Ijin saya lanjutkan lagi ya, pengalaman umroh akhir ramadhan tahun ini (2019).Seperti yang saya tuliskan di catatan sebelumnya, di Mekkah, jarak antara hotel kami dan masjidil haram cukup jauh. Sedangkan hotel-hotel di ring 1, masjidil haram harganya masih puluhan juta di 10 malam terakhir. Contoh hotel hotel ring 1 masjidil haram adalah hotel yang berada di zam zam Tower, Alsofwa Tower, Hajar Tower, Millenium Tower dan deretan Hotel yang sederet dengan hotel Intercontinental.
Karna memutuskan ikut sekamar ber 7, saya mulai cari hotel-hotel yang tersedia saat syawal. Mudah-mudahan harganya lebih terjangkau. Rencananya, kami mau minta ijin kepada tour leader setelah iktikaf selesai (Syawal) untuk mencari hotel yang lebih dekat dengan masjidil haram. Selain untuk beritirahat juga karena saya berharap lebih sering tawaf karena jaraknya lebih dekat. Karena pas iktikaf bawaan tas dan tentengan cukup banyak, ada bekal buka, sajadah tebal, jaket dan bekal sahur sehingga bawaan tasnya cukup berat untuk dibawa tawaf.
Ternyata saat tanggal 1 syawal, harga hotel yang belasan bahkan puluhan juta permalam turun drastis. Raffles yang saat 10 malam terkahir sudah 80 juta/kamar, saat syawal turun menjadi 5 jutaan per kamar. Bahkan hotel-hotel yang jaraknya 600 sd 700 m, ada yang dibawah 1 juta seperti Hilton dan Elaf. Setelah mempertimbangkan beberapa opsi, akhirnya pilihan jatuh ke Hotel Movenpick di Hajar Tower dengan harga 1,7 jt/Malam, setara bintang 5.
MasyaAllah..tabarakallah..rasanya senang banget, atas izin Allah bisa menginap di hotel yang dekat dengan masjidil haram dan dari kaca jendela bisa Indahnya masjidil haram. Dan sebenarnya saya juga bersyukur sebelumnya dapat hotel yang agak jauh dari masjid saat 10 malam terakhir, sehingga saya lebih banyak menghabiskan waktu di masjid dari pada tergoda tidur di hotel. Apalagi di dekat hotel banyak toko-toko bahkan dekat pasar sayur, mudah banget membeli kebutuhan sehari-hari tanpa antri lama seperti di Bin Dawood atau Hypermart Abraj.
Kalau review hotel Movenpick, bisa lihat di aplikasi-aplikasi pemesanan tiket. Bagusss banget. Kamarnya luas. Ada pantry kecil (kompor dan cerek listrik). Pilihan makan breakfastnya masih standar untuk sekelas hotel bintang 5 dan di dominasi makanan timur tengah.

Oh iya masih terkait hotel, sedikit flash back saat Haji 2017, saya menginap di hotel Fairmont di Zamzam Tower. Dibanding Movenpick, sama-sama bintang 5, pilihan makanan di fairmont lebih bervariasi dan berlimpah ruah. Beberapa ada menu Indonesia seperti bubur ayam dan soto ayam. Pilihan dessertnya saja bikin bingung yang makan haha. Untuk ngambil semua pilihan makanan sedikit-sedikit, cuma buat icip-icip saja sudah kenyang. Apalagi kalau masing-masing di ambil satu porsi :D. Masyaallah, pokoknya di manjaain banget sama travel haji nya..hehe untuk memulihkan energi setelah rangkaian ibadah haji selesai. In syaa allah ya :) nanti saya akan share pengalaman Haji 2017, saat saya masih sekolah di Belanda.
Jakarta, 23 Juni 2019