Na.Ra dan Cacar

Hampir dua minggu ini ibu masuk kantor selang seling WFA-WFO. Ijin ke atasan untuk jaga Nadhira. Karena di Daycare Na.Ra peraturan libur penyakit cacar itu sangat ketat. Karena sekolah Na,Ra pernah punya pengalaman, anak-anak terserang cacar hingga 20 an orang. Apalagi disana juga ada bayi-bayi yang belum waktunya mendapat vaksin cacar. Sementara, Rania tetap ibu masukan daycare, selain supaya Rania punya aktivitas juga untuk megurangi kontak dengan Nadhira.

Awalnya, ketika mendengar virus cacar bagi ibu itu hal yang lumrah saja. Namun ketika melihat Kakak terkena cacar seluruh badan, hingga malam tidak bisa tidur..duh sedihnya luar biasa😖 Hari-hari muka Kakak lesu, bintil bintil seluruh badan hingga sulit makan. Ahamdulillah kalau siang Na.Ra tidak begitu rewel, sehingga masih mau bermain dan ibu bisa menyelesaiakan pekerjaan sambil menggendong Kakak.

Selama dua minggu ini rutinitas ibu, pagi mengantar Rania ke sekolah. Saat mengantar Rania, Nadhira ibu dudukan di bangku belakang dan biasanya masih tidur karena kita berangkat lebih pagi dari biasanya. Pulang kerumah Nadhira sarapan, mandi, bermain dan ibu sambi menyicil pekerjaan. Siang hari Nadhira tidur. Lalu jam setengah 4 kita jemput Rania.

Alhamdulillah, 2 minggu ini terlewati dan cacar sudah hampir 100 persen mengering. Yang bikin berdebar debar adalah Rania. Tapi setidak nya, kalaupun Rania terserang cacar, ibu sudah lebih aware kalau itu cacar.  Dan ibu berdoa daya tahan tubuh rania bagis, sekalipun terpapar virus ini..reaksinya tidak berat.

Jika di hitung hitung dengan akal, rasanya sulit sekali take care dua anak balita sambil mengurus rumah dan pekerjaan. Apalagi dua minggu ini Ayah banyak sekali keluar kota. Alhamdulillah semua bisa terlewati. Alhamdulillah ibu Is yang bantu-bantu ibu bersih-bersih rumah setiap sore, mau membantu ibu menjaga Nadhira dari siang hingga sore. Biasanya setiap rabu siang, ibu ada rapat offline yang tidak bisa di tinggal. jadi jam 1 ibu berangkat kekantor saat bu is datang dan saat itu kakak sudah tidur siang. Sorenya ibu pulang sambil jemput membawa Rania.

Selang dua minggu, ketika cacar Kakak sudah kering, ibu melihat bintik bintik kecil di badan Rania. Karna sudah paham itu ada cacar bukan gatal gatal di gigit serangga, Ibu langsung membawa Rania ke Dokter, dikasih antivirus dan beberapa lotion. Di hari ke 4, sejak ibu bawa ke dokter ahamdulillah cacar Rania tidak sebanyak Nadhira. Rania masih aktif, makan banyak, demam tidak selama Nadhira cuma suka garuk garuk :D. Rania kalau masalah garu garuk sangat maximal..ibu harus cek kuku Rania yang agak panjang.

Ya Allah, semoga anak-anak lekas sembuh. Beri perlindungan kepada Nadhira Rania. Beberapa hari ini hati ibu terasa pilu, melihat korban di P4lest1na. A mother heart is always hurting when her children sick. Ibu can not Imagine, how innocent people of P4lest1ne feel.


Semoga selalu sehat ya Nak.


Jumat 3 November 2023 16.07 WIB

Weekend :)






Quality Time Ber 3

Biasanya ayah Na.Ra kl dinas paling lama 3 hari, sekali kali memang mengambil hari sabtu atau minggu. Entah itu baru pulang hari sabtu, atau terpaksa berangkat minggu sore karena tidak ada pesawat pagi.
Kali ini, sabtu dan minggu Ayah tidak dirumah dan sudah dari selasa berangkat.

Sedari hari selasa, ibu sudah berfikir permainan apa ya yang bisa kita lakukan di akhir pekan bertiga saja. Karna untk mengawasi anak umur 3 tahun seorang diri, jika di bawa keluar tentu harus sangat hati hati. Tetapi jika Na. Ra dirumah saja, pasti akan sangat bosan..apalagi Rania yang lagi senang-senangnya dengan tayangan Niki dan Vlad. Terlalu banyak screen time membuat anak2 tidak fokus dan gampang tidak sabaran.


