Alhamdulillah,
Akhirnya sejam yang lalu final draft thesis saya kirim
ke supervisor. Sebelum di kirim melalui Onstage untuk di perikasa oleh
assessor. Rasanya lega, karna dari pagi sampai jam 10 malam saya belum makan.
Yang baru masuk ke perut adalah , smoothies pisang +yoghurt+kimis+biji
labu di blender jadi satu. Benar-benar membuat perut kenyang lebih lama.
Sistem per thesis san di kampus saya agak beda untuk
beberapa hal. Setidaknya di banding teman saya yang mengambil ilmu sosial di
kampus lain. Pertama, riset saya harus ada komisionernya. Komisionernya
tersebut maksudnya pihak yang akan menggunakan hasil penelitian tersebut.
Komisioner bisa profesorship dan bisa juga perusahaan atau lembaga. Perbedaan
berikutnya, baik saat penilai proposal dan final thesis di nilai oleh team
assessor yang berbeda dengan supervisor. Supervisor di kampus saya benar benar
hanya membimbing, sedangkan assessor yang memberi nilai. Ketiga, syarat lulus
tidak hanya submit thesis tapi juga reflection paper. Reflection paper
sebenarnya tidak masuk untur penilaian, tapi kalau tidak di submit bersama
thesis bisa dipastikan thesisnya fail. Walaupun begitu, jumlah wordsnya s.d
1500 lo bukan selembar dua lembar. Jadi reflection paper ini menceritakan
lesson learn yang saya dapat selama proses pengerjaan thesis. Tidak hanya dari
keilmuan, tapi juga pengalaman-pengalaman lain yang memberikan insight selama
mengumpulkan data. Misalnya, ketika meng approach respondent, pengalaman
ditolak, kenapa memilih judul thesis ini, dan pengalaman emosional lainnya. dll.
Hari ini selelah apapun saya bertekad harus
mengirimkan ke profesor saya. Artinya ada waktu bagi beliau untuk membaca versi
final yang cukup. Pembimbing saya ini orangnya benar totalitas. Untuk bagian
bagian yang beliau bukan bidangnya, beliau akan bilang di awal. Tapi kalau yang
bidang beliau, feedbacknya tajam. Beliau memang salah satu dosen favorite anak
MBA dan MIBM. Bahkan saat masih proposal, dua hari sebelum deadline beliau
email saya. '' Diani, are you confidence to hand in your proposal''?
Entahlah waktu itu sulit sekali rasanya bagi saya
membuat proposal tersebut, 70 persenya masih abu abu, masih bongkar pasang.
Akhirnya proposal itu baru saya kirimkan kepada beliau sehari sebelum hari H.
Itupun saya kirim jam 11 menjelang siang, bukan pagi hari. Ajaib nya profesor
saya jam 6 sore langsung memberi review. Saya benar benar merasa gk enak waktu
itu, sudah lah saya kirimnya lambat dan jauh dari sempurna sedangkan beliau
memberi reviewnya hanya dalam hitugan jam. Dan seperti tebakan saya, koreksinya
pun banyak. Email pembuka yang saya dapat adalah:
" Diani, Consider involving someone for
proofreading before you submit your final version''
Lemas membaca banyak review. hehehe. Jangan content,
grammarly pun banyak yang harus dikoreksi.
Namuan semakin banyak membaca, Alhamdulillah saya
semakin dapat gambaran yang jelas tentang thesis ini. Apalagi setelah
wawancara. walaupun saat itu belum selesai, tapi saya sudah mulai bisa melihat
gambaran utuhnya.
Setelah Email SEND. Saya ke dapur buat bikin cemilan
roti keju melting dengan segelas teh hijau dan tiga sendok nasi + ikan
asin buatan teman hehe...'me time'' lah ceritanya. Lalu gosok gigi,
bersih dan siap siap ke kamar. Tiba tiba saya mebaca email dari
pembimbing saya. Waw, langsung balas kurang dari setengah jam, jam 10 malam?
dengan berita seperti berikut:
Dear Diani,
Thank you for the document.
I will be leaving tomorrow morning early to Italy, and
will be back from March 5th (the coming week is Spring Holidays).
I may give a try looking at your work tomorrow while
in the train, if internet allows.
Otherwise, my feedback most likely will come in the
course of the week of March 5th.
With kind regards,
Hari ini benar benar mencapai limit otak saya buat
menulis, hampir eneg baca thesis berulang ulang, hampir buntu mau masukin
theori yang mana lagi. Yang ada dipikiran saya, saya gk mau ngirim draft injury
time lagi ke pembimbing saya.
Alhamdulillah, saya kirim malam ini juga dan beliau
langsung mengabarkan kalau tidak memberi feedback segera. Coba saya tunda
sampai besok pagi, belum tentu beliau bisa mengalokasikan waktu di kereta buat
membaca. Walaupun baru di kasih feedback tanggal 5 March which is itu cukup
lama untuk ukuran beliau tapi saya dapat gambaran. Dan masih ada waktu 5
hari lagi untuk koreksi koreksi sebelum deadline.