Mengingat Kembali Tentang Cambridge
23 Februari 2018
Ini bulan ke -8 setelah saya menyelesaikan Double Degree saya di Lord Ascroft International Busniess School. Anglia Ruskin University, Cambridge. Tepatnya 18 May 2017, saya kembali ke Belanda untuk melanjukan kuliah semester akhir. Hal yang paling saya ingat adalah, saat itu saya kembali tepat 4 hari sebelum Keukenhof tutup. Jauh sebelum Belanda menjadi target kuliah saya, taman tulip terluas tersebut sudah sering saya pandang pandang di google image hehe.
Mengunjungi Keukenhoff di akhir akhir sudah pasti
dapat sisa sisa, Tulip sudah lebar lebar. Dan sebagian taman ada juga yang
sudah di injak injak. Selain itu saya hanya bisa mengunjungi tamannya, tidak
bisa merasakan pengalaman mengunjungi ladang Tulip yang sangat luas sambil bersepada.
Saat saya kunjungi, ladang Tulip tersebut sudah tutup yang dibuka hanya taman
saja.
Tapi alhamdulillah, Cambridge saat musim semi tidak
kalah cantiknya dengan Belanda. Saya baru tahu, kalau di Cambridge itu banyak
Cherry Blossom. Apa sama jenisnya dengan Sakura ya? tapi yang jelas, sepanjang
jalan seperti melihat sakura. Ada yang putih ada yang ke pink pink. Bunganya
cantik banget. Seperti bunga imaginer. Jika sakura di Jepang berkombinasi
dengan bangunan bergaya Casteel Jepang, atau rumah tradisional Jepang dan
bangunan-bangunan modern, Maka di Cambridge kombinasinya dengan bangunan
bergaya Ghotic dan Victori Style.
Dan Alhamdulillahnya lagi, di dekat kampus saya
ada taman yang luas namanya Jesus Park. Sebuah taman umum dan ada kumpuan Tulip
yang cantik banget. Ini salah satu pemandangan cuci mata saya ketika pulang
dari kampus, akan banyak orang leyeh leyeh di rumput sambil baca buku atau
piknik kecil kecilan.
Btw, pertama kali sampai di Cambridge itu kalau tidak
salah minggu ke-3 January 2017. Akhir Januari, perkuliahan sudah di
mulai. Saya datang ke Cambridge dengan naik Flix bus dari Rotterdam
Central bersama teman Vietnam saya yang bernama Dana. Beliau memilih naik Bus
karna visa studi nya belum keluar. Sehingga naik bus lebih mudah untuk ganti
ganti tanggal. Sedangkan saya menutuskan naik bus karna bawaan saya banyak
hahaha. Naik pesawat besarpun, bukan low cost carrier belum tentu bagasinya
cukup. Naik kereta dengar dengar juga batasnnya 20 kg. Akhirnya saya naik bus
aja, yang gk pakai timbang-timbang bagasi. Lagian saya juga ada teman berangkat
bareng. Karna saya termasuk rombongan paling mepet nyampai di Cambridge, teman
teman sudah pada duluan karna housingnya teritung awal January.
Waktu itu barang saya banyak, karna saya belum dapat
rumah pindahan baru. Kasiankan kalau teman teman di titipin barang. Lebih baik
saya bawa saja nanti dipikirin lagi pas balik. Ini juga memotivasi saya supaya
jangan belanja yang gk penting selama di Cambridge hehe.
Selama di Cambridge, saya menginap di Barhill.
Berlokasi kira kira 7 km dari city center. Kampus saya berlokasi di city
center, tinggal jalan ke Mill Road, Emmanuel Street, City Center, dan King
Colledge Cambridge yang tersohor itu.
Saat di Cambridge, saya memutuskan tinggal dengan
orang Indonesia saja. Kebetulan tante yang kamarnya saya sewa menikah orang
Inggris. Selama di Belanda saya gk bisa masak, karna keterbatasan alat alat
dapur dan alokasi jam buat bisa masak di dapur tidak bisa lama lama. Selama di
Cambridge, mau alat dapur apa aja ada. Dan saya sukses membuat Bakpao dan Bolu
pertama saya.
Brahill, walaupun lokasi harus ditempuh dari kampus,
tapi saya suka sekali lokasi rumahnya. Mungkin kalau di Indonesia, lokasi rumah
begitu sudah super super premium. Lihat rumah penduduknya yang lucu lucu saja
saya gk bosan bosan. Apa lagi di belakang rumah ada taman yang luas banget.
Jalur pulang dari kampus, setelah mampir dari Tesco.
Tesco, swalayan besar bukan 24 jam yang berjarak hanya
300 m dari rumah saya. Salah satu hobby saya adalah belanja di Tesco hehe.
Dengar dengar Tesco adalah jaringan supermarket terbesar di Inggris yang di
miliki Yahudi. Mereka memang jago berdagang dengan ualitas layanannya pun
prima. Di Tesco, saya akan mudah menemukan barang barang tanpa bahan pengawet
pewarna,dll. Umumnya barang barang yang berlabel Tesco. Selain itu, Tesco ini
membuat brand kerjasama dengan petani local. Jadi kadang di beberapa produk diary
mereka akan kita temukan foto si petani dan ungkapan uangkapan kebahagian
mereka.
Tesco memberikan layanan delivery order dan Drive
thru. Tingga belanja online, besok paginya diantar kerumah atau tinggal di
ambil di pos pengambilan barang. Ngomong-ngomong tentang Tesco, saya jadi ingat
teman saya Britis-Pakistan berhijab dan dia part time di Tesco. Pertanyaan saya
dengan polos, is it allowed to use hijab? Dia jawab santai aja..''Ya, it is
allowed'' hehe..apalagi teman saya ini kadang jadi kasir. Bukan bagian
belakang, makanya saya agak agak penasaran.hehe.
Segini
dulu, nanti saya update lagi.