[ Thesis Story ] Pingpong

Ditengah ketidak tahuan apa yang bisa saya lakukan selain menunggu, saya mengayuh sepeda ke kampus. Minimal nanti di kampus saya bisa baca-baca, minum kopi DE atau menyampaikan progress terkini kepada Etelka.

Tiba-tiba saat memarkir sepeda, saya mendengar sebuah sapaan:

''Hi, Diani..'' Ujar nya, dan langsung menoleh ke asal suara tersebut. Ternyata suara Paul, salah satu assessor saya. Saya lihat beliau terburu buru, padahal saya ingin sekali menanyakan proses assessment thesis saya. Tapi cara menyapanya yang sangat santai, saya berharap mudah-mudahan ada kabar baik dari beliau.

Sayapun bergegas memarkir sepeda, segera keruangan dosen. Minimal ada percakapan singkat dengan beliau.

Saat bergegas menuju ruangan dosen, tidak disangka saya malah berpapasan dengan Edin.

''Hi Edin'' Sapa saya, Edin pun membalas dengan jawaban '' HI, Diani''

Lalu Edin bertanya, ''kamu sudah bertemu Patricia?'' Tanya beliau.

Saya sudah bertemu beliau, rabu kemaren secara tidak sengaja. Setelah membaca emailmu saya langsung keruangan dosen dan berpapasan dengan Patricia. Hari itu bukan jam kerjanya. Hanya saja beliau ke kampus untuk mengambil beberapa berkas.

''Lalu bagaimana kata Patricia untuk prosedur ujiannya''?Tanya Edin lagi.

''Patricia berjanji akan membalas email saya. Padahal hari minggu itu saya berencana untuk mengirim email ke Exam Board. Namun kata beliau tidak perlu, saya akan segera mengirim email kepada mu'' Begitu ucapan beliau. Namun sampai hari selasa, saya masih belum mendapat email balasan"'

'' Mudah-mudahan bisa bertemu beliau segera, saya rasa dia sibuk sekali. Saya tidak ada masalah dengan thesis assessment kamu. Hanya prosedurnya saja''

''OK, I will ask her again'' Ucap saya meyakinkan.

Saat berjalan menuju ruang dosen, untuk bertemu Trea asisten Patricia saya kembali bertemu Paul.

Saya lalu bertanya,

''Paul, apakah Patricia mengatakan sesuatu tentang prosedur ujian saya?''

''Tidak, dia tidak bilang apa-apa. Kenapa menjadi begitu rumit?''

''Ya, saya menunggu keputusan Patricia kapan bisa ujian''

dan Paul hanya memasang muka Heran.

'' Saya lihat kamu tidak akan fail lagi untuk yang ini''

Mendengar ucapannya saya senang sekali.

''Hanya masalah administrasi, kapan siap langsung defence'' Lanjutnya.

Besok sepertinya saya harus bertemu Patricia. Memastikan segala sesuatunya. Mudah-mudahan lancar.

Benar-benar merasa di Pingpong.

Pulang dulu ah, hari sudah angin angin. Mengayuh sepeda 7 km ke rumah wkwkwk. Bismillah, besok puasa hari pertama. Walaupun belum bisa berpuasa karena masih dapat, mudah-mudahan waktu yang berkah ini saya tetap bisa berdoa dan berzikir sebanyak-banyaknya.

* 2 Minggu sebelum balik Indo :)