Akhir pekan pun datang, ibu sudah siapkan itenerary untuk dua hari😆. Hari sabtu kita bermain dirumah dan jalan jalan sekitar komplek pagi harinya, setelah itu kita lanjut ke taman Tirto Agung, lebih kurang 2 km dari rumah untuk beli balon. Ternyata banyak sekali permainan-permainan di Taman Tirto agung, Na.Ra mencoba bermain kelinci,menangkap ikan dan bermain bola bola. Di tutup dengan kita membeli air tebu murni. Lalu pulang, tidur siang dan sorenya isi dengan bermain lego. Walaupun ibu takut memabawa Na.Ra outdoor, alhamdulillah berjalan lancar. Rania pulang membawa balin baby shark dan Nadhira membawa balon bunga😁.


Hari minggunya, ibu ajak Na.Ra ke Kidzilla. Ini pertama kali pertama ibu mengajak Na.Ra ke mall sendirian. Mulai dari mencari parkir, naik elevator yang alhamdulillah elevator di DP cukup ramah anak😁.
Sampai di depan Kidzilla Na.Ra sudah tidak sabar untuk bermain. Terkahir ibu membawa Na.Ra sekini sekitar umur 2,5 tahun. Belum semua permainan Na.Ra mengerti. Kali ini ibu melihat Na.Ra lebih banyak menguasai permainan. Na.Ra juga sempat mengambil kelas aktivity yaitu menempel gambar berbentuk peta Indonesia. Kali ini, ibu juga membawa bekal makan siang buat Na.Ra. Rasanya ibu tidak mampu membawa Na.Ra makan siang ke tempat umum😁 Alhamdulillah keputusan membawa nasi dan snack, keputusan yang tepat. Setelah 1 jam bermain Na.Ra minta snack minum dan kita makan nasi dengan lauk sederhana yang ibu bikin. Alhamdulillah Na.Ra makannya lahap sekali.

2 jam berlalu, kita lalu pulang. Setelah beberapa lama tidak bermain disini, ibu perhatikan Na.Ra banyak perkembangan. Kakak sudah tidak takut seluncuran sendiri, sudah bisa bermain lego raksasa, bermain lempar bola, sudah mengerti aturan main seperti memakasi kaos kaki dan meletakan sendal pada tempatnya😁.

Sore kita sampai rumah, Na.Ra mandi dan makam malam. Jam 8 malam Na.Ra sudah tidur lelap.

Walaupun sempat ragu ragu menghandle Na.Ra sendiri di ruang publik, kesini-sini ibu baru tahu..bahwa di beberapa ilmu parenting memang disarankan bentul quality time seperti ini. Misal Ibu dengan anak2 saja, atau Ayah dengan anak2 saja tanpa intervensi siapapun. Bahwkan ibu ikut seminar psikologi di kantor ibu dengan tema kesehatan mental, psikologi sempat bilang..jika kita punya 5 anak terkadang barus ada alokasi waktu kita dengan satu satu anak saja. Tidak selalu berlima. Sehingga, antara kita dan satu satu anak itu ada komunikasi yang utuh, sepenuhnya, tidak terbagi bagi, tidak grasa grusu.

S3, Do I need it?

Beberapa bulan yang lalu, saya mulai hunting kembali berbagai informasi terkait pendidikan S3. Sungguh pertanyaan yang menari nari di kepala saya adalah Apakah S3 benar-benar saya butuhkan? Ada suami, ada anak, ada pekerjaan dan keluarga besar yang akan terdampak ketika saya mengambil keputusan ini.

Kadang terfikir, sudah lah..sudah enak begini. Kenapa harus cari cari beban hidup.  Sampai saat inipun saya masih bergulat dengan pemikiran ini. Hari demi hari saya kumpulkan informasi, nasehat nasehat yang relate apakah tepat keputusan saya untuk melanjutkan S3.

Terkadang ada kewatiran saya terjebak dengan perasaan nyaman, sehingga membuat saya tidak mau mengambil tantangan dan lama lama bisa jadi saya menjadi seseorang yang tidak punya endurance lagi.

Lalu saya teringat bahasan Kajian di Riyadusolihin tentang Bab Keikhlasan dan Menghadirkan niat serta Bab keutamaan ilmu yang dulu pernah dibahas dalam acara Kajian saat di Belanda. Sepertinya saya harus kembali membaca buku buku seperti ini. Butuh tambahan ilmu supaya kita tidak berkutat dengan pikiran sendiri. Butuh merenung, butuh menghadirkan niat. Dan terkadang perlu balik ke ilmu dasar setelah menglalang buana membaca ilmu komtemporer, tentang satu pertanyaan apa keutamaan ilmu dan kenapa harus memiliki ilmu?


Semarang, 2 Oktober 2023

Jam 16.00 after closing Q3