Sudah tiga orang yang merekomendasikan untuk mengunjungi kota ini. Namun saya masih mikir-mikir, milih Swiss atau Norwegia. Terakhir seorang sahabat yang sudah menikah dengan warga negara Belanda, dan sudah"'tamat'' mengunjungi semua negara di Eropa bilang kalau disuruh kembali berulang-ulang mengunjungi negara Eropa, saya akan pilih Norwegia. Kata teman saya itu, alamnya dan bangunannya beda banget dengan negara Eropa yang lain. Memang sih, kalau negara-negara Eropa tipikal bangunannya agak mirip-mirip. Sedangkan negara Viking ini rumahnya kayu dan warna-warni adalah ciri khasnya.
Setelah menimbang-nimbang akhirnya untuk liburan musim semi saat itu, saya pilih Norwegia tepatnya di kota Bergen. Karena musim semi kali itu adalah musim semi terakhir yang saya lalui sebelum pulang ke Indonesia. Pertimbangannya pragmatis si😁, kalau negara Eropa lain apalagi Eropa barat, in syaa allah akan kembali (hahaha, geer amat ya). Entah itu mengikuti conference atau business trip. Jarang sekali orang Indonesia melakukan Business Trip ke Norwegia. Karena secara kerjasama B2B lebih banyak ke negara besar di Eropa Barat (Jerman, Prancis, Belanda) dan UK.
Btw, kenapa saya tidak mengunjungi Oslo? Karena saat lihat google map, Oslo ini seperti kota modern pada umumnya. Yang saya incer di Norwegia ini adalah alamnya. Yang katanya juara banget.
Akhirnya sayapun terbang dari bandara Elde, Groningen menuju Bergen, connecting di Kopenhagen Denmark. Jangan salah lo, Groningen walaupun kota paling utara Belanda punya Bandara hehe. Coba aja cek di Skyscanner penerbangan langsung dari Bandara sekecil dan sesepi Elde itu ada ke 7 Negara: UK, Spain, Portugal, Greece, Denmark, Germany dan Turkey. Sering banget ada promo pesawat Elde-London hanya 15 Euro aja. Enak juga bandara dekat, kesana tinggal naik bus biasa, gk buru-buru dan gk rempong harus pesan grup tiket atau daagkart untuk menghemat biaya perjalan kereta di Belanda yang lumayan mahal hehe.
Sebenarnya ada banyak tempat wisata yang bisa di kunjungi di Bergen. Namun buat saya yang berkesan ada 3:
1. Bryggen.
Coba aja masukan kata kunci Bergen di google image, pastinya kumpulan beberapa bangunan kayu berwarna warni akan keluar. Bangunan ini memang khasnya Bergen dan banyak menjadi merchandise kota Bergen.
Didepan Bryggen terdapat pelabuhan. Tidak jauh dari Bryggen ada pasar ikan. Bangunan di sekitar Bryggen ini banyak di sulap menjadipusat oleh-oleh dan cafe.
Di dekat Bryggen ini saya sempat mencoba Cinnamon Roll yang ternyata makanan khas kota Bergen. Usut punya usut ternyata Cinnamon Roll adalah makanan khas negara Skandinavia. Pantas aja di Bandara Bergen banyak poster yang bergambarkan cinnamon roll ini.
2. Floybanen.
Pernah naik kereta keatas bukit yang curam? membayangkanya aja saya serem haha. Floybanen adalah kereta yang menghubungkan pusat kota dengan gunung Floyen. Panjang jalur keretanya 844 m dan perbedaan ketinggiannya 302 m (kata wikipedia lo ini). Kalau tahu dari awal mungkin saya gk naik hahaha. Bayangkan! Panjang jalurnya hanya 844 namun ketinggian mencapai 300 m. Itu kan artinya curam banget hahaha.
Stasiun awal Floybanen ini gk begitu jauh dari Bryggen. Ketika sampai di titik paling atas, kita bisa turun dan menikmati pemandangan dari salah satu titik tertinggi di kota tersebut. Namun catat ya jadwal terakhir kereta turunnya biar gk ketinggalan haha😂. Dititik paling atas juga ada restaurant ''all you can eat'' dengan menu khas Bergen. Dari atas gunung, kita bisa melihat perpaduan laut dan Fjord yang memang ciri khas kota Bergen.
Harga tiket naik Floybanen ini setara 200 ribu rupiah PP. Sepanjang perjalanan, kereta akan berenti di 5 stasiun. Pas kereta ini berenti distasiun yang curam banget, asli deh bikin dag dig dug . Serasa mau meluncur aja kebawah haha. Oh iya, ada penduduk yang tinggalnya di bukit juga lo Guys, walaupun sebagian penumpang kereta adalah wisatawan.
Kalau ke Norwey tidak naik NIN rugi haha. Digadang-gadang sebagai perjalanan kereta dengan view terbaik di Dunia. Norway in Nutshell bisa naik dari Oslo atau Bergen.
Ada beberapa pilihan paketnya. Cara beli tiket bisa online atau ke stasiun kereta. Nanti petugas akan menjelaskan rute-rutenya. Awalnya saya ingin ikut tur NIN ini hari kedua setelah sampai Bergen. Ternyata kita telat ke stasiun..haha. Petugas kereta menjelaskan kalau saya tetap memaksa naik, maka saya gk bisa naik Ferry yang ke Gudvangen. Karena gk keburu mendapatkan kereta terakhir yang balik ke Bergen.
Untung aja saya sabar nunggu besok haha. Karna pengalaman naik kapal mengelilingi Fjord itu ternyata pemandangan tiada duanya dan tidak boleh di skip!!
Untuk harga tiket, NIN ini memang mahal banget, kalau di kurskan sekitar 2,5 jt rupiah. Apalagi untuk NIN Bergen-Oslo yang jalurnya lebih panjang, 1 orangnya bisa 3,5 juta. Tapi banyak travel blogger yang bikin DIY NIN. Karena pada dasarnya NIN ini kan hanya perjalanan naik kereta+Bus+Naik kapal namun dikemas paketan. Saya sempat baca, ada travel blogger yang bikin DIY NIN dan bisa menghemat biaya setengahnya. Bonusnya malah bisa nginap di salah satu kota pemberhentian kereta. Ini cocok banget buat yang waktunya longgar untuk mengeksplor Norwegia.
In syaa allah saya akan tulis lebih detail tentang perjalanan naik NIN ini yaaa. Benar yang dikatakan teman saya, disuruh berkali-kali kesini, saya gk akan bosan hihi. Sepanjang perjalanan saya gk mau tidur sekejapun. Kamera juga gk akan bisa merepresentasikan ke indahan alamnya. Benar-benar beautiful lonely planet.
Yogyakarta, 14 Juli 2019