Selama di Cambridge, Inggris. Saya tinggal di Barhill, di kediaman
tante Reni dan Om Douglas. Jaraknya 8 miles dari kampus saya, lumayan jauh si,
tapi mempertimbangkan bisa memasak dan dapat kamar yang bisa ditempati dua
orang kalau nanti Oce datang, tidak mengapalah. Saya bayar 380 Ponds, ditambah ongkos bus 52 pond sebulan jadi total 430 an lah. Lumayan mahal, jika di
bandingkan tinggal di city center tanpa transportasi dan kegiatan di kampus
yang lebih efektif tapi akan sulit nyari kost yang bisa untuk berdua dan bisa masak.
Saya senang sekali lihat perumahan Barhill ini, selain karna desain bangunannya yang totally different juga karna perumahannya hijau dan saat musim semi begini bunga dimana mana. Turun dari bus Tesco dan jalan menyusuri area hijau sepanjang 800 meter, benar benar menjadi penghilang lelah setelah belajar seharian. Suatu saat saya pasti akan kangen dengan suasana ini..:).
Saya juga dapat tetangga yang menyenangkan disini, orang British keturunan pakistan. Jangan tanya bahasany..hahaha benar benar mirip Hari Potter. Baru seminggu kenal, sudah begitu sering di ajak makan, dikasih jilbab jilbab, dan kemaren diajari bikin kue dan dikasih beberapa alat kue...hehehe..nanti saya ceritakan sesi khusu tentang si tetangga ini..
Karna tahu beasiswa saya pas pas an dan beasiswa Euro yang masih harus di convert ke Ponds, dikurangi uang tiket weekend Vrij bulanan yang tidak bisa diputus kontraknya,
sungguh menghemat pengeluaran menjadi pilihan satu satunya ketika di UK. Saya mulai menghemat pengeluaran, dengan tidak jalan kemana-mana kecuali ada paket tour hemat seperti gantiin tiket teman yang batal..atau
ikut mobil si tante yang lagi Ke London. Lumayan..pergi ke London bawa bekal
banyak untuk seharian, jadi hanya pengeluaran 2 Euro, itupun untuk beli kopi
karna numpang internet, buat nanya posisi si tante buat ikut lagi..hehehe. Duhh parah ya hematnya, karena hidup di UK masih beberapa bulan lagi kakaaaak. Masih banyak list to do!.
Oh ya saya juga masak sekali seminggu saja, masak yang murah murah
dan barang barang yang lagi diskon. Disini saya banyak jalan, mungkin minimal saya jalan 2 km. Awal awalny saya rajin sekali membawa bekal, tapi karena cedera punggung, saya mulai membawa barang berat berat apalagi harus jalan jauh. Seringnya sih saya nahan lapar, tapi kalau tidak tahan saya beli Teh, kalau gk tahan lagi saya beli Pepes haha. Sekali belanja pepes habis 6 Euro, itulah saya bilang hidup disini mahal. Padahal 6 Euro bisa makan saya 3 hari kalau masak sendiri :D. Harga sebongkah brokoli di Tesco saja hanya 45 sen.
Saya berharap punya tabungan yang cukup, untuk asuransi kesehatan Oce ketika di Belanda nanti, buat jalan-jalan, dan buat bikinin makan yang enak-enak. Kalau saja suami saya tahu kalau saya sehemat itu selama sekolah haha. Memang saya basicnya hemat, separoh hidup saya dari kecil udah hemat, manusiawi kalau kadang saya pengen makan ini-itu, beli ini-itu tapi alhamdulillah masih bisa ditahan. Jangan heran ya kalau saya belanja di supermaket bisa lamaaaa banget saat sekolah, price sensitive wkwkkw.
Cambridge,
17 April 2017