karena secara kuantitatif.. bisa aja terlintas fikiran bahwa ibadah kita lebih banyak dari teman-teman kita yang mungkin lagi rempong nyiapin lebaran :(
Semoga kita tidak berhenti berharap mendapat ridho Allah. Semoga kita bisa menjaga ke ikhlasan hati beribadah, Lillahitaála!
Sekian dulu, in syaa allah akan saya lanjutkan dengan pengalaman iktikaf di masjidil haram dan apa saja yang perlu dipersiapakan :)
Jakarta, 23 Juni 2019

Pindah Ke Movenpick Hotel, Hajar Tower

Ijin saya lanjutkan lagi ya, pengalaman umroh akhir ramadhan tahun ini (2019).Seperti yang saya tuliskan di catatan sebelumnya, di Mekkah, jarak antara hotel kami dan masjidil haram cukup jauh. Sedangkan hotel-hotel di ring 1, masjidil haram harganya masih puluhan juta di 10 malam terakhir. Contoh hotel hotel ring 1 masjidil haram adalah hotel yang berada di zam zam Tower, Alsofwa Tower, Hajar Tower, Millenium Tower dan deretan Hotel yang sederet dengan hotel Intercontinental.

Karna memutuskan ikut sekamar ber 7, saya mulai cari hotel-hotel yang tersedia saat syawal. Mudah-mudahan harganya lebih terjangkau. Rencananya, kami mau minta ijin kepada tour leader setelah iktikaf selesai (Syawal) untuk mencari hotel yang lebih dekat dengan masjidil haram. Selain untuk beritirahat juga karena saya berharap lebih sering tawaf karena jaraknya lebih dekat. Karena pas iktikaf bawaan tas dan tentengan cukup banyak, ada bekal buka, sajadah tebal, jaket dan bekal sahur sehingga bawaan tasnya cukup berat untuk dibawa tawaf.

Ternyata saat tanggal 1 syawal, harga hotel yang belasan bahkan puluhan juta permalam turun drastis. Raffles yang saat 10 malam terkahir sudah 80 juta/kamar, saat syawal turun menjadi 5 jutaan per kamar. Bahkan hotel-hotel yang jaraknya 600 sd 700 m, ada yang dibawah 1 juta seperti Hilton dan Elaf. Setelah mempertimbangkan beberapa opsi, akhirnya pilihan jatuh ke Hotel Movenpick di Hajar Tower dengan harga 1,7 jt/Malam, setara bintang 5.

MasyaAllah..tabarakallah..rasanya senang banget, atas izin Allah bisa menginap di hotel yang dekat dengan masjidil haram dan dari kaca jendela bisa Indahnya masjidil haram. Dan sebenarnya saya juga bersyukur sebelumnya dapat hotel yang agak jauh dari masjid saat 10 malam terakhir, sehingga saya lebih banyak menghabiskan waktu di masjid dari pada tergoda tidur di hotel. Apalagi di dekat hotel banyak toko-toko bahkan dekat pasar sayur, mudah banget membeli kebutuhan sehari-hari tanpa antri lama seperti di Bin Dawood atau Hypermart Abraj.

Kalau review hotel Movenpick, bisa lihat di aplikasi-aplikasi pemesanan tiket. Bagusss banget. Kamarnya luas. Ada pantry kecil (kompor dan cerek listrik). Pilihan makan breakfastnya masih standar untuk sekelas hotel bintang 5 dan di dominasi makanan timur tengah.


Oh iya masih terkait hotel, sedikit flash back saat Haji 2017, saya menginap di hotel Fairmont di Zamzam Tower. Dibanding Movenpick, sama-sama bintang 5, pilihan makanan di fairmont lebih bervariasi dan berlimpah ruah. Beberapa ada menu Indonesia seperti bubur ayam dan soto ayam. Pilihan dessertnya saja bikin bingung yang makan haha. Untuk ngambil semua pilihan makanan sedikit-sedikit, cuma buat icip-icip saja sudah kenyang. Apalagi kalau masing-masing di ambil satu porsi :D. Masyaallah, pokoknya di manjaain banget sama travel haji nya..hehe untuk memulihkan energi setelah rangkaian ibadah haji selesai. In syaa allah ya :) nanti saya akan share pengalaman Haji 2017, saat saya masih sekolah di Belanda.


