[ Thesis Story] Thesis Submit !!


Alhamdulillah, hari ini rasanya benar benar lebih lega. Thesis yang mulai saya garap dari September 2017, akhirnya submit. Dua minggu belakangan adalah hari hari yang waktunya nya ingin saya perlambat, karna deadline yang semakin mendekat. Dan selama dua minggu itu saya nyairis tidak pernah masak masakan yang berat. Menu andalan saya adalah: Potong satu kentang + salmon +jamur+ tabur garam merica+ satu sendok minyak kelapa, lalu masuk oven! Sambil menunggu si ikan matang, saya kembali lagi ke laptop. Karna makan Salmon tiap hari juga bosan, akhirnya saya ganti ayam bakar oven. Itupun beli ayam yang sudah di marinade Nazar hehe.

 Oh iya harga Salmon disini cukup affordable. Saya si beli Frozen salmon yang udah di fillet. Disini karna pasar sayur-sayuran gk buka tiap hari jadi semua supermarket pasti jual sejenis ikan yang frozen atau di lemari pendingin, dengan kualitas tidak perlu diragukan. Tapi kalau sejenis ayam atau daging, saya belinya khusus di halal butcher, lalu nyetok di freezer. Kembali ke Salmon, karna cuma ikan dan udang yang bisa di beli dari rumah saya untuk lauk utama karna dekat tokonya, jadi makanan ini jadi sabahat saya hehe. Kalau beli daging harus nyentrum (maksudnya ke centrum atau pusat kota) dulu. Oh iya, disini harga salmon frozennya terjangkau banget. Beli 4 Slices besar besar sekitar 5 Euro. Makan satu slice + 1 buah kentang udah kenyang banget.

Selain makanan yang gk keurus, yang lain juga ikut-ikutan gk keurus. Kamar gk saya vacum, baju gk saya cuci mungkin udah tiga minggu. Untung saja musim dingin, pakai baju gk ribet ribet. Keluar pakai jaket dan syall aja beres, juga gk ada yang lihat bagian baju lapisa dalam di setrika atau enggak. Berikutnya adalah mandi, ahh kalau ini bilang gk ya? Haha, normalnya saya kalau di Indo mandi 2 kali sehari. Sejak di Belanda sekali sehari saja. Kalau musim dingin sekali tiga hari saja. Hehe..bukan saya aja loh. Boleh tanya ke semua student #pembelaan haha. Gk percaya? Waktu pertama kali datang ke Belanda, saya tanya ke landrold (ibu kos) ‘’kalau pagi, kamar mandi akan sering dipakai mulai dari jam berapa”? Lalu beliau bilang dari jam 7 sampai 8.30.  Disini rata rata aktivitas kantor, sekolah, pertokoan mulai jam 9.00.

‘’Oh oke, berarti nanti saya akan mandi jam 6 pagi. Kalau malam, kamar mandi kira kira bakal penuh jam berapa”? saya akan jadwalkan untuk mandi malam.

Dan dia kaget. ‘’Kamu mandi dua kali sehari?’’ “Kamu nanti akan kedinginan”’

Eh benar aja, jangankan musim dingin. Summer aja mandi dua kali sehari tetap aja rasanya dingin, kecuali habis aktivitas berat seperti olah raga. Karena disini summernya juga 18 derajat celcius, belum lagi kalau ada angin yang kecepatan 30 km/jam. Summer yang HQQ disini jarang hehe.

Berikutnya yang kurang dapat perhatian adalah adalah muka. Alhamdulillah, selama disini muka gk bermasalah. Mataharinya gk sekuat di Indonesia. Hanya saja pas musim dingin vaselline dan sejenisnya adalah harus!! Kalau tidak, muka, punggung tangan akan buruntusan dan perih.  Bahkan dulu awal awal tangan saya sampai luka.

Hayuklah kembali ke cerita Thesis lagi..

Setelah kurang tidur, Alhamdulillah bisa submit tepat waktu itu sesuatu banget. Walaupun ini bukan tahap akhir. Masih di periksa oleh Assessor dan inilah tahap yang bikin deg deg kan, tahap berserah sama Allah setelah ikhtiar. Karna kalau tidak lulus, maka harus di ulang tahun ajaran berikutnya.

Hari Ini adalah hari ke-3  sejak thesis di submit dan seharusnya hari maximal Assessor mengambil hard copy thesis yang di Hand-in di front office IBS. Setelah itu mereka akan baca lalu memutuskan apakah layak untuk defence atau tidak. Dengar dengar yang paling deg deng kan itu adalah tahap ini. Defence juga deg deg kan, tapi tingkat kelulusannya lebih tinggi.

Kemaren saat hand in thesis saya ketemu Louisa, staf IBS yang menerima thesis. Lama juga tidak bertemu beliau. Dan seperti biasa, beliau selalu ramah dan senang mengajak saya ngobrol. Selain itu saya juga bertemu teman teman yang juga hand in thesis dengan saya. Wahhh, sudah lama sekali tidak bertemu. Sejak thesis sepertinya pada sibuk di perpus atau di meja belajar masing masing.

Untuk mengisi hari yang deg deg kan ini, saya isi dengan baca buku, meningkatkan bacaan alquran dan mengulang hafalan yang masih sedikit ini. Kemaren sempat terabaikan, sholat yang rasanya terburu buru, bacaan quran yang gk stabil tiap hari serta hafalan alquran yang jalan di tempat di tiap minggu. Ternyata saya harus belajar lebih professional mengolah waktu. Dan terkadang kita memang butuh rehat sejenak dari hetic, rusuh,rempong aktivitas harian untuk intropeksi diri.

Groningen, 15 Maret 2018

*Sunny