Bento Ala Ibu

Beberapa hari belakangan, ibu ada ide menyajikan bekal Nadhira dan Rania agar lebih menarik. Selama ini ibu sering, soup, telur rebus, tumis tumisan. Tiba-tiba kepikiran ibu membuat nasi nasi karakter yang orang orang Indonesia sebut Bento. Padahal ibu tidak tahu, bento sendiri dalam bahasa Jepang artinya apa.

Dulu sebelum Rania dan Nadhira belum lahir, ibu melihat kreasi teman ibu buat bekal anak anaknya, ahh..bagus ya kalo sekali-kali buat bekal ayah. Tapi lagi-lagi ayah orang yang berpikiran sangat praktis  dan logis:D. Pasti akan kepikiran buat apa menghias nasi, kalau to gizinya tetap sama. 

Namun kalau untuk anak batita pasti beda ya..mereka akan merasa takjub sekali misal ada kelinci di kotak makannya..kemudian pensaran coba..eh enak..eh lanjut makan..hihihi..mudah mudahan. Ibu malah khawatir kl di hias2 begini Rania dan Nadhira malah gk fokus makan.

Dan alhamdulillah, kata ibu gurunya Na.Ra makannya cepat, gk perlu ditemani..ditinggalkan bentar tahu tahu udah habis..hehehe..


Semakin semangatlah ibu bikin bento..walaupun harus berdiri lebih lama di dapur. Tapi gk apa2, sebenarnya bukan lama tidak ada masalah. Namun sekali kali buat orang memasak tiap hari hari, menu2 baru begini bisa memberikan refreshing karna sehari hari masak itu terus. Karna bagaimanapun kita pasti akan kembali ke comfort  food masing masing.  Tapi menyajikan makanan dengan cara berbeda, bisa menghindari masalah gk ide bagusnya masak apa..masalah umum yang dihadapi ibu2 buat masak sehari hari..

Semarang 6 April 2023
PKL 15.47
Menunggu jam pulang kantor