Jakarta, 23 Juni 2019

Umroh Akhir Ramadhan

Ijin share dikit yaa..pengalaman Umroh akhir ramadhan tahun 2019. Mungkin informasinya ada yang membutuhkan.

Ramadhan memang waktu favorit umat muslim untuk Umroh. Karena pahalanya sama dengan Haji bersama rasulullah. Selain itu menghabiskan 10 terakhir ramadhan di Masjidil Haram dan Nabawi akan menjadi pengalaman tidak akan terlupakan, karna suasanya syahdunya tidak akan di temukan di tempat lain. 10 malam terkahir, di kedua masjid ini selain sholat tarawih juga di selenggarakan sholat Qiyamulail dengan doa yang di pimpin imam yang banyak membuat orang orang menangis. Saya juga ingat ingat, sampai se umur ini saya belum pernah benar benar optimal memanfaatlan 10 malam terakhir. Padahal 10 malam terkahir ini Allah banyak memberikan rahmat dan ampunannya.Singkat cerita setelah mendapat ijin dari keluarga besar, bahwa tidak akan berlebaran di kampung halaman tahun ini, saya mulai hunting paket umroh.

Awalnya serasa tidak mungkin. Karna umroh akhir ramadhan harganya mahal-mahal. Banyak yang buka harga 45 jutaan dan hotel gk akan dapat di ring 1 masjidil haram. Selain itu dengar-dengar umroh akhir ramadhan harus di booking jauh jauh hari. Padahal saya baru kepikiran ingin umroh 2,5 bulan sebelum berangkat. Sempat saya telpon beberapa agen umroh, bisa gk ya kita ikut ngurus Visa aja. Nanti hotel dan itenarary kita bikin sendiri. Karna umroh ramadhan saya gk kepikiran jalan jalan. Bisa menghabiskan waktu full di masjid dalam keadaan sehat, rasanya udah senang banget. Jadi agenda saya gk kan ribet, hotel-masjid aja. Ternyata sekarang udah gk bisa. Padahal dulu saya pernah dengar dengar istilah back packer, hanya visa yang di bantu urus oleh travel agent.

Beberapa kali browsing akhirnya saya ketemu juga paket umroh ramadhan yang biayanya di bawah 28 juta. Pesawat Garuda, namun tidak dikasih makan. Dan penginapan di Mekah hanya di gunakan untuk naro barang dan bersih bersih. In syaa allah saya gk kwatir masalah makan. Namun kalau tidak ada tempat istirahat yang proper sepulang iktikaf, bisa membuat kondisi badan drop. Walaupun demikian, saya coba telpon agen tersebut, namun ternyata sudah penuh.

Mencoba googling lagi, akhirnya ketemu lagi tour travel yang nawarin paket terjangkau sisa 6 seat saja. Dapat hotel di Mekah namun sekamar 7 orang, dapat makan, namun hotel jauh dari masjid. Jika ingin upgrade se kamar berdua nambah 14 juta. Sempat mikir kalau se kamar berdua, nanti kami serasa di rumah aja..hihihi. Kalau malas melanda nanti gk ada yang memotivasi.

Akhirnya kita putuskan gabung sekamar yang se kamar ber 7. Ternyata alhamdulillah keputusan yamg tepat. Apalagi teman sekamar saya adalah ibu ibu yang udah berkali-kali umroh. Seberapapun penghasilnya di sisihkan buat umroh. Ibu ibu ini saya yakin sudah pada satu titik merasakan nikmatnya umroh dan mengisi waktu untuk beribadah di dua masjid ini. Ahh saya malu sekali rasanya sebagai anak muda dari segi fisik. Ada ibu salah satu peserta umroh yang hampir tiap tahun menghabiskan full ramadhan di mekah.

Akhirnya setelah ditimbang-timbang saya memutuskan menggunakan Salma Tour. Harga? Murah 😁, 26 juta, pesawat direct Saudia, total 18 hari pulang pergi, dapat makan. Namun gk ada perlengkapan Umroh yaa dan hotel di mekah cukup jauh dan sederhana. Ahh gk apalah, 10 malam terakhir di hotel paling hanya sebentar. Lagian hotel bagus bagus bisa mager nanti hihi. Namun sejujurnya, paket umroh ini tidak saya rekomendasikan untuk ibu ibu kita yang menjadi pengalaman pertamanya untuk umroh. Karna kegiatannya banyak mandiri. Wejangan atau kajian selama umroh gk begitu banyak. Saya lihat beberapa paket tour yang lebih mahal, benar benar di pandu setiap harinya. Atau kalau memang pertama kali dengan paket ekonomis ini, kita harus lebih aktif mencari informasi supaya gk bingung bingung amat.

Berikut beberapa persiapan saya umroh akhir ramadhan
1. Cek lokasi hotel ke masjid
2. Siapin paket data, biar komunikasi lancar buat janjian ketemu dimana. Bisa pesan paket data roaming umroh yang disediakam Traveloka. Harga 350an ribu untuk 14 hari. Alhamdulillah cukup. Walaupun saya gk ada wifi di kamar dan beberapa kali saya gunakan untuk buka youtube masih sisa. Untuk pilihannya bisa cek di traveloka, di menu International Data Plan. Tinggal pilih negara dan aktivasi gampang banget. Kecuali untuk kartu pasca bayar, gk bisa otamatis aktif roaming. Harus di aktivasi dulu fitur roamingnya. Waktu aktivasinya juga bisa di set. Misal pesan sekarang, tapi aktif saat tiba di Mekah.

Cara kedua untuk beli paket data, pakai operator lokal. Waktu di Bandara Jeddah banyak yang nawarin gratis dan bonus beberapa ratus mega data. Nanti tinggal di top up. Saya baru tahu ini lo..padahal waktu haji saya gk menemukan yang jual kartu perdana di bandara Medinah. Sampai di hotel baru beli dengan harga 20 riyal. Namun waktu Haji, saya tidak bisa aktivasi paket Telkomsel Indonesia. Karna saya haji berangkat dari Belanda dan nomor kartu Indonesia sempat hilang. Dibanding kartu Zain yang pernah saya pakai, kartu telkomsel sinyalnya jauh lebih bagus.
Oh ya, operator yang banyak di temukan adalah Zain. Di sepanjang hotel saya di Mekah, booth nya Zain di mana-mana. Di ground floor zamzam tower juga ada yang jual kartu perdana operator lokal. Tapi saya lupa namanya, yang jelas di ground floor.

Kalau pengen pakai Telkomsel namun berkendala aktivasinya, jangan kwatir di zamzam tower lt.3 ada Grapari telkomsel😁. Zamzam tower ini tepat hadap hadapan dengan pintu 01 nya masjidil haram yaitu pintu King Abdul Aziz.
Di madinah juga ada, yaitu di hotel Al Saleheja.

3. Perlengkapan yang di bawa berikutnya adalah Rice Cooker mini. Awal awal rice cooker ini gk begitu ke pakai si. Tapi pas udah merasa kurang sayur, rice cooker ini sangat membantu untuk buat sayur simple. Untungnya tinggal di hotel 1 km di belakang zamzam tower adalah (Daerah Jabal Omar) dekat pasar hihi. Mudah banget dapat buah dan sayuran segar, murah dan gk perlu antri panjang di kasir seperti belanja di Hypermart Zam zam tower atau di Bin Dawood.

3. Kotak nasi dan Botol air. Kotak nasi penting banget buat membawa bekal buka dan sahur. Karna keluar masjid sering sering akan menyita cukup banyak waktu. Apalagi kalau ramadhan, kelihat kosong dikit langsung di isi orang walaupun terkadang udah titip pesan sama yang di sebelah. Botol air supaya gk sering sering ngambil air zamzam karene Antrinya ngambil air zamzam luar biasa. Apalagi air zam zam selama ramadhan hanya di hidupkan ba'da asyar sampai subuh. Sedikit tips kalau mau ngambil air zam zam lebih enak di dalam mesjid. Kalau di luar. Antrinya agak sadis😁. Terahir saya baru ngeh untuk beli kantong air sebesar 5 liter yg bisa di lipat. Banyak di jual di Bin Dawood dan warung pinggir jalan. Harga 8 riyal. Pilih yang bpa free. Baru deh setelah punya punya kantong itu saya puas minum zam zam.

4. Obat-obatan.
Saya heran si kenapa obat obatan disana mahal banget. Menurut saya pasti ada yang versi biasanya. Namun yang jual obat langsung nawarin merek mahal. Pernah suatu hari saya keseleo. Saya mau beli balsem oles, di dua toko harga yang ditawarkan 150 rb kl di kurs kan. Saya kembali lagi ke toko awal yang saya kunjungi tapi saya nanya lebih rinci: Punya merek apa saja? Si penjual lalu dengan wajah datar mengeluarkan beberapa merek haha. Dan harga salah satu merek yang harganya 13 riyal saja. Kualitasnya bagus. Gk perlu harga yang 45 riyal.
Sebenarnya di daerah jabal omar ada Kimia Farma. Jabal omar itu belakang zam zam tower. Yang arah jalannya dekat locker pintu 6 masjidil haram. Namun akan lebih nyaman bawa obat sendiri. Obat standar aja: parasetamol,obat batuk,balsem,tolak angin.
Oh iya, kalau gk mau tergantung obat, ada banyak toko toko di sana menjual rempah kualitas bagus. Rempah rempah dapur ini banyak yang berkasiat buat kesehatan. Di padu padanin aja, bikin infused water tambahin kurma buat pemanis alami. Saya gk tahu ada hubungannya atau tidak manfaat rempah ini dengan kondisi tubuh yang saya yang cukup fit selam umroh di banding Haji. Pernah deman tapi gk sampai 24 jam. Saya tebak2, mungkin saya rajin minum Chai Tea which nama lainnya teh rempah: Kayu manis, kapulaga, cengkeh,dll..
Setelah umroh baru rajin kepoin IG dr. Zaidul Akbar😁. Nyesel banget, kenapa saya gk beli aneka rempah rempah itu waktu disana, buat bikin variasi infused water.

5. Uang riyal secukupnya.
Gk perlu nukarin uang banyak banyak di Indonesia. Money changer di mekah/merinah kursnya sangat bagus. Bisa tanya dulu sebelum tukar. Atau kalau mau simple, saya ngambil dua kali pakai bank mandiri .nilai kursnya bagus banget. Bahkan satu hari pas narik,harga kurs bank mandiri jauh lebih bagus dari kurs money changer disana.

6. Perlengkapan nyuci.
Kalau gk mau bawa barang banyak, alternatifnya ya nyuci. Jangan kwatir banyak warung yang jual deterjen,dll. Baju juga keringnya cepat. Biar nyucinya efektif,bisa bawa ember lipat, tali jemuran atau hanger. Kalau gk nyuci di wasfasfel juga udah cepat😁

7. Colokan listrik.

Siapkan colokan kaki tiga (converter).

8. Kaca mata hitam, bagi yang kuat berhadapan cahaya terik. Waktu umroh kemaren suhunya up to 48 derjat.

9. Tas kecil buat handphone, dompet dan barang penting lainnya.

Perlu banget bawa ini, biar gk rempong cari hape dan dompet. Apalagi kalau kita sekamar rame kan atau lagi desak desakan di masjid. Kebayangkan padatnya kamar buat ber 7 buat nyari barang barang kecil, hihi

10. Sajadah

Saya memilih sajadah yang nyaman untuk berlama lama di masjid hingga subuh. Masjidil haram umumnya gk ada karpet. Kalau di masjid Nabawi lebih banyak,tapi karpet jadi tempat favorit dan sulit sekali dapatnya.

11. Sendal jepit

12. Pisau Lipat

Pas bawa taro di bagasi yaa..kl di bawa ke kabin pasti disita. Saya butuh banget pisau lipat buat motong buah, sayur.

13. Power Bank

Karna saya di masjid dari sebelum zuhur sampai ba'da subuh hari berikutnya, maka ini barang penting banget. Sebelum pergi Hp harus dipastikan full. Powerbank gk boleh tinggal.
Sekian dulu ya, saya share tengang Umroh Ramadhan. In syaa allah akan saya lanjutkan ditulisan berikutnya.

Jakarta 16 June 